UPT Perpustakaan UM

  • Beranda
  • Informasi
  • Repository UM
  • SIPADU UM
  • OPAC SIPADU

Pencarian Spesifik

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
No image available for this title

Skripsi

Kajian prevalensi telur cacing nematoda parasit usus manusia di sungai lekso kota Blitar sebagai upaya pencegahan penyakit kecacingan / Binti Zariatin

Zariatin, Binti - Nama Orang;

Abstrak
Kebiasaan yang dilakukan oleh masyarakat sepanjang Sungai Lekso Kota Blitar yang menggunakan sungai sebagai tempat untuk mencuci mandi membuang kotoran (feses) menjadikan sungai dapat tercemar oleh telur cacing parasit. Kebiasaan yang salah itu tanpa disadari suatu saat dapat menyebabkan wabah penyakit melalui air sungai termasuk infeksi Nematoda parasit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis telur cacing Nematoda apa saja yang ditemukan di Sungai Lekso Kota Blitar mengetahui prevalensi dari masing-masing telur Nematoda yang ditemukan di Sungai Lekso Kota Blitar mengetahui perbedaan prevalensi telur cacing Nematoda yang ditemukan di Sungai Lekso Kota Blitar dan mengetahui upaya pencegahan terhadap penyakit kecacingan di Sungai Lekso Kota Blitar. Obyek penelitian dalam penelitian ini adalah telur cacing Nematoda di Sungai Lekso Kota Blitar pada tiga daerah pengambilan yaitu daerah hulu daerah tengah dan daerah hilir. Teknik yang digunakan yaitu teknik flotasi menggunakan NaCl jenuh yang dirujuk dari buku Penuntun Laboratorium Parasitologi Kedokteran (Hadidjaja 1990). Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Biologi FMIPA UM di ruang 305 pada bulan Maret sampai dengan Mei 2009. Penelitian bersifat deskriptif eksploratif dengan mendeskripsikan telur cacing Nematoda yang ditemukan di Sungai Lekso Kota Blitar. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa telur cacing Nematoda parasit usus manusia yang ditemukan di Sungai Lekso Kota Blitar hanya Ascaris lumbricoides dengan angka prevalensi paling tinggi yaitu di daerah tengah sebesar 48% kemudian daerah hulu sebesar 30% dan daerah hilir sebesar 22%. Tingginya angka prevalensi pada masing-masing daerah sesuai dengan frekuensi penggunaan sungai sebagai tempat mandi cuci kakus (MCK) yaitu daerah tengah memiliki frekuensi paling tinggi penggunaan sungai sebagai tempat MCK kemudian daerah hulu dan frekuensi paling rendah di daerah hilir. Belum ada upaya yang dilakukan oleh masyarakat atau Dinas Kesehatan Kota Blitar dalam pencegahan penyakit kecacingan di sepanjang Sungai Lekso Kota Blitar.


Informasi Detail
DDC
Rs 592.571 ZAR k
Prodi
Universitas Negeri Malang. Program Studi Biologi, 2009.
Deskripsi Fisik
viii, 50 lembar : il. : tab. ; 30 cm.
Bahasa
Indonesia
No Reg
01627/KI/09
Edisi
Skripsi (Sarjana)--Universitas Negeri Malang, 2009
Subjek
1. CACING USUS
2. NEMATODA

Pembimbing
1.ENDANG SUARSINI ; 2. SOFIA ERY RAHAYU
Lampiran Berkas
You must be logged in to get fulltext


UPT Perpustakaan UM
  • Berita

Tentang Kami

TIM IT Perpustakaan 2023

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS

Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik