Tugas Akhir
Evaluasi penerapan pengendalian intern dalam siklus pendapatan layanan jasa paketpos guna mencapai standar waktu penyerahan (SWP) Kantor Pos Pusat Malang 65100 / Mahesha Yoga Sunardi
Abstrak
Paketpos merupakan salah satu jenis produk dalam bisnis logistik yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan jasa pengiriman paket. Berdasarkan Surat Edaran nomor 67/2000 paketpos adalah kemasan yang berisi barang dengan ketentuan dan tarif yang telah ditetapkan secara umum oleh perusahaan. Perusahaan harus memenuhi standar waktu penyerahan yang tepat guna meningkatkan pendapatan. Standar waktu penyerahan merupakan waktu tempuh Paketpos yang dihitung sejak diposkan pengirim sampai dengan diantar kepada alamat. Keterlambatan dalam memenuhi standar waktu penyerahan pengiriman Paketpos sangat merugikan perusahaan. Keterlambatan tersebut akan mengurangi pendapatan perusahaan dan biaya klaim akan dibebankan ke perusahaan. Pembahasan tugas akhir ini bertujuan untuk mengetahui dan mengevaluasi pentingnya sistem pengendalian intern atas jasa Paketpos pada PT Pos Indonesia guna mencapai standar waktu penyerahan yang ditetapkan.. Dalam penulisan Tugas Akhir ini masalah yang dibahas adalah Apakah peranan sistem pengendalian intern atas jasa layanan Paketpos Kantor Pos Malang 65100 sudah memenuhi standar waktu penyerahan . Metode pengumpulan data pada Tugas Akhir ini dengan menggunakan metode dokumentasi dan wawancara. Akibat tidak tercapainya standar waktu penyerahan adalah kredibilitas perusahaan dapat menurun karena kurangnya kepercayaan konsumen terhadap perusahaan. Agar perusahaan tetap survive dan berkembang diperlukan sumber daya manusia dan manajemen yang berkualitas. Hal tersebut dicapai melalui program BIT (Built In Training) pemeriksaan secara rutin terhadap dokumen transaksi. Selain itu juga dengan menambah sarana transportasi yang berperan penting dalam pengangkutan. Dari penulisan Tugas Akhir ini dapat diambil kesimpulan bahwa sistem pengendalian yang digunakan perusahaan sudah memenuhi standar yang ada sehingga resiko dapat diminimalisir. Adapun saran yang dapat diajukan untuk meminimalisasi keterlambatan pengiriman adalah dengan melakukan perekrutan karyawan secara selektif melakukan pemisahan fungsi yang jelas antara penjualan dan penerima kas restrukturisasi yang tidak mengakibatkan perubahan negatif yang besar terhadap perusahaan.