Skripsi
Perbedaan prestasi belajar siswa kelas X yang diajar menggunakan pembelajaran learning cycle 5 fase, problem based learning dan pembelajaran konvesional pada pokok bahasan dinamika di SMA Negeri 1 Bangil Kabupaten Pasuruan / Trixy Putri Ismawardani
Abstrak
Dalam upaya pengembangan pendidikan terdapat perubahan dalam dunia pendidikan di Indonesia yaitu adanya perubahan paradigma belajar dari teacher centered menjadi student center. Model pembelajaran yang mengacu pada teori kontruktivisme adalah model pembelajaran Learning Cycle dan Problem Based Learning. Beberapa penelitian menyebutkan bahwa Learning Cycle dan Problem Based Learning dapat meningkatkan prestasi belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur Perbedaan prestasi belajar fisika yang diajar menggunakan pembelajaran Learning Cycle 5 Fase dan konvensional Problem Based Learning dan pembelajaran konvensional Learning Cycle 5 Fase dan pembelajaran Problem Based Learning. Penelitian ini memilih siswa kelas X SMA Negeri I Bangil sebagai populasinya. Sampel dipilih sebanyak tiga kelas dua kelas sebagai kelas eksperimen dan satu kelas lagi sebagai kelas kontrol. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah sampel bertujuan atau purposive sample. Instrumen pelaksanaan yang dipakai dalam penelitian ini berupa silabus rencana pembelajaran dan lembar kerja siswa. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah data kemampuan awal siswa sebelum diberi perlakuan dan data prestasi belajar siswa. Penelitian ini adalah penelitian eksperimental semu dengan uji asumsi yang digunakan meliputi Uji Normalitas Uji Homogenitas dan Uji Hipotesis menggunakan Uji t dan ANAVA satu jalur dari hasil analisis uji normalitas pada pretest kelas X-A menyatakan hasil yang tidak normal maka untuk uji Hipotesis menggunakan Uji Wilcoxon. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa prestasi belajar fisika siswa yang diajar menggunakan pembelajaran Learning Cycle 5 Fase lebih tinggi daripada siswa yang diajar menggunakan pembelajaran konvensional Problem Based Lear-ning lebih tinggi daripada siswa yang diajar menggunakan pembelajaran konven-sional Problem Based Learning lebih tinggi daripada siswa yang diajar meng-gunakan model pembelajaran Learning Cycle 5 Fase. Hal ini ditunjukkan dengan rata-rata nilai postest kelompok konvensional (42 67) lebih rendah daripada kelompok Learning Cycle 5 Fase (50 53) rata-rata nilai postest kelompok kon-vensional (42 67) lebih rendah daripada kelompok Problem Based Learning (66 40) rata-rata nilai postest kelompok Leraning Cycle 5 Fase (50 53) lebih rendah daripada kelompok Problem Based Learning (66 40).