Skripsi
Pengaruh sabun aluminium (Ric Oil-AlCl3) terhadap viskositas pelumas / Algafari Bakti Manggara
Abstrak
Sabun logam yang telah dikembangkan khususnya sabun aluminium memiliki fungsi berbeda dengan sabun logam alkali. Salah satu sabun aluminium yang telah berhasil disintesis adalah sabun aluminium (Ric Oil-AlCl3). Pelumas merupakan campuran pelumas mentah (Raw Lubricant Petroleum) dengan bahan aditif. Uji potensi aluminium oleat dan sterat untuk memperkecil penurunan viskositas akibat kenaikan temperatur pada pelumas motor bensin dan diesel telah berhasil dilakukan. Berdasarkan keberhasilan uji potensi aluminium oleat dan stearat serta keberhasilan sintesis sabun aluminium (Ric Oil-AlCl3) maka perlu dilakukan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh penambahan sabun sabun aluminium (Ric Oil-AlCl3) terhadap viskositas pelumas dan perubahan viskositasnya akibat kenaikan temperatur. Penelitian ini bersifat survei laboratoris yang dilakukan melalui metode eksperimen di laboratorium. Tahapan penelitian yang dilakukan yaitu (1) uji kelarutan sabun aluminium dalam pelumas (2) pengukuran densitas pelumas (3) pengukuran viskositas pelumas dan (4) analisis perubahan viskositas pelumas akibat kenaikan temperatur yaitu berdasarkan viskositas kinematik terhadap temperatur koefisien temperatur viskositas (VTC Viscosity Temperature Coefficient) persamaan Walther dan angka viskositas (VN Viscosity Number). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelarutan optimum sabun aluminium (Ric Oil-AlCl3) dalam pelumas pada 0 024 g (0 30%). Penambahan sabun aluminium dapat meningkatkan viskositas pelumas dan memperkecil penurunan viskositas akibat kenaikan temperatur. Hal ini dapat diketahui dari empat tinjauan yaitu terjadi (1) penurunan gradien pada grafik viskositas kinematik terhadap temperatur (2) penurunan koefisien temperatur viskositas (VTC Viscosity Temperature Coefficient) (3) penurunan gradien pada grafik persamaan Walther dan (4) kenaikan angka viskositas (VN Viscosity Number).