Skripsi
Penerapan model numbered heads together untuk meningkatkan hasil belajar kompetisi dasar mengolah hot dan cold appetizer atau salad pada siswa kelas X Tata Boga 2 di SMK Negeri 1 Turen / Anggi Martiningtyas Januwati Saputri
Abstrak
Fenomena praktik kegiatan pembelajaran kompetensi dasar mengolah col and hot appetizer di SMK Negeri 1 Turen masih didominasi oleh metode konvensional yaitu menggunakan ceramah dan latihan soal sehingga siswa mengalami kejenuhan dan mengantuk di kelas. Hal ini juga menyebabkan hasil belajar yang diperoleh siswa belum memenuhi Standart Ketuntasan Minimal (SKM) secara keseluruhan. Salah satu metode pembelajaran yang digunakan untuk mengaktifkan siswa adalah metode kooperatif. Melalui pembelajaran kooperatif siswa dapat bekerjasama antar anggota kelompok. Pembelajaran kooperatif yang digunakan dalam penelitian ini adalah pembelajarannumbered heads together. Model pembelajaran ini melibatkan para siswa dalam mereview bahan yang tercakup dalam suatu pelajaran dan mengecek atau memeriksa pemahaman mereka tentang isi pelajaran. Penelitian ini dilaksanakan di SMK Negeri 1 Turen pada semester genap tahun pelajaran 2008/2009 dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Jenis penelitian adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang terdiri dari 2 siklus. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas X Tata Boga 2 SMK Negeri 1 Turen dan dilaksanakan pada tanggal 7 April 2009 sampai dengan 12 Mei 2009. Analisis data yang digunakan dengan model alir yang meliputi tahap mereduksi data menyajikan data dan verifikasi data atau menarik kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model Numbered heads together dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Untuk meningkatkan hasil belajar siswa guru memberikan motivasi selama kegiatan pembelajaran pada siswa dalam hal ini balajar secara kooperatif dengan mendorong siswa untuk saling bekerjasama secara Untuk hasil belajar siswa persentase rata-rata nilai hasil belajar dalam aspek kognitif siswa meningkat dari 72 8 pada siklus I menjadi 81 5 pada siklus II sedangkan persentase rata-rata hasil belajar aspek afektif meningkat dari 75.4 pada siklus I menjadi 85 pada siklus II. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran Numbered Heads Together dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas X Tata Boga 2 SMK Negeri 1 Turen. Penerapan metode pembelajaran ini sebaiknya dilanjutkan pada siklus selanjutnya yaitu siklus 3. untuk mendapatkan hasil yang maksimal sebaiknya guru membentuk kelompok yang lebih heterogen.