Tugas Akhir
Analisis prosedur dan kebijakan kredit terhadap calon debitur sebagai faktor penentu kelayakan pemberian kredit konsumtif pada PT. BPR Surya Artha Guna Mandiri Kediri / Dian Sulitiyowati
Abstrak
PT. BPR Surya Artha Guna Mandiri Kediri adalah salah satu jenis bank pemerintah yang bentuk usahanya selain menghimpun dana dari masyarakat juga menyalurkan dana kepada masyarakat dalam bentuk kredit. Dari berbagai bentuk kredit yang ditawarkan kredit disini berupa kredit konsumtif. Pihak bank sangat berhati-hati dalam menyetujui suatu permohonan kredit karena jika salah dalam menilai calon debitur akan berakibat tidak terbayarnya kredit tersebut dikemudian hari yang juga akan sangat merugikan pihak bank. Adapun tujuan yang ingin dicapai dalam karya tulis ini adalah untuk mengetahui penyaluran dan kelayakan pemberian kredit di PT. BPR Surya Artha Guna Mandiri Kediri. Penulisan ini bertujuan untuk mengetahui pedoman pelaksanaan bentuk serta prosedur dan kebijakan kelayakan pemberian kredit terhadap calon debitur yang dilaksanakan oleh PT. BPR Surya Artha Guna Mandiri Kediri untuk menambah pengetahuan tentang analisis kredit yang dilaksanakan khususnya oleh perbankan. Dalam penulisan ini metode yang digunakan adalah metode kualitatif dan kuantitatif agar pembaca dapat memperoleh gambaran yang jelas mengenai analisis kredit terhadap calon debitur yang dilaksanakan oleh PT. BPR Surya Artha Guna Mandiri Kediri. Dari penelitian ini diketahui bahwa dalam pelaksanaan analisis kredit terhadap calon debitur untuk menentukan kelayakannya memperoleh kredit pada PT. BPR Surya Artha Guna Mandiri Kediri. Menggunakan pedoman 5 C yaitu character capacity capital collateral dan condition of economy. Prosedur penyaluran kredit yang diterapkan di PT. BPR Surya Artha Guna Mandiri Kediri dapat dikatakan baik. Adapun kelebihannya yaitu 1.) Pemisahan tugas yang cukup dapat dilihat pada adanya struktur organisasi dan adanya pemisahan fungsi antara bagian kredit dengn bagian keuangan. 2.) Otorisasi yang memadai setiap transaksi harus mendapatkan persetujuan direktur utama. 3.) Dokumen dan catatan yang memadai berkas-berkas yang sudah dientry kedalam komputer disimpan dan diberi nomor urut. 4.) Praktek yang sehat setiap transaksi yang dilaksanakan dari awal sampai akhir oleh satu fungsi dan adanya bukti kas keluar. Penerapan berbagai kebijakan untuk menilai kelayakan kredit pada PT. BPR Surya Artha Guna Mandiri Kediri cukup baik. Tetapi tidak adanya batas maksimum pemberian kredit serta adanya pengenaan sanksi yang terlalu ringan dikhawatirkan akan mendorong bertambahnya kredit macet. Sedangkan aspek pertimbangan kelayakan analisis kredit terhadap calon debitur yang digunakan yaitu aspek manajemen dan umum aspek pemasaran aspek teknis/produksi/pembelian aspek keuangan dan aspek agunan/jaminan. Berdasarkan hasil penelitian penulis dapat memberikan beberapa kesimpulan yaitu 1) Penerapan prosedur penyaluran kredit terhadap PT.BPR Surya Artha Guna Mandiri secara umum dapat dikatakan baik antara lain adanya pemisahan tugas yang cukup otorisasi yang pantas untuk transaksi dan aktivitas dokumen dan catatan yang memadai serta praktek yang sehat. 2) Penerapan berbagai kebijakan untuk menilai kelayakan kredit pada BPR.Surya Artha Guna Mandiri sudah sesuai dengan prosedur yaitu adanya berbagai syarat pengajuan kredit yang tidak menyulitkan debitur. 3) Aspek pertimbangan kelayakan analisis kredit terhadap calon debitur yang digunakan antara lain aspek manajemen dan umum aspek pemasaran aspek teknis/produksi/pembelian aspek keuangan dan aspek agunan/jaminan.