Tugas Akhir
Akuntabilitas kinerja keuangan dengan menggunakan konsep value for money pada dinas pendapatan daerah (Dipenda) kota Blitar tahun 2007 / Achmad Sadikin
Abstrak
Tugas Akhir (TA) ini bertujuan untuk mengukur kinerja keuangan Dipenda berdasarkan ekonomis efisiensi dan efektivitas dari perolehan pendapatan dan penggunaan keuangan. Serta untuk mengetahui akuntabilitas kinerja keuangan yang dilakukan oleh Dipenda. Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu dokumentasi interview dan studi pustaka. Ada dua tahapan pemecahan masalah yang digunakan yaitu tahapan pemecahan masalah yang pertama sebagai berikut membuat pengelompokan kinerja keuangan menjadi 2 (dua) bidang yaitu bidang pendapatan dan bidang belanja. Selanjutnnya mengukur bidang-bidang tersebut dengan teori pengukuran kinerja keuangan dengan menggunakan ekonomis efisien dan efektif (value for money). Tahapan pemecahan masalah yang kedua yaitu dengan mendeskripsikan akuntabilitas kinerja keuangan Dipenda Kota Blitar Tahun 2007 baik secara horisontal maupun vertikal. Hasil kajian terhadap kinerja keuangan pada Dipenda kota Blitar tahun 2007 menunjukkan bahwa pengukuran kinerja keuangan pada Dipenda kota Blitar hanya mengukur tingkat pencapaian target saja. Setelah melakukan perhitungan kinerja keuangan pada bidang pendapatan menunjukkan bahwa kinerja keuangan sangat efektif dan sangat efisien. Sedangkan hasil pengukuran kinerja keuangan pada bidang belanja penggunaan dana pada Dipenda kota Blitar dikategorikan ekonomis efisien dan efektif. Akuntabilitas yang dilakukan oleh Dipenda kota Blitar hanya akuntabilitas vertikal. Hasil penulisan TA dapat disimpulkan bahwa kinerja keuangan pada Dipenda kota Blitar dalam kondisi baik namun pelaporan kinerja keuangan yang disediakan hanya mengukur tingkat pencapaian target saja. Saran yang dapat diberikan hendaknya laporan pengukuran kinerja keuangan disajikan secara detail berdasarkan ekonomis efisiensi dan efektivitas. Akuntabilitas kinerja keuangan lebih baik menyajikan akuntabilitas secara horisontal juga karena secara tidak langsung dapat merangsang semangat masyarakat untuk membayar pajak.