Skripsi
Pembelajaran kooperatif tipe teams games tournament (TGT) sebagai upaya peningkatan kemampuan membaca pemahaman siswa kelas III SDN Podokoyo 2 Kecamatan Tosari Kabupaten Pasuruan / Endang Juwitaningsih
Abstrak
ABSTRAK Juwitaningsih Endang. 2009. Pembelajaran Kooperatif Tipe Teams Games Tournament (TGT) sebagai Upaya Peningkatan Kemampuan Membaca Pemahaman Siswa Kelas III SDN Podokoyo 2 Kecamatan Tosari Kabupaten Pasuruan. Skripsi. Jurusan Kepenidikan Sekolah dasar dan Prasekolah. Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr.Muhana Gipayana M.Pd (II) Dra. Winihasih M.Pd. Kata kunci Pembelajara TGT Kemampuan Membaca Pemahaman Kemampuan membaca sangat penting dalam hidup dan kehidupan manusia. Membaca adalah kunci ke arah gudang ilmu. Berdsarkan pengamatan di kelas III SDN Podokoyo 2 kemampuan membaca pemahaman siswa masih kurang Nilai siswa sebagian besar di bawah nilai standar ketuntasan belajar yaitu nilai 65 Untuk mengatasi kemampuan membaca pemahaman siswa yang kurang adalah pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournaments (TGT). Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) cara meningkatkan kemampuan membaca pemahaman siswa kelas III SDN Podokoyo 2 dengan pembelajaran kooperatif tipe TGT (2) hasil pembelajaran membaca pemahaman siswa kelas III SDN Podokoyo 2 dengan pembelajaran TGT. Subjek penelitian ini ialah siswa kelas III SDN Podokoyo 2 sebanyak 20 siswa. Penelitian ini menggunakan rancangan PTK. Instrumen yang digunakan adalah tes dan lembar observasi. Teknik analisis data yang dipakai adalah rata-rata dan persentase. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa nilai rata-rata kemampuan membaca pemahaman siswa kelas III SDN Podokoyo 2 dengan pembelajara TGT pada siklus I adalah 6 1. Sedangkan pada siklus II nilai rata-rata kemampuan membaca pemahaman siswa menunjukkan peningkatan yaitu 8 15. Sehingga hipotesis nol (H0) yang menyatakan jika proses pembelajaran membaca pemahaman mata pelajaran Bahasa Indonesia menggunakan pembelajaran kooperatif model TGT maka kemampuan membaca pemahaman siswa kelas III SDN Podokoyo 2 tidak akan mengalami peningkatan ditolak artinya hipotesis kerja (H1) diterima yaitu jika proses pembelajaran membaca pemahaman mata pelajaran Bahasa Indonesia menggunakan pembelajaran kooperatif model TGT maka kemampuan membaca pemahaman siswa kelas III SDN Podokoyo 2 tidak akan mengalami peningkatan. Hambatan pembelajaran TGT adalah siswa kurang berani menjawab pertanyaan saat turnamen. Kesimpulan yang dapat diperoleh dari penelitian ini adalah (1) cara meningkatkan kemampuan membaca pemahaman siswa kelas III SDN Podokoyo 2 dengan pembelajaran TGT dilakukan dengan langkah-langkah pembelajaran oleh guru pembagian kelompok belajar turnamen penilaian dan penghargaan dapat dilihat dari nilai rata-rata tes kemampuan membaca pemahaman siswa pada siklus I adalah 6 1 dan siklus 2 meningkat menjadi 8 15. Berdasarkan hasil penelitian ini disarankan sekolah dalam rangka meningkatkan kemampuan membaca pemahaman siswa dengan pembelajaran TGT agar melengkapi buku-buku yang sesuai guru dalam pembelajaran TGT hendaknya memperhatikan kemampuan membaca pemahaman siswa. Peneliti lain hendaknya meneliti model pembelajaran lainnya misalnya STAD GI dan THT.