UPT Perpustakaan UM

  • Beranda
  • Informasi
  • Repository UM
  • SIPADU UM
  • OPAC SIPADU

Pencarian Spesifik

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
No image available for this title

Skripsi

Penggunaan model pembelajaran inquiry terbimbing untuk meningkatkan prestasi belajar siswa pada mata pelajaran IPS kelas V SDN Kedawungkulon I Kecamatan Grati Kabupaten Pasuruan / Ery Faridah

Faridah, Ery - Nama Orang;

Abstrak
IPS merupakan mata pelajaran yang memegang peranan penting karena berhubungan dengan sikap dan cara berpikir siswa dalam memecahkan masalah dalam kehidupannya sekarang dan dimasa depan.Model pembelajaran yang digunakan dalam pembelajaran IPS harus dapat mencakup aspek kognitif afektif dan psikomotor. Hasil observasi ditemukan bahwa siswa di SDN Kedawungkulon I Kecamatan Grati Kabupaten Pasuruan belum menerapkan model pembelajaran inquiry terbimbing. Sebagian siswa merasa bosan dan kurang bergairah dalam pembelajaran sehingga siswa belum mampu mencapai kriteria ketuntasan kelas 80%. Berdasarkan hal tersebut model pembelajaran inquiry terbimbing sangat tepat digunakan sebagai alternatif dalam proses pembelajaran karena dapat mencakup aspek kognitif afektif dan psikomotor melalui berinteraksi langsung dengan nara sumber (wirausaha bakso tempe donat dan peracangan) yang banyak terdapat di desa Kedawungkulon. Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah 1) Mendeskripsikan pelaksanaan pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial kelas V pokok bahasan jenis-jenis usaha kegiatan perekonomian dengan menggunakan model pembelajaran inquiry terbimbing 2) Mendeskripsikan peningkatan prestasi belajar siswa kelas V SDN Kedawungkulon I Kecamatan Grati Kabupaten Pasuruan melalui model pembelajaran inquiry terbimbingpada pokok bahasan jenis-jenis usaha kegiatan perekonomian. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan 2 (dua) siklus. Siklus tindakan pembelajaran dihentikan jika telah mencapai nilai standar minimal 75 dengan ketuntasan belajar kelas 80% dari jumlah subyek penelitian. Subyek penelitian ini adalah guru dan 26 siswa kelas V SDN Kedawungkulon I. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah observasi wawancara dan tes. Sedangkan instrumen pengumpulan data yang digunakan berupa pedoman wawancara APKG II dan postes. Dari hasil analisis data menunjukkan bahwa 1) Pada pembelajaran IPS siklus I dengan pengunaan model pembelajaran inquiry terbimbing kemampuan guru dalam melaksanakan pembelajaran sesuai dengan RPP mencapai skor 87 dengan prosentas keberhasilan 87% dan pada siklus II mencapai skor 97 dengan prosentase 97% 2) Prestasi belajar siswa pada waktu pra tindakan rata-rata kelas 65 dengan ketuntasan belajar 22 72%. Pada siklus I mencapai rata-rata kelas 71 13 i dengan ketuntasan belajar 50% sedangkan siklus II mencapai nilai rata-rata 85 45. Meskipun terdapat 3 siswa (13 64%) yang tidak mencapai kriteria ketuntasan individu namun ketuntasan belajar kelas sudah mencapai 86 36%. Kesimpulan dari penelitian ini adalah penggunaan model pembelajaran inquiry terbimbing pada siswa kelas V SDN Kedawungkulon I dilaksanakan dengan tahapan-tahapan merumuskan masalah mengajukan hipotesa mengumpulkan data menguji hipotesa merumuskan kesimpulan sementara dan diakhiri dengan diskusi dan evaluasi. Penggunaan model pembelajaran inquiry terbimbing dapat meningkatkan prestasi belajar siswa dari pra tindakan mendapat rata-rata 68 18 dengan ketuntasan belajar 13 64% menjadi 71 13 dengan ketuntasan belajar 50% pada siklus I. Kemudian mengalami peningkatan yang signifikan lagi pada siklus II menjadi 85 36. Meskipun tedapat 3 siswa (13 64%) yang tidak mencapai ketuntasan individu namun ketuntasan belajar kelas sudah tercapai yaitu 86 36%. Selanjutnya peneliti menyarankan kepada guru agar dapat menerapkan metode pembelajaran inquiry terbimbing pada pembelajaran IPS dengan kompetensi lain maupun mata pelajaran lain dengan demikian siswa dapat mengembangkan potensi diri melalui inquiry. Alokasi waktu untuk pelaksanaan tahapan inquiry perlu diperhatikan karena hal itu yang menentukan keberhasilan model pembelajaran inquiry terbimbing. Model pembelajaran dalam penelitian ini juga dapat digunakan dalam penelitian-penelitian lain sebagai bahan perbandingan sehingga dikemudian hari menjadi lebih baik.


Informasi Detail
DDC
Rs 372.83044 FAR p
Prodi
Universitas Negeri Malang. Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, 2009.
Deskripsi Fisik
ix, 121 lembar ; il. ; 28 cm.
Bahasa
Indonesia
No Reg
01808/KI/09
Edisi
Skripsi (Sarjana)-- Universitas Negeri Malang. 2009
Subjek
1. ILMU-ILMU SOSIAL (PENDIDIKAN DASAR) - PRESTASI BELAJAR
2. ILMU-ILMU SOSIAL (PENDIDIKAN DASAR) - PEMBELAJARAN MODEL INQUIRY

Pembimbing
1. Hj. Ruminiati 2. H. Rumijan
Lampiran Berkas
You must be logged in to get fulltext


UPT Perpustakaan UM
  • Berita

Tentang Kami

TIM IT Perpustakaan 2023

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS

Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik