Tugas Akhir
Pembuatan gaun pesta dengan desain geometric bersusun / Nur Indah Eka Jayanti
Abstrak
Gaun pesta adalah pakaian yang berbentuk satu potong (one piece) bagian blus bersambung dengan bagian rok gaun ini dapat dibuat kampuh atau jahitan dipinggang dan tanpa jahitam dipinggang (Pratiwi 2001 68). Dan busana ini dikenakan pada siang atau malam hari dalam acara dan pesta tertentu. Gaun pesta bisa berbentuk macam-macam mulai dari gaun terusan sampai berupa strapless dan rok dari desain yang sederhana hingga desain yang rumit dan mewah. Pada penggunaan gaun pesta ini biasanya dilengkapi dengan berbagai macam aksesories dan milineris. Dewasa ini banyak model dan bahan tekstil yang cocok untuk busana pesta seiring dengan perkembangan jaman model gaun yang banyak dijumpai pada saat ini banyak yang memiliki unsur garis dapat dilihat dari banyak media cetak dan televisi banyak sekali unsur busana dengan penerapan unsur bentuk desain geometric pada busana seperti pada salah satu media cetak yaitu majalah BAZAAR Indonesia edisi September 2008 dari koleksi terbaru desainer ternama Sebastian Gunawan menjelaskan bahwa pada tahun 2009 fashion dunia lebih menjurus pada permainan garis-garis geometric. Dari hal tersebut maka penulis ingin menciptakan busana yang mempunyai unsur geometric didalamnya yang terdiri dari bustier dengan potongan tepat pada bagian bawah dada atau garis hias empire dan dipadukan dengan modifikasi rok setengah lingkaran bertingkat atau bersusun dengan penerapan garis geometric yang asimetris. Rancangan busana ini cocok untuk busana pesta pagi karena ciri-ciri busana pesta adalah desain warna bahan serta aksesories yang digunakan dirancang secara khusus dan lebih mengutamakan kemewahan. Dan pada umumnya bahan yang digunakan adalah sutra bludru satin shifon taffeta dan bahan lain lain yang dapat menimbulkan kesan mewah (APPMI 2005 60). Sesuai dengan ciri-ciri busana pesta diatas maka gaun pesta dengan desain geometric bersusun terdiri dari 61472 Gaun bersiluet A dengan garis potongan pada bawah dada (empire) bertali dengan membentuk garis (opnesel) dengan bagian sisi belakang terbuka dan diujung tali diberi aksen mutiara 61472 Pada potongan bawah dada terinspirasi dari rok setengah lingkaran kemudian memodifikasi bentuk setengah lingkaran yaitu bagian depan lebih pendek dari bagian belakang dengan penerapan unsur motif geometric bersusun dengan tambahan aksen lapisan dengan corak kain yang tua. Dalam pembuatan desain busana pesta warna mempunyai peranan yang sangat penting. Warna yang dipakai pada busana pesta selain membuat penampilan menjadi menarik juga dapat membantu menyamarkan kekurangan serta menonjolkan kelebihan yang dimiliki. Warna terang dan cerah cenderung menyita perhatian dan menarik fokus pandangan sedangkan warna muda pucat memberi efek melebarkan serta memberi kesan datar warna gelap atau suram memberi efek mengecilkan dan merampingkan (Budiman Kusumawardhani 2001 24). Untuk memilih warna busana harus sesuai dengan kulit warna mata warna rambut bentuk tubuh dan disesuaikan dengan suasana dan kesempatannya (Irianti Aini 1991 19) demikian halnya pemilihan warna pada gaun pesta. Warna dari gaun pesta dengan desain geometric bersusun yaitu dari gradasi warna pink keunggun merah tua keungguan dan krem keemasan Pemilihan warna ini karena warna-warna ini sedang trend pada masa-masa tahun ini dan manis bila dipakai pada pagi hari warna ini memberi kesan anggun dan minimalis. Seperti warna kuning keemasan akan menjadi warna trend warna musim panas 2009 dan warna ini dicanangkan menjadi warna tahun mendatang (http //id.trendwarna/fashion in 2009 html diakses 28 mei 2009).