Skripsi
Peningkatan kemampuan membaca siswa kelas 1 dengan media standar lembar balik di SDN sentul kecamatan Tanggulangin kabupaten Sidoarjo / Heri Luky Indrawati
Abstrak
ABSTRAK Indrawati Heri Luky. 2009. Peningkatan kemampuan membaca siswa kelas 1 dengan media standar lembar balik di SDN Sentul Kecamatan Tanggulangin Kabupaten Sidoarjo. Skripsi. Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Dra. Hj. Winihasih M. Pd. (2) Dr. Muhana Gipayana M. Pd. Kata Kunci Membaca Media Standar Lembar Balik. Kesulitan membaca adalah salah satu penyebab utama kegagalan anak di sekolah. Hal ini dapat dipahami karena membaca merupakan salah satu bidang akademik dasar selain menulis dan berhitung. Dari hasil observasi di lapangan dan informasi dari guru kelas 1 SDN Sentul Kecamatan Tanggulangin Kabupaten Sidoarjo bahwa siswa kelas 1 SDN Sentul Kecamatan Tanggulangin Kabupaten Sidoarjo pada awal semester II ini sebanyak 25 % siswa memiliki keterampilan membaca yang sangat rendah 30% siswa sudah mulai bisa membaca dengan mengeja per kata sedangkan 45 % siswa yang lainnya sudah memiliki keterampilan membaca yang cukup baik. Menurut pengamatan penulis dan informasi langsung dari guru kelas dalam pembelajaran guru cenderung menggunakan metode ceramah serta kurang mampu mengembangkan materi. Permasalahan yang perlu dikaji dalam penelitian ini adalah (1) bagaimana proses penggunaan media standar lembar balik dalam meningkatkan kemampuan membaca permulaan siswa kelas 1 (2) apakah penggunaan media standar lembar balik dapat meningkatkan kemampuan membaca permulaan siswa kelas 1 SDN Sentul Kecamatan Tanggulangin Kabupaten Sidoarjo . Tujuan utama penggunaan media standar lembar balik adalah dapat meningkatkan keterampilan membaca siswa kelas 1. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan jenis penelitian tindakan kelas (PTK) yang menggunakan model kolaboratif. Subyek dalam penelitian ini adalah siswa kelas 1 yang berjumlah 20 siswa dengan 13 siswa perempuan dan 7 siswa laki-laki serta seorang guru kelas 1. Sedangkan instrumen yang dipakai yaitu APKG1 APKG2 catatan anekdot lembar observasi dan interview. Hasil penelitian ini dapat telihat dari prosentase pembelajaran membaca yaitu ketuntasan belajar individu sebanyak 17 siswa dengan ketuntasan kelas mencapai 85%. Pada siklus II mengalami peningkatan yaitu siswa yang telah mencapai ketuntasan belajar individu sebanyak 19 siswa dengan ketuntasan kelas mencapai 95%. Pada proses pembelajaran kegiatan membaca pra tindakan nilai rata-rata siswa 78 pada siklus I nilai rata-rata 88 dan pada siklus II dengan nilai rata-rata 93 dengan prosentase peningkatan14%. Dapat disimpulkan bahwa penggunaan media standar lembar balik dapat digunakan sebagai salah satu alternatif untuk meningkatkan kemampuan membaca siswa. Untuk itu disarankan dalam menerapan penggunaan media standar lembar balik hendaknya lebih memperhatikan siswa yang kurang lancar membaca agar mereka tidak tertinggal terlalu jauh dalam pembelajaran.