Skripsi
Aplikasi Sistem Informasi Geografis (SIG) untuk identifikasi daerah potensi longsor lahan di kecamatan Dampit kabupaten Malang / Daniel Arisandy Eka Putra
Abstrak
Menurut Perspektif Pembangunan Kabupaten Malang Menurut Tata Ruang Kecamatan Dampit menjadi pusat Arahan Penangan Daerah Rawan Longsor. Hal ini diperkuat oleh beberapa data yang berhasil diperoleh yaitu longsor tanggal 17 Oktober 2005 yang menewaskan 1 orang terjadi di Dusun Kampung Teh Desa Sukodono Kecamatan Dampit longsor 26 Desember 2007 menewaskan 2 orang warga yang terjadi di Jl. Kahuripan Desa Bumirejo dan Desa Amadanom Kecamatan Dampit dan beberapa titik longsor yang lain. Tetapi permasalahannya titik-titik rawan longsor hingga saat ini belum teridentifikasikan dan belum terpetakan. Aplikasi Sistem Informasi Geografis (SIG) dalam penelitian ini digunakan untuk pemetaan daerah-daerah rawan longsor dan identifikasi tingkat kerentanan terjadinya bencana longsorlahan. Pemetaan mutlak diperlukan untuk mengetahui agihan daerah-daerah rawan longsorlahan. Penelitian ini dilakukan dengan cara penggabungan beberapa peta yang merupakan bagian dari analisa dalam Sistem Informasi Geografis (SIG). Metode yang dilakukan dalam penelitian ini adalah metode deskripsi observasional yaitu mengadakan penelitian atau pengamatan gejala dan faktorfaktor untuk memperoleh data sebagai landasan dalam penyajian sesuai dengan maksud dan tujuan. Sedangkan tindakan operasionalnya meliputi tahapan pengumpulan data baik data primer maupun data skunder untuk data primer pengumpulan data dengan cara stratified purposive sampling strata yang digunakan dalam penelitian ini adalah satuan medan sehingga setiap satuan medan diambil sampelnya. Tahap selanjutnya adalah pemrosesan data yang telah terkumpul baik data primer maupun skunder. Berikutnya dilakukan analisis data di dalam laboratorium. Tahap terakhir adalah klasifikasi hasil analisis data yang bertujuan untuk menentukan sebaran daerah potensi longsor dan tingkat kerentanannya. Berdasarkan analisis data dilapangan terdapat 37 satuan medan dengan kesimpulan sebagai berikut Daerah penelitian memiliki berbagai tipe longsorlahan meliputi aliran robohan jatuhan dan longsoran. Berbagai tipe longsorlahan tersebut yang berpotensi besar untuk berkembang adalah longsoran dan jatuhan. Tipe longsoran adalah tipe yang paling berpotensial berkembang di seluruh daerah penelitian. Tipe jatuhan dan robohan berpotensi terjadi di daerah perbukitan dan pegunungan. Daerah Penelitian dapat dibagi menjadi 3 kelas kerentanan longsorlahan yaitu rendah sedang dan tinggi. Kelas kerentanan sedang (45 63%) menempati areal paling luas diikuti kelas tinggi (31 20%) dan kemudian kelas rendah (23 17%). Hal ini menunjukkan daerah penelitian cukup rentan terhadap longsorlahan.