Tugas Akhir
Pembuatan busana remaja dengan teknik patch work pada bustier / Anggrek Puspitasari Susanto
Abstrak
Salah satu kebutuhan pokok manusia yang harus dipenuhi hingga saat ini adalah kebutuhan busana. Menurut Ernawati (2008 40) busana adalah segala sesuatu yang dipakai mulai dari kepala sampai ujung kaki yang memberi kenyamanan dan menampilkan keindahan bagi si pemakai (http //www.Tata.Busana_jilid_1.com). Perkembangan zaman saat ini sangat mendorong keinginan manusia untuk mengembangkan diri dan tampil menarik terutama dalam mengikuti perkembangan mode. Keinginan tersebut dapat meningkatkan motivasi manusia untuk membuat busana yang indah dan memenuhi estetika dalam berbusana terutama pada detail busana yang sederhana namun dengan detail yang menarik seperti pada penggunaan hiasan busana warna busana dan perpaduan model busana yang digunakan. Menurut Ernawati (2008 65) busana indah adalah busana yang dikerjakan menggunakan teknik jahit tertentu sehingga hasil akhir busana tidak terlihat jahitan pada bagian luar dan vuring . Busana indah antara lain busana pesta remaja kebaya gaun pengantin dan lain sebagainya. Berdasarkan pengertian busana indah diatas penulis termotivasi untuk membuat busana pesta remaja karena busana pesta remaja lebih mudah untuk dikembangkan menjadi model yang memiliki detail busana yang menarik seperti yang dijelaskan pada pengertian busana pesta remaja berikut. Menurut Sofia (2006) busana pesta adalah busana yang digunakan saat menghadiri acara pesta . Sedangkan busana pesta remaja adalah busana pesta yang selalu dan sering mengalami perubahan mode dan digunakan untuk remaja yang umurnya 17 tahun hingga 23 tahun (http //www.pemkabtanjung. keserasian.com). Kebanyakan busana tersebut memiliki karakteristik warna yang menyolok glamour dan biasanya menggunakan bahan yang berkilau dan transparan seperti shantung taffeta tulle organdy dan lain-lain. Pada peragaan busana dengan tema Geometric Evolution penulis membuat busana pesta remaja. Geometric evolution adalah revolusi berbagai macam bentuk-bentuk dasar seperti lingkaran persegi segitiga dan lain sebagainya. Dengan tema tersebut penulis membuat motif-motif garis dari gabungan-gabungan kain yang berbeda warna. Busana pesta yang dibuat penulis terdiri dari halter neck bustier dan floklore skirt yang dijahit menjadi satu bagian (onepiece). Pada bagian atas busana pesta remaja ini terdapat halter neck. Menurut Redaksi Perempuan (2008) halter neck adalah suatu model yang memiliki center point pada bagian punggung dan pundaknya terbuka dan menggunakan tali yang seolah-olah menggantungkan busana tersebut pada leher si pemakai (www.perempuan.com). Pada bagian leher belakang ditambahkan kancing kait dan kancing tekan yang berfungsi sebagai pengait. Sebagai hiasan busana ditambahkan baby tukat yang ditabur pada seluruh bagian halter neck agar nampak lebih berkilau. Bahan yang digunakan untuk halter neck adalah kain tulle spyder. Bahan ini bertekstur seperti jaring laba-laba yang mudah mulur permukaannya halus. Bahan ini sebaiknya tidak disetrika karena akan bertambah mulur dan pada saat mencuci harus hati-hati serta dijemur pada tempat yang teduh.