Skripsi
Problematika guru dalam membuat media pembelajaran (studi kasus SMA Negeri di kota Malang / Ricky Pramita
Abstrak
Media merupakan salah satu bagian dari sistem pembelajaran. Media sebagai bagian integral dari kegiatan pembelajaran maka kedudukannya tidak dapat dipisahkan dan berpengaruh terhadap jalannya proses pembelajaran Akan tetapi dalam kenyataannnya memilih media pembelajaran yang akan digunakan tidaklah mudah. Banyak hal yang harus diperhatikan agar media yang digunakan benar-benar berhasil guna dan berdaya guna untuk meningkatkan dan memperjelas pemahaman siswa. Banyaknya hal yang harus diperhatikan oleh guru memungkinkan baik guru maupun sekolah mengalami sejumlah kendala dalam penyediaan maupun penggunaan media pembelajaran. Penelitian ini mempunyai tujuan untuk mengetahui bagaimanakah profil media pembelajaran PKn yang digunakan guru SMA Negeri di Kota Malang mengetahui problematika guru dalam membuat media pembelajaran PKn mnegetahui penyebab guru SMA Negeri di Kota Malang mengalami problematika dalam membuat media pembelajaran PKn mengetahui bagaimana upaya yang dilakukan oleh guru dalam mengatasi problematika dalam membuat media pembelajaran PKn Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dan jenis penelitian yang digunakan adalah studi kasus. Penelitian ini dilakukan di SMAN 1 Malang SMAN 2 Malang SMAN 4 Malang SMAN 5 Malang SMAN 6 Malang dan SMAN 8 Malang. Informan terdiri atas guru PKn dan siswa. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi wawancara dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan cara reduksi data penyajian data dan kesimpulan atau verifikasi data. Untuk menjamin keabsahan data maka dilakukan perpanjangan kehadiran ketekunan pengamatan dan triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) berdasarkan bentuk media pembelajaran profil media pembelajaran yang digunakan oleh guru PKn di SMA Negeri di Kota Malang dapat dikelompok ke dalam (a) media visual dan (b) multimedia berbasis pengalaman langsung. Setiap bentuk media dipergunakan untuk mencapai SK dan KD yang berbeda sedangkan prosedur penyediaan media pembelajaran melalui membeli dan membuat (2) Setiap guru PKn SMA Negeri di Kota Malang mempunyai problematika masing-masing antara lain (a) guru PKn SMA Negeri 4 Malang mengalami problematika kurangnya waktu untuk membuat media pembelajaran (b) guru PKn SMA Negeri 6 Malang mengalami problematika kurangnya waktu dalam membuat media pembelajaran serta jam pelajaran pelajaran PKn yang hanya 2 jam sehingga tidak mencukupi apabila menggunakan media pembelajaran selain itu kondisi siswa yang belum mempunyai keinginan belajar yang tinggi juga menjadi problematika dalam membuat media pembelajaran (c) guru PKn SMA Negeri 5 Malang mengalami problematika kurangnya keterampilan/kemampuan dalam membuat media pembelajaran IT seperti power point (d) guru PKn SMA Negeri 2 Malang juga mengalami problematika kurangnya keterampilan/kemampuan dalam membuat media pembelajaran IT serta biaya dalam pembuatan media pembelajaran selain sulitnya menselaraskan antara materi dengan media yang akan dibuat (e) guru PKn SMA Negeri 1 Malang mengalami problematika kurangnya keterampilan/kemampuan baik dalam membuat maupun menggunakan media pembelajaran IT yang ada di sekolah (f) guru PKn SMA Negeri 8 Malang mengalami problematika kurangnya respon siswa dalam kerjasama membuat media pembelajaran PKn (3) penyebab guru menghadapi problematika dalam membuat media pembelajaran PKn antara lain (a) tuntutan beban jam mengajar dalam setiap minggunya sebanyak 24 jam (b) kurangnya pengetahuan guru tentang IT (4) upaya mengatasi problematika guru dalam membuat media pembelajaran PKn di SMA Negeri Kota Malang dilakukan dengan kerjasama yang baik semua pihak terutama sekolah guru dan siswa seperti (1) mengadakan workshop dan kepelatihan IT secara rutin (2) mengirimkan guru ke universitas atau SMK untuk mengikuti kepelatihan IT (3) mengatur waktu (4) bekerja sama dengan siswa. Berdasarkan temuan penelitian di atas dikemukakan saran sebagai berikut (1) pihak sekolah diharapkan mendukung secara optimal dalam penyediaan dan penggunaan media pembelajaran dalam proses belajar mengajar sekolah harus meningkatkan lagi kuantitas dan kualitas media pembelajaran yang ada di sekolah (2) guru diharapkan selalu meningkatkan kemampuan keterampilan serta kreatifitas dalam memilih mencari menggunakan dan mengembangkan media pembelajaran dalam proses belajar mengajar (3) pihak kampus (UM) diharapkan membekali mahasiswa dengan pengetahuan dan keterampilan dalam memilih membuat dan menggunakan media pembelajaran dengan mengadakan matakuliah tentang media pembelajaran.