Tugas Akhir
Aplikasi mikrokontroler untuk otomatisasi kran wudhu / Riza Tri Prasetyo
Abstrak
Air merupakan salah satu kebutuhan pokok makhluk hidup. Air juga merupakan barang langka di suatu tempat seperti pada tempat yang mengalami kekeringan dan daerah pegunungan yang tempatnya jauh dari sumber air. Pada daerah yang kekeringan akan sangat sulit sekali mendapatkan air sehingga harus membeli dengan harga yang mahal. Pada daerah pegunungan yang jauh dari sumber air jika ingin mendapatkan air maka harus mengambil air dengan cara mengambil langsung dari sungai atau sumbernya yang harus ditempuh dengan berjalan kaki yang jaraknya berkilo-kilo meter. Mengingat pentingnya air bagi kehidupan manusia maka air harus dihemat penggunaanya. Di dalam kehidupan sehari-hari sebagian besar orang menggunakan pompa listrik untuk mendapatkan air. Oleh karena itu penggunaan air secara hemat secara tidak langsung akan menghemat pemakaian energi listrik. Di dalam tempat ibadah seperti masjid tentunya terdapat ruangan untuk wudhu. Kran air wudhu yang ada sekarang digerakkan secara manual oleh penggunanya. Kran seperti ini mudah rusak karena sering diputar-putar dan pemborosan air jika penggunanya lalai menutup kran sehingga air akan keluar terus-menurus. Kran yang rusak perlu penggantian secara berkala dan kelalaian menutup kran akan berakibat pemborosan air dan secara tidak langsung akan berakibat menambah pemakaian energi listrik yang dikeluarkan oleh masjid. Hal inilah yang sering terjadi di masjid-masjid maupun mushollah sehingga perlu dicarikan solusinya. Mohd. Syaryadhi Agus Adria dan Syukurullah 2007 menghasilkan sistem kendali kran wudhu menggunakan sensor pir berbasis mikrokontroler AT89C2051. Sensor pir hanya mampu beroperasi dengan baik pada suhu 86 0F 158 0F (Datasheet RE200B Pyroelektric Infrared). Jika suhu ruangan tiba-tiba turun maka yang terjadi adalah sensor tidak mampu bekerja dengan baik infra merah yang dipancarkan tubuh manusia yaitu terkuat pada panjang gelombang 9 4 956 m sehingga banyak noise yang dapat mengganggu kepekaan sensor. Contoh noise yang dapat mengganggu kepekaan sensor yaitu cahaya matahari dan cahaya lampu penerangan dengan kuat cahaya 1200 lux yang sebenarnya juga mengeluarkan gelombang infra merah. Tandon air merupakan tempat untuk penampungan dan persediaan air biasanya digunakan oleh rumah-rumah masjid maupun tempat yang lain. Tandon air ini sangat bermanfaat untuk menyimpan persediaan air karena bisa menghemat biaya listrik yang digunakan untuk mengaktifkan pompa. Dalam perancangan kran wudhu tandon air hampir selalu digunakan. Pada umumnya tandon air ini diletakkan pada sebuah tempat yang lebih tinggi sehingga dibutuhkan sebuah pompa air untuk mengisi tandon tersebut. Hal ini sering menimbulkan masalah ketika hendak mengisi tandon tersebut karena tidak dapat diketahui dengan pasti volume air yang sudah ada di dalam tandon. Seringkali air yang diisikan sudah melewati batas daya tampung tandon sehingga banyak air yang terbuang sia-sia. Hal ini tidak hanya menyebabkan pemborosan penggunaan air tetapi juga pemborosan biaya listrik yang harus dikeluarkan untuk mengaktifkan pompa. Oleh karena itu diperlukan suatu cara agar bisa mengendalikan pompa untuk mengisi tandon agar penggunaan air lebih efisien.