Skripsi
Hubungan antara sikap terhadap film bertema percintaan di televisi dan perilaku berpacaran siswa kelas X SMK Negeri 2 Malang / Yuwanita Pristiwanti
Abstrak
ABSTRAK Pristiwanti Yuwanita. 2009. Hubungan antara Sikap terhadap Film Bertema Percintaan di Televisi dan Perilaku Berpacaran Siswa Kelas X SMK Negeri 2 Malang. Skripsi Jurusan Bimbingan Konseling dan Psikologi FIP Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I). Dra. Elia Flurentin M.Pd (II). Drs. H. Widada M.Si Kata kunci sikap perilaku berpacaran film bertema percintaan siswa SMK Dibalik beragam suguhan dan penayangan film yang variatif dan menarik yang disajikan televisi tidak disadari telah memberikan banyak pengaruh negatif dalam kehidupan manusia baik anak-anak maupun orang dewasa. Tontonan atau film yang bertema percintaan dapat mendatangkan kenikmatan dan merangsang keinginan melakukan romantisme ke arah yang menyimpang. Keinginan untuk menonton atau tidak menonton tayangan film percintaan di televisi diwujudkan dalam bentuk sikap. Sikap dan perilaku mempunyai hubungan timbal balik yakni sikap merupakan prediksi dari perilaku di mana perilaku memiliki kecenderungan selalu diawali oleh suatu sikap tertentu. Sasaran kegiatan penelitian adalah siswa kelas X dianggap subyek yang tepat karena pada usia ini sebagian besar siswa sudah memiliki pacar dan telah menonton beberapa film tentang alat reproduksi proses kelahiran dan aborsi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui (1) sikap siswa kelas X SMK Negeri 2 Malang terhadap film bertema percintaan di televisi (2) perilaku berpacaran siswa kelas X SMK Negeri 2 Malang (3) hubungan antara sikap terhadap film bertema percintaan di televisi dan perilaku berpacaran pada siswa kelas X SMK Negeri 2 Malang. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan rancangan penelitian deskriptif dan korelasional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X SMK Negeri 2 Malang. Dalam penelitian ini sampel diambil dengan menggunakan teknik Cluster Sampling di mana jumlah jurusan pada kelas X secara keseluruhan yang ada di SMK Negeri 2 Malang diambil masing-masing 1 kelas perwakilan tiap jurusan secara acak. Penelitian ini menggunakan instrumen berupa skala sikap terhadap film bertema percintaan di televisi dan skala perilaku berpacaran. Adapun teknik analisis yang digunakan adalah menentukan kelas interval analisis persentase dan teknik korelasi product moment. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa (1) Sikap terhadap film bertema percintaan di televisi pada siswa kelas X SMK Negeri 2 Malang dikategorikan cenderung jarang menonton. Secara terperinci bahwa tidak ada (0%) responden memiliki kecenderungan sering menonton film bertema percintaan sedikit (33 6%) responden memiliki sikap cenderung menonton cenderung jarang menonton banyak (63 5%) dipilih oleh responden dan sangat sedikit (2 9%) reponden bersikap cenderung tidak menonton (2) Perilaku berpacaran siswa kelas X SMK Negeri 2 Malang termasuk kategori baik. Secara rinci dapat diketahui bahwa sangat sedikit (0%) responden yang memiliki perilaku sangat baik banyak (67 6%) berperilaku pacaran yang baik sedikit (32 4%) perilaku berpacaran cukup baik dan sangat sedikit (0%) perilaku yang menunjukkan kurang baik (3) Hubungan antara sikap terhadap film bertema percintaan di televisi dan perilaku berpacaran siswa kelas X SMK Negeri 2 Malang menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara sikap terhadap film bertema percintaan di televisi dan perilaku berpacaran siswa kelas X SMK Negeri 2 Malang melalui analisis korelasi product moment yang diperoleh hasil r hitung sebesar 0 356 dengan taraf signifikan p 0.05. Berdasarkan hasil penelitian ada beberapa saran antara lain (1) Bagi konselor hendaknya memberikan layanan bimbingan tentang pergaulan remaja yang sehat pengetahuan tentang pergaulan lawan jenis akibat dari seks bebas informasi tentang manfaat dari tayangan di televisi. Memberikan informasi kepada orang tua tentang tugas perkembangan siswa yang menginjak remaja dan hal-hal yang dapat mencegah timbulnya pergaulan yang bebas (2). Kepala sekolah dapat memfasilitasi memberi kebijakan dan dukungan kepada konselor sekolah untuk mengadakan layanan bimbingan mengenai pergaulan yang sehat akibat pergaulan bebas dan manfaat dari sebuah tayangan televisi (3). Orang tua dapat membimbing dan menambah wawasan pengetahuan tentang seks secara dini dengan memperhatikan tugas perkembangan anak mendampingi anak menonton televisi dengan memberi bimbingan mengenai tayangan yang bermanfaat atau tidak bagi mereka (4). Siswa diharapkan senantiasa mengikuti layanan bimbingan yang diadakan oleh konselor sekolah/pihak sekolah dan mampu membandingkan tayangan yang bermanfaat atau kurang memberi pengetahuan sesuai dengan perkembangan hidupnya khususnya pergaulan terhadap lawan jenis (5). Bagi peneliti selanjutnya dapat menggunakan hasil penelitian ini sebagai referensi atau data tambahan seperti instrumen serta mengembangkan populasi atau wilayah penelitian.