Tugas Akhir
Analisis penerapan sistem ABD (Activity Based Costing) sebagai dasar penentu strategi harga gula pada pabrik gula Lestari Kertosono, Nganjuk / Ria Asmara Hadi
Abstrak
ABSTRAK Hadi.Ria Asmara.2009. Analisis Penerapan Sistem ABC (ACTIVITY BASED COSTING) sebagai dasar penentu strategi harga gula pada Pabrik Gula Lestari. Kertosono Nganjuk Tugas Akhir D III Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Ekonomi. Pembimbing Drs. Cipto Wardoyo.S.E M.Pd M.Si.Ak Kata Kunci Sistem ABC konvensional Harga Pokok Dalam rangka menghadapi persaingan usaha yang semakin tajam diperlukan pengambilan strategi-strategi yang benar. Pengambilan keputusan yang salah akan membuat perusahaan kehilangan kesempatan untuk meraih keberhasilan. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah dengan menggunakan strategi harga. Agar penggunaan strategi harga ini efektif tentu perusahaan harus memiliki informasi yang akurat tentang elemen-elemen yang membentuk harga tersebut. Dengan demikian perusahaan akan bisa dengan akurat memilah-milah mana biaya yang dapat dibebankan dan mana yang tidak ke biaya produksi dan pada gilirannya akan membentuk harga yang tepat. Sistem ABC sebagai suatu metode pembiayaan yang dirancang untuk menyediakan informasi biaya bagi manajer perusahaan diharapkan dapat membantu manajemen perusahaan dalam pengambilan keputusan yang stratejik. Sistem ABC menjadi lebih akurat karena membebankan biaya-biaya produksi ke produk melalui aktivitas-aktivitas yang menyerap sumber daya. Pabrik Gula Lestari sebagai obyek penelitian adalah perusahaan yang bergerak di bidang industri tebu yang memproduksi gula dan tetes. Penetapan beban biaya produksi yang dianut perusahaan saat ini masih kurang akurat karena pembebanan dilakukan hanya berdasarkan pemakaian jam orang. Selain itu biaya yang dibebankan secara langsung ke produk hanya biaya produksi baik langsung maupun tidak langsung. Sedangkan biaya administrasi dan penjualan hanya dibebankan secara periodik dan dianggap sebagai beban usaha. Melihat kondisi ini penulis mencoba untuk menghitung biaya produksi dengan metode ABC. Berdasarkan perhitungan yang dilakukan perusahaan saat ini dapat disimpulkan biaya produksi beberapa produk overcosting ataupun undercosting bila dihitung dengan metode ABC. Hasil perhitungan dengan metode ABC ini dapat digunakan perusahaan untuk mengambil keputusan-keputusan stratejik dan sebagai pedoman dalam menetapkan harga jual produk. Dalam penentuan harga pokok produk sistem akuntansi biaya konvensional kurang sesuai lagi untuk diterapkan di era tekhnologi yang modern seperti saat ini. Karena sistem ini mempunyai beberapa kelemahan. Diantaranya adalah memberikan informasi biaya yang terdistorsi (Hansen Mowen 2005). Adanya berbagai kelemahan tersebut dapat diatasi dengan penggunaan metode Activity Based Costing.Activity-Based Costing adalah metode penentuan harga pokok yang menelusuri biaya ke aktivitas kemudian ke produk. Perbedaan utama penghitungan harga pokok produk antara akuntansi biaya konvensional dengan ABC adalah jumlah cost driver (pemicu biaya)