Skripsi
Hubungan antara pelaksanaan bimbingan karier, persepsi, sikap dan pengambilan keputusan karier siswa SMK Negeri di Kota Malang / Dwi Ulfa Nurdahlia
Abstrak
Kata kunci bimbingan karier persepsi sikap keputusan karier. Sekolah Menengah Kejuruan merupakan salah satu pendidikan lanjutan yang setara dengan SMA/MA tetapi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) memiliki kekhasan yang berbeda dari sekolah lanjutan yang lain. SMK lebih menitikberatkan pada pembekalan skill siswa sehingga siswa siap untuk menghadapi dunia kerja. Berkaitan dengan kesiapan mental kerja siswa maka pelaksanaan layanan bimbingan karier sangat dibutuhkan oleh siswa. Bimbingan karier dapat dikatakan sukses apabila siswa mampu mengambil keputusan dengan baik. Keputusan karier siswa dipengaruhi oleh pelaksanaan bimbingan karier yang berkaitan dengan layanan informasi. Layanan informasi inilah yang nantinya akan diterima oleh ranah kognitif yang bertugas mengelola informasi. Selain ranah kognitif ranah afeksi juga berperan dalam menerima informasi. Jika informasi menarik dan sesuai dengan kebutuhan siswa maka siswa akan menyenangi informasi yang disampaikan dalam bentuk lisan dan ditunjukkan dengan cara mengacungkan tangan. Tindakan tersebut merupakan perwujudan secara konatif yaitu perilaku yang nampak. Ketiga ranah tersebut merupakan perwujudan dari sikap yang nantinya berhubungan dengan kemampuan siswa dalam mengambil keputusan karier. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara pelaksanaan bimbingan karier persepsi sikap dan pengambilan keputusan karier siswa SMK Negeri di kota Malang. Secara khusus penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui dan mendeskripsikan pelaksanaan bimbingan karier di SMK Negeri di kota Malang (2) mengetahui dan mendeskripsikan persepsi siswa tentang pelaksanaan bimbingan karier di SMK Negeri kota Malang (3) mengetahui dan mendeskripsikan sikap siswa tentang pelaksanaan bimbingan karier di SMK Negeri kota Malang (4) mendeskripsikan pengambilan keputusan karier siswa SMK Negeri di kota Malang (5) mengetahui hubungan langsug antara pelaksanaan bimbingan karier dengan persepsi sikap siswa terhadap pelaksanaan bimbingan karier dan pengambilan keputusan karier siswa SMK Negeri di kota Malang (6) mengetahui apakah persepsi dan sikap siswa terhadap pelaksanaan bimbingan karier mempunyai hubungan langsung dengan pengambilan keputusan karier siswa SMK Negeri di kota Malang (7) untuk mengetahui apakah sikap siswa tehadap pelaksanaan bimbingan karier mempunyai hubungan langsung dengan pengambilan keputusan karier siswa SMK Negeri di kota Malang (8) untuk mengetahui hubungan manakah yang mempunyai hubungan terkuat antara pelaksanaan bimbingan karier persepsi sikap dan pengambilan keputusan karier siswa SMK Negeri di kota Malang. i Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif korelasional dengan menggunakan analisis Path atau analisis jalur yang bertujuan untuk mengetahui jalur atau hubungan terkuat antarvariabel eksogen (pelaksanaan layanan bimbingan karier) dan variabel indogen yang terdiri atas persepsi sikap dan pengambilan keputusan karier. Deskriptif korelasional bertujuan untuk mendeskripsikan masing-masing variabel dan mengetahui hubungan antar variabel. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI SMK Negeri kota Malang yang diawali dengan uji coba instrumen di SMK Negeri 2 Malang. Kemudian dilanjutkan dengan pengumpulan data dari SMK Negeri 3 Malang SMK Negeri 5 Malang SMK Negeri 6 Malang SMK Negeri 7 Malang dan SMK Negeri 8 Malang. Hasil persentase penelitian menunjukkan sebagai berikut (1) banyak sekali (88.06%) siswa yang menyatakan baik terhadap pelaksanaan bimbingan karier (2) banyak sekali (94.03%) siswa yang mempersepsi baik pelaksanaan bimbingan karier (3) banyak sekali (83. 58%) siswa yang bersikap baik pada saat pelaksanaan bimbingan karier (4) banyak sekali (0.60%) siswa yang mampu mengambil keputusan karier. Sedangkan penelitian secara deskriptif korelasional ini menggunakan analisis Path dan hasilnya menunjukkan bahwa terdapat hubungan langsung dan tidak langsung antara variabel (1) pelaksanaan bimbingan karier mempunyai hubungan tidak langsung terhadap pengambilan keputusan melalui persepsi dan sikap. Disamping itu pelaksanaan bimbingan karier juga mempunyai hubungan langsung dengan pengambilan keputusan karier sebesar 0.095 (2) bimbingan karier mempunyai hubungan langsung dengan persepsi sebesar 0.098 (3) pelaksanaan bimbingan karier mempunyai hubungan langsung dengan sikap sebesar 0.587 (4) persepsi siswa tentang pelaksanaan bimbingan karier mempunyai hubungan langsung dengan sikap siswa terhadap pelaksanaan bimbingan karier sebesar 0.036 (5) sikap siswa terhadap pelaksanaan bimbingan karier mempunyai hubungan langsung dengan pengambilan keputusan karier siswa sebesar 0.67 (6) persepsi siswa tentang pelaksanaan bimbingan karier mempunyai hubungan langsung dengan pengambilan keputusan karier siswa sebesar 0.012. Berdasar hasil penelitian disarankan kepada beberapa pihak yaitu (1) konselor harus memiliki kompetensi untuk melaksanakan bimbingan karier secara profesional sehingga terbentuk persepsi yang sangat baik tentang bimbingan karier dan konselor juga mampu membentuk sikap siswa yang baik sehingga siswa mampu mengambil keputusan karier dengan tepat. Selain itu (2) guru hendaknya turut mendukung program bimbingan karier melalui kerjasama dengan konselor untuk melakukan assessment sehingga guru mampu menyesuaikan materi yang dibutuhkan siswa dengan kebutuhan dunia kerja. Melalui kerjasama tersebut diharapkan akan terbentuk sikap yang baik dan siswa mampu mengambil keputusan karier sesuai dengan skill yang telah dibekali oleh guru (3) kepala sekolah mampu memberikan kebijakan untuk mendukung pembentukan sikap siswa dengan cara memberikan fasilitas untuk pelatihan siswa sehingga siswa memiliki kepercayaan diri dalam pengambilan keputusan karier. Selain itu kepala sekolah mendukung program konselor untuk pengembangan pelaksanaan bimbingan karier guna membentuk persepsi yang baik tentang pelaksanaan bimbingan karier dengan menyetujui program-program konselor.