Skripsi
Penerapan pembelajaran kooperatif model two stay two stray (TSTS) untuk meningkatkan kemampuan bertanya dan ketuntasan belajar ekonomi siswa kelas XI IPS SMA Negeri 1 Bululawang / Yeri Devianto Aditya
Abstrak
ABSTRAK Devianto Aditya. Yeri. 2009. Penerapan Pembelajaran Kooperatif Model Two Stay Two Stray (TSTS) untuk Meningkatkan Kemampuan Bertanya dan Ketuntasan Belajar Ekonomi Siswa Kelas XI IPS SMA negeri 1 Bululawang. Skripsi Jurusan Ekonomi Pembangunan Program Studi Pendidikan Ekonomi FE Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Drs. Moch. Ichsan S.E. M.Pd. M.Si (II) Dwi Wulandari S.E. M.M. Kata-kata kunci Two Stay Two Stray Kemamapuan Bertanya Ketuntasan Belajar. Berdasarkan obsevasi awal yang penulis lakukan di SMA Negeri 1 Bululawang diketahui bahwa metode pembelajaran yang diterapkan masih menggunakan metode ceramah dan latihan soal. Metode pembelajaran semacam ini membuat siswa kurang semangat dalam mengikuti proses pembelajaran. Selama proses pembelajaran siswa tampak bosan mengantuk sering tidak memperhatikan penjelasan guru dan siswa cenderung pasif dalam bertanya. Model pembelajaran yang dapat diterapkan untuk lebih mengaktifkan siswa salah satunya adalah model pembelajaran Two Stay Two Stray (TSTS) atau Dua Tinggal Dua Tamu. Model pembelajaran Dua Tinggal Dua Tamu merupakan model pembelajaran yang memungkinkan siswa untuk saling bekerjasama dan saling bertanya jawab dalam menyelesaikan suatu persoalan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan pembelajaran kooperatif model Two Stay Two Stray dapat meningkatkan kemamapuan bertanya dan ketuntasan belajar ekonomi siswa kelas kelas XI IPS SMA Negeri 1 Bululawang. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK) dengan pendekatan kualitatif. Penelitian ini dilaksanakan dalam 2 siklus melalui 4 tahap yaitu perencanaan tindakan pelaksanaan tindakan observasi dan refleksi. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas XI IPS SMA 1 Bululawang yang berjumlah 31 siswa yang terdiri dari 18 siswa laki-laki dan 13 siswa perempuan pada pokok bahasan perdagangan internasional. Alat pengumpulan data menggunakan lembar observasi lembar catatan lapangan Soal tes Angket dan Dokumentasi. Hasil penelitian dilakukan dengan menggunakan persentase peningkatan skor tiap siklus. Persentase nilai rata-rata ketepatan guru menerapkan pembelajaran meningkat dari 70% menjadi 85%. Persentase nilai rata-rata untuk kemampuan bertanya meningkat 5 16% dari 67 14% menjadi 72 3% sedangkan Ketuntasan belajar ekonomi siswa juga mengalami peningkatan dimana siklus pertama rata-rata sebesar 67 7% dan pada siklus kedua menjadi sebesar 87 1%. Dengan demikian dapat disimpulkan dari penerapan pembelajaran koopeartif model Two Stay Two Stray (TSTS) yaitu (1). Dapat meningkatkan kemampuan bertanya dan ketuntasan belajar ekonomi siswa kelas XI IPS SMAN 1 Bululawang. (2). Kemapuan bertanya siswa kelas XI IPS SMAN 1 Bululawang setelah diterapkan Model Pembelajaran Kooperatif Two Stay Two Stray (TSTS) meningkat. (3). Ketuntasan belajar ekonomi kelas XI IPS SMAN 1 Bululawang setelah diterapkan Model Pembelajaran kooperatif Two Stay Two Stray (TSTS) meningkat. Beberapa saran yang dapat peneliti sampaikan adalah Guru SMA Negeri 1 Bululawang Malang disarankan untuk mencoba menerapkan metode pembelejaran kooperatif model Two Stay Two Stray (TSTS) karena mendapat respon positif dari siswa Bagi sekolah hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi pertimbangan dalam upaya memperbaiki penerapan strategi pembelajaran di SMA Negeri 1 Bululawang. Bagi peneliti selanjutnya yang hendak meneliti pembelajaran kooperatif model Two Stay Two Stray sebaiknya disesuaikan dengan materi yang diajarkan. Bagi siswa hendaknya lebih sering bertanya terutama terhadap pelajaran yang masih belum dimengerti.