Tugas Akhir
Studi metode pelaksanaan dan biaya pelat bondek pada pembangunan office dan DC Indomaret Jl. Mayjen Sungkono Buring / Lelly Muthiah
Abstrak
ABSTRAK Muthiah Lelly. 2009. Studi Metode Pelaksanaan dan Biaya Pelat Bondek Pada Pembangunan Office dan DC Indomaret. Proyek Akhir Program Studi Teknik Sipil dan Bangunan Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing Imam Alfianto S. T. M. T. Kata kunci pelaksanaan perbandingan anggaran biaya pelat lantai bondek Perkembangan teknologi konstruksi pada saat ini sangat pesat. Berbagai teknologi baru bermunculan untuk meningkatkan kualitas pekerjaan. Berbagai bahan bangunan pun serta cara pengerjaan yang baik terus dicari untuk kemajuan kualitas hidup manusia. Begitu juga dengan metode pelaksanaan pelat Bondek adalah pelat lantai baja yang berfungsi sebagai bekisting (loss formwork) bentuknya gelombang trapesodal tidak simetris berlapis baja galvanis (Zn) dan memiliki tonjolan (emboss) berdiameter 3 mm yang terdapat disetiap sisi rusuk miring. Memiliki keuntungan mempermuda dan mempercepat pekerjaan pelat lantai pada suatu bangunan bertingkat. Selain itu pelaksanaan proyek dikatakan berjalan baik apabila biaya yang dipakai selama proses pelaksanaan tidak melebihi jumlah yang direncanakan sehingga kontraktor bisa mendapatkan keuntungan sesuai yang direncanakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana cara metode pelaksanaan pelat Bondek dan berapakan perbandingan antara rencana anggaran proyek dengan hasil perhitungan penulis. Studi lapangan ini dilaksanakan pada proyek pembangunan Office dan DC Indomaret Jl. Mayjen Sungkono Buring Malang. Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu dengan Observasi Lapangan Wawancara (Tanya Jawab) Dokumentasi foto untuk mengetahui metode pelaksanaan pelat bondek dan untuk memperoleh data tentang RAB harga bahan dan upah kerja. Dari hasil studi lapangan ini dapat disimpulkan bahwa metode pelaksanaan Pelat Bondek terdiri dari (1) Bahan Utama yang digunakan pada pembuatan pelat lantai adalah Bondek (2) Untuk pekerjaan penulangan pelat lantai menggunakan Wire Mesh (M-6) (3) Untuk tulangan penyangga (shear conector) digunakan baja lunak dengan 10 mm (U24) dan Untuk tulangan korset digunakan baja lunak dengan 8 mm (4) Dari perhitungan volume volume proyek lebih besar dari volume penulis (5) Dari perhitungan analisa biaya diproyek lebih kecil jika dihitung dengan menggunakan SNI 2002.