Skripsi
Pengaruh suhu kalsinasi pada aktivasi zeolit alam terhadap kemampuan mengadsorpsi ion besi(III) / Vina Febriana
Abstrak
ABSTRAK Febriana Vina. 2009. Pengaruh Suhu Kalsinasi pada Aktivasi Zeolit Alam terhadap Kemampuan Mengadsorpsi Ion Besi(III). Skripsi Jurusan Kimia FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Drs. Ridwan Joharmawan M.Si (2) Dra. Nazriati M.Si Kata kunci zeolit adsorpsi aktivasi kalsinasi rasio Si/Al Zeolit merupakan mineral yang terdiri dari kristal aluminosilikat terhidrasi yang mempunyai kemampuan baik sebagai adsorben. Aktivitas adsorpsi zeolit dipengaruhi oleh sifat-sifat permukaan zeolit seperti luas permukaan ukuran pori kristalinitas rasio Si/Al dan keasaman permukaan padatannya. Untuk memperbesar kemampuan zeolit dari segi daya adsorpsinya maka perlu diperlakukan suatu aktivasi zeolit alam. Proses aktivasi zeolit bertujuan untuk meningkatkan sifat-sifat khusus zeolit alam dengan cara menghilangkan pengotor (mineral penggangu) yang terdapat di dalam zeolit. Salah satu proses aktivasi pada zeolit adalah proses kalsinasi. Kalsinasi adalah perlakuan pemanasan pada zeolit dengan suhu yang relatif tinggi biasanya di atas 500oC dan dilakukan di dalam furnace. Proses kalsinasi terhadap zeolit alam diharapkan dapat meningkatkan rasio Si/Al memperbesar luas permukaan dan ukuran pori sehingga dapat dihasilkan zeolit dengan sifat adsorben yang tinggi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pangaruh variasi suhu kalsinasi terhadap harga rasio Si/Al dari zeolit dan pengaruhnya terhadap kemampuan mengadsorpsi ion besi(III). Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental yang dilakukan di Laboratorium Kimia FMIPA UM. Penelitian ini dibagi menjadi beberapa tahapan meliputi 1) Tahap aktivasi zeolit 2) Tahap karakterisasi zeolit yang meliputi penentuan keasaman padatan penentuaan rasio Si/Al zeolit penentuan kristalinitas zeolit dari hasil uji XRD dan penentuan % kemampuan zeolit mengadsorpsi ion Fe(III). Zeolit yang digunakan berasal dari desa Kedung Banteng kecamatan Sumbermanjing Wetan kabupaten Malang dengan ukuran zeolit 80 mesh. Aktivasi dilakukan secara fisika maupun kimia. Aktivasi secara kimia dilakukan dengan merendam zeolit dengan HF 1% dilanjutkan dengan mereaksikan zeolit masing-masing dengan HCl konsentrasi 10M pada suhu 80oC selama 4 jam. Selanjutnya zeolit direndam dengan larutan NH4NO3 1 N sambil dishaker dengan kecepatan 130 rpm selama 4 jam. Aktivasi secara fisika dilakukan dengan pemanasan atau kalsinasi pada suhu 650oC 850oC dan 1050oC di dalam furnace selama 4 jam. Zeolit alam dan zeolit hasil aktivasi ditentukan kadar air keasaman padatan dan penentuan rasio Si/Al. Selanjutnya sampel zeolit alam dan zeolit hasil aktivasi digunakan sebagai adsorben ion Fe(III). Hasil penelitian menunjukkan keasaman padatan dari zeolit alam zeolit hasil aktivasi suhu 650oC 850oC dan 1050oC berturut-turut adalah 0 504 2 857 1 008 dan 0 336 mmol/g dan hasil penentuan rasio Si/Al berturut-turut adalah 4 323 5 092 4 943 dan 4 635. Adapun persentase kemampuan adsorpsi terhadap ion Fe(III) untuk sampel Z-A Z-AK650 Z-AK850 dan Z-AK1050 berturut-turut adalah 53 628 94 240 89 770 dan 70 860. Jadi pada penelitian ini suhu 650oC merupakan suhu yang paling baik untuk mengaktivasi zeolit alam sehingga didapatkan sifat adsorpsi yang paling tinggi. i