UPT Perpustakaan UM

  • Beranda
  • Informasi
  • Repository UM
  • SIPADU UM
  • OPAC SIPADU

Pencarian Spesifik

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
No image available for this title

Tesis

Proses berpikir mahasiswa dalam mengkonstruksi bukti keterbagian / Patma Sopamena

Sopamena, Patma - Nama Orang;

Abstrak
Abstrak Konsepsi siswa dan guru tentang bukti telah dikaji oleh banyak peneliti (Erick J Knuth 2002 Lulu Healey Celia Hoyles 2000) demikian halnya dengan proses berpikir khususnya mengkonstruksi grafik (Subanji 2007). Namun kajian-kajian tersebut belum mengkaji pada masalah bagaimana proses berpikir mahasiswa dalam mengkonstruksi bukti . Karena itu dalam penelitian ini akan dikaji proses mengkonstruksi bukti. Konteks yang digunakan untuk mengkaji proses berpikir dalam mengkonstruksi bukti adalah masalah keterbagian. Diambilnya masalah bukti keterbagian dalam penelitian ini terinspirasi dari masalah yang dikaji oleh Erick J Knuth yakni bagaimana kosepsi guru tentang masalah jika jumlah dari semua digit bilangan dapat dibagi 3 maka bilangan itu sendiri terbagi oleh 3. Selanjutnya untuk mengkaji proses berpikir mahasiswa menggunakan kerangka kerja asimilasi dan akomodasi dari Piaget. Ketika seseorang menghadapi suatu masalah maka akan terjadi proses adaptasi yang melibatkan proses asimilasi atau akomodasi. Menurut Piaget asimilasi merupakan proses pengintegrasian stimulus baru ke dalam skema yang sudah terbentuk. Akomodasi merupakan proses pengintegrasian stimulus baru melalui pengubahan skema lama atau pembentukan skema baru untuk menyesuaikan dengan stimulus yang diterima. Penelitian ini dilakukan pada mahasiswa Jurusan Pendidikan Matematika IAIN Ambon yang sedang menempuh matakuliah teori bilangan. Diambilnya mahasiswa yang sedang menempuh matakuliah tersebut karena keterbagian adalah materi awal dari teori bilangan yang memungkinka mahasiswa sudah memahami keterbagian tersebut. Pengambilan data dilakukan dengan metode Think-Out-Loud (TOL) atau sering disebut Think Aloud. Dalam metode TOL mahasiswa diminta untuk mengungkapkan secara keras apa yang sedang dipikirkan. Data yang diperoleh dikodekan dan dijadikan dasar untuk menggambarkan struktur berpikir mahasiswa ketika menghadapi masalah bukti. Dari hasil penelitian ini ditemukan bahwa proses berpikir mahasiswa IAIN Ambon dalam mengkonstruksi bukti keterbagian memiliki dua karakteristik yaitu (a) hampir lengkap yakni ketika mahasiswa mengkonstruksi bukti tetapi tidak sesuai dengan substruktur masalah (proses aljabar) dalam proses asimilasi dan akomodasi (b) tidak lengkap karena ketidaksempurnaan proses asimilasi yang merupakan proses berpikir paling sederhana dan ketidaksempurnaan proses akomodasi. Penelitian ini masih memiliki keterbatasan terutama dalam masalah dan konteksnya karena itu perlu adanya penelitian yang memfokuskan pada (1) bagaimana proses bernalar (resoning) mahasiswa ketika mengkonstruksi bukti selain materi keterbagian (2) desain pembelajaran yang dapat mempermudah terjadinya asimilasi dan akomodasi terkait dengan proses pembuktian.


Informasi Detail
DDC
Rt 512.7207 SOP p
Prodi
Universitas Negeri Malang. Program Studi Pendidikan Matematika, 2009.
Deskripsi Fisik
xii, 132 + [25] lembar : il. : tab. ; 30 cm.
Bahasa
Indonesia
No Reg
02027/KI/09
Edisi
Tesis (Pasca Sarjana)--Universitas Negeri Malang, 2009
Subjek
1. KETERBAGIAN, BUKTI
2. ARITMATIKA

Pembimbing
1. SUBANJI ; 2. SHOHIBUL KAHFI
Lampiran Berkas
You must be logged in to get fulltext


UPT Perpustakaan UM
  • Berita

Tentang Kami

TIM IT Perpustakaan 2023

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS

Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik