UPT Perpustakaan UM

  • Beranda
  • Informasi
  • Repository UM
  • SIPADU UM
  • OPAC SIPADU

Pencarian Spesifik

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
No image available for this title

Tesis

Kepemimpinan kepala sekolah dalam meningkatkan prestasi sekolah (studi multisitus di SMAN 2 Madiun dan SMAN 2 Ngawi) / Sudarwati

Sudarwati - Nama Orang;

Abstrak
ABSTRAK Sudarwati. 2009. Kepemimpinan Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Prestasi Sekolah Studi Multisitus di SMAN 2 Madiun dan SMAN 2 Ngawi. Tesis Program Studi Manajemen Pendidikan. Program Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. Imron Arifin M.Pd. (II) Prof. Dr. Willem Mantja M.Pd. Kata kunci kepemimpinan kepala sekolah meningkatkan prestasi sekolah. Pembangunan pendidikan yang bermutu pada jenjang sekolah menengah beberapa tahun terakhir telah banyak mendapat perhatian dari pakar pendidikan. Perhatian itu berupa upaya meningkatkan status sekolah maupun mengembangkan sekolah ideal. Sekolah ideal merupakan sekolah yang bersuasana kondusif dan memungkinkan siswa untuk dapat mengembangkan seluruh potensi dirinya sehingga banyak memperoleh prestasi. Sekolah yang mempunyai banyak prestasi tentu dipimpin oleh kepala sekolah yang mempunyai komitmen kuat untuk meningkatkan potensi sumber daya yang ada di sekolahnya. Yang menjadi permasalahan kajian ini adalah bagaimana kepemimpinan kepala sekolah menjadi faktor utama dalam meningkatkan prestasi sekolah karena kepala sekolah mempunyai posisi dan peranan penting dalam meningkatkan kualitas sekolah. Untuk itu penelitian ini difokuskan pada kepemimpinan kepala sekolah dalam meningkatkan prestasi sekolah yang dijabarkan dalam (1) kepemimpinan kepala sekolah (2) strategi kepemimpinan kepala sekolah (3) faktor pendukung (4) faktor kendala dan (5) upaya kepala sekolah dalam memberdayakan faktor pendukung dan upaya mengatasi kendala dalam meningkatkan prestasi sekolah. Kelima fokus penelitian tersebut dianalisis secara lintas situs untuk memahami dan mendeskripsikan persamaan dan perbedaan antar situs. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang dilakukan di SMAN 2 Madiun dan SMAN 2 Ngawi sebagai sekolah berprestasi dengan rancangan penelitian multisitus pada metode komparatif konstan dan analisa induktif untuk menemukan makna dari fenomena pada latar penelitian. Penentuan informan dilakukan dengan teknik pengambilan sampel secara purposive sampling internal sampling time sampling dan teknik bola salju (snowball sampling). Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah (1) wawancara mendalam (2) observasi partisipan dan (3) studi dokumentasi. Data yang terkumpul dari ketiga teknik tersebut dianalisis secara berulang yang didalamnya melibatkan kegiatan reduksi data sajian data dan verifikasi/penarikan kesimpulan baik melalui analisis dalam situs maupun analisis lintas situs guna menyusun konsep temuan lapangan. Kredibelitas data dicek dengan triangulasi sumber triangulasi metode member chek diskusi teman sejawat dan kecukupan referensi. Sedangkan dependabilitas dan konfirmabilitas diperoleh melalui pengauditan oleh dosen pembimbing. Temuan penelitian ini adalah Pertama kepemimpinan kepala sekolah pada sekolah berprestasi mempunyai karakteristik yang sama dengan kepemimpinan transformasional dengan tipologi the value-based juggler yaitu mampu mempengaruhi komponen sekolah dalam proses perbaikan sekolah dengan tetap berorientasi pada kemajuan belajar siswa. Kepala sekolah mengkomunikasikan visi pribadi dan visi sekolah kepada orang tua masyarakat dan pemerintah. Kepala sekolah mempunyai nilai kepemimpinan yang menjadi landasan berfikir dan bertindak dalam memimpin sekolah yaitu (a) disiplin dan bekerja sebagai ibadah (b) bersikap demokratis (c) bertanggung jawab (d) berani berinovasi dan yakin pada pembaharuan dan (e) jujur amanah dan terbuka. Kepala sekolah juga mempunyai hubungan sosial yang terjalin baik dengan warga sekolah antara lain (1) kesejawatan (2) ketauladanan (3) menghargai prestasi guru dan siswa dan (4) kekeluargaan kepedulian dan kesejahteraan. Kedua strategi yang dilakukan kepala sekolah dalam meningkatkan prestasi sekolah adalah (1) optimalisasi proses pembelajaran (2) memberdayakan dan meningkatkan profesionalisme guru dan karyawan sekolah (3) pemberdayaan potensi siswa (4) menjalin kemitraan dan kerjasama (5) melakukan studi banding dan (6) mengoptimalkan penggunaan fasilitas sekolah. Strategi tersebut dilakukan bersamaan karena ada keterkaitan satu dengan yang lain Ketiga faktor-faktor pendukung dalam meningkatkan prestasi sekolah antara lain (1) sarana prasarana sekolah yang lengkap dan memadai (2) input siswa yang unggul dan terseleksi (3) komitmen guru dan karyawan yang berkualifikasi di bidangnya (4) lingkungan sekolah yang kondusif sebagai tempat pembelajaran sehingga tercipta iklim belajar dan iklim kerja yang sehat dan kompetetif (5) memperoleh dukungan dari komponen sekolah dan (6) jalinan kerjasama dan kemitraan dengan orangtua masyarakat lembaga pemerintah bisnis swasta dan lembaga pendidikan internasional. Keempat faktor kendala dalam meningkatkan prestasi sekolah antara lain (1) belum semua guru menguasai ICT (2) lahan sekolah yang kurang luas di SMAN 2 Madiun (3) kurangnya tenaga pelatih dalam kegiatan ekstrakurikuler dan (4) masyarakat yang kurang paham terhadap inovasi pendidikan Kelima Upaya kepala sekolah dalam memberdayakan faktor pendukung yang berasal dari guru karyawan dan siswa adalah dengan melibatkan dan meningkatkan potensi guru dan siswa dalam semua kegiatan sekolah sedangkan untuk memberdayakan sarana pendidikan dilakukan dengan menyusun jadwal penggunaan fasilitas pendidikan secara rutin maupun diluar jadwal yang ada. Upaya mengatasi kendala dalam meningkatkan prestasi sekolah dapat dilakukan dengan menjalin kerjasama dengan pihak terkait misalnya komite sekolah masyarakat bisnis swasta pemerintah dan lembaga pendidikan internasional Dari hasil penelitian ini disarankan (1) Bagi penyelenggara pendidikan penelitian ini memberikan gambaran sekolah berprestasi beserta kegiatan aktif dari para guru dan siswa sehingga dapat dijadikan model dalam pengelolaan sekolah (2) Bagi kepala SMAN 2 Madiun dan SMAN 2 Ngawi disarankan tetap mempertahankan image masyarakat tentang sekolah favorit terhadap kedua sekolah tersebut dengan meningkatkan prestasi akademik dan non akademik (3) Bagi kepala sekolah lain kepemimpinan kepala sekolah pada SMAN 2 Madiun dan SMAN 2 Ngawi dapat dijadikan model kepemimpinan sekolah yang efektif. Untuk masyarakat pendidik disarankan menyebarluaskan wawasan dan kesadaran kepada masyarakat bahwa dukungan kepada sekolah sangat diperlukan demi terselenggaranya pendidikan yang berkualitas. (4) Bagi pemerintah sesuai dengan pelaksanaan UU No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional maka pemerintah memberi keleluasaan dalam pengambilan keputusan dan pengelolaan sekolah dengan mengoptimalkan program manajemen berbasis sekolah. ABSTRACT Sudarwati. 2009. The Headmaster Leadership in Improving School Achievement Multisite Studies in Senior High School 2 Madiun and Senior High School 2 Ngawi. Thesis Education Management Graduate Program. State University of Malang. Advisor (I) Dr. Imron Arifin M.Pd. (II) Prof. Dr. Willem Mantja M.Pd. Key term headmaster leadership improving school achievement In the recent year development of quality education at high school has been getting many attentions from expert of education. Those attentions are the form of effort to improve the status of school and develop ideal school. Ideal school is to have atmosphere conducive and enable student to develop entire all self potency so that obtaining many achievements. School having many achievements was of course led by headmaster who having strong commitment improve resource potency in school. The problem of this study is how the leadership of headmaster becomes primary factor in improving school achievement because headmaster has important role and position in improving the quality of school. For that this research is focused at leadership of headmaster in improving school achievement which described in (1) leadership of headmaster (2) headmaster leadership strategy (3) supporting factor (4) constraint factor and (5) headmaster s effort in forceful supporting factor and effort overcome constraint in improving school achievement. The fifth research focus analyzed by crossing site to comprehend and describe difference and similarity between sites. This research uses qualitative approach which conducted at SMAN 2 Madiun and SMAN 2 Ngawi as school which have achievement with research design of multi-sites at constant comparability method and inductive analysis find the meaning of phenomenon at research background. Determinations of informants are done with technique removal of sample by purposive sampling internal sampling time sampling and snowball sampling technique. Technique data collecting used (1) in-depth interview (2) participant observation and (3) study of documents. Data which gathered from third the techniques analyzed many times which involve activity of data reduction data presentation and verification/withdrawal of conclusion through analysis in sites and analysis crossing sites to arrange the finding concept at field. Data credibility checked with source triangulation method triangulation member check friend colleague discussion and enough references. While dependability and conformability obtained through auditing by advisor lecturer. The finding of this research are Firstly leadership of headmaster at excellent school which have the same transformational leadership characteristics with the value based juggler typology that can influence school component in process to improve of school with fixed oriented at student progress learning The headmasters communicate personal vision and school visions to parent society and government. Headmasters have leadership values which become the basis thinking and acting in leading school these are (a) discipline and work as praying (b) democratically behavior (c) responsibility (d) the bravery to innovate and confidence and (e) honesty trusty and opened attitude. Headmaster also have good relationship with societies school for example (1) colleague (2) modeling (3) reward to achievement s teacher and student and (4) familiarity prosperity Secondly the strategies which conducted by headmaster in improving school achievement are (1) optimize learning process (2) forceful and improve professionalism teacher and school employees (3) forceful of student potency (4) braiding cooperation and partner (5) do comparison study and (6) optimize usage of school facilities. The strategies are conducted at the same time because they relate one another. Thirdly support factors in improving school achievement for example (1) school facilities which are adequate and complete (2) student input which are excellent and selected (3) teacher and employees commitment who have the qualified competence in their jobs (4) school environment which is conducive as learning place so that create learning and activity climate which are healthy and competitive (5) the leaderships obtain support from school component and (6) they cooperate braid and partnership with parent society government agency private sector business and international education institute. Fourthly constraint factors in improving achievement school for example (1) not all of the teacher master of ICT (2) schoolyard is less wide in SMAN 2 Madiun (3) lack of coach in extracurricular activity and (4) society less understanding to education innovation. Fifthly headmaster efforts in forceful support factor from teacher student and employees who involve and improve teacher and student potency in all activities of school while to forceful facility of education conducted by arranging schedule usage of education facility routinely and outside schedule. The effort to overcome constraints in improving school achievement can be conducted by braided cooperation with related parties for example school committee society private sector business government and international education institute. From this research result are suggested (1) For organizer of education this research gives the image of excellent school with active activity from all of students and teachers so that can be made model in school management (2) For head of SMAN 2 Madiun and of SMAN 2 Ngawi suggested remain to maintain society image concerning favorite school to both school with improved achievement of academics and non academics (3) For the other headmaster leadership of headmasters at SMAN 2 Madiun and of SMAN 2 Ngawi can be made leadership model of effective school. For the society of educator suggested to overspread awareness and knowledge to societies that the supports school are needed for good educational management. (4) For government as according to apply of UU Number 20 Year 2003 about National Education System hence government gives freedom in decision making and school management by program school base management optimally.


Informasi Detail
DDC
Rt 371.2012 SUD k
Prodi
Universitas Negeri Malang. Program Studi Manajemen Pendidikan, 2009.
Deskripsi Fisik
xiii, 100 lembar : il. : tab. ; 30 cm.
Bahasa
Indonesia
No Reg
02031/KI/09
Edisi
Tesis (Pasca Sarjana)--Universitas Negeri Malang, 2009
Subjek
1. KEPALA SEKOLAH - KEPEMIMPINAN
2. MANAJEMEN SEKOLAH

Pembimbing
1. IMRON ARIFIN ; 2. WILLWM MANTJA
Lampiran Berkas
You must be logged in to get fulltext


UPT Perpustakaan UM
  • Berita

Tentang Kami

TIM IT Perpustakaan 2023

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS

Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik