Tugas Akhir
Perbaikan profil tegangan di gardu distribusi 20 KV menggunakan tap changer / Indra Saputra
Abstrak
ABSTRAK Indra Saputra. 2009. Perbaikan Profil Tegangan Pada Gardu Distribusi 20 KV Menggunakan Tap Changer. Tugas Akhir. Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Drs. Setiadi C.P M.T. M.Pd. (II) M. Rodhi Faiz S.T. M.T. Kata Kunci profil tegangan jatuh tegangan losses tap changer. Mengidentifikasi cara mengatasi jatuh tegangan dengan mengoprasikan Tap Changer.Mendiskripsikan hasil analisis profil tegangan yang stabil pada gardu distribusi 20 KV dengan berbagai pengaruh pembebanan dan menentukan profil tegangan yang sesuai menurut SPLN. Mendiskripsikan pengaruh penerapan Tap Changer pada profil tegangan dengan berbagai variasi beban pada gardu distribusi 20 KV dengan mensimulasikannya. Metode penulisan yang dipakai dalam penulisan tugas akhir ini adalah studi literatur pengambilan data dan analisa data. Metode ini mengambil data dari PT. PLN (Persero) Probolinggo. Data-data yang di ambil berupa data kapasitas trafo pengukuran arus dan pengukuran tegangan. Dalam metode ini di gunakan perhitungan secara manual dan simulasi. Dari hasil perhitungan selisih dari hasil kedua metode tidak terlalu jauh. Adanya perbedaan hasil masih dalam batas kewajaran. Nilai jatuh tegangan sebelum dilakukan pengubahan posisi Tap cukup tinggi dan terdapat di beberapa gardu yang sampai melebihi batas toleransi. Setelah dilakukan pengubahan Tap pada posisi 1.050 ternyata terjadi penurunan prosentase jatuh tegangan antara 2 - 6 persen begitu juga tegangan ujung menjadi naik di mana tegangan yang semula di bawah batas toleransi menjadi lebih baik. Setelah dilakukan pengubahan posisi Tap terjadi perubahan angka salah satu contoh di GTT 45 yaitu tegangan ujung semula 195 V dengan Drop 11 44% setelah di lakukan pengubahan posisi Tap adalah 207 V dengan Drop 5 73% dan terjadi kenaikan sebesar 12 V dengan penurunan Drop sebesar 5 71%. Dengan adanya kondisi tersebut diperlukan evaluasi dan perencanaan kembali yang memperhatikan kriteria-kriteria perencanaan seperti jatuh tegangan yang diijinkan dan kelangsungan pelayanan listrik sehingga muncul optimasi pada jaringan yang dipakai.