Tugas Akhir
Mengoptimalkan keterampilan berbicara siswa kelas IV SDN Penanggungan Malang dengan menggunakan strategi pemodelan / Hasim Asyari
Abstrak
ABSTRAK Asyari Hasim. 2009. Mengoptimalkan Keterampilan Berbicara Siswa kelas IV SD Negeri Penanggungan dengan Menggunakan Strategi Pemodelan. Laporan.Program Sertifikasi Guru Sekolah Dasar Jalur Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing Dra. Sri Harmini M.Pd Kata Kunci strategi pemodelan mengoptimalkan keterampilan berbicara Kemampuan berbicara sangat penting dalam kehidupan manusia karena sebagian besar aktivitas kehidupan manusia membutuhkan dukungan kemampuan berbicara. Kemampuan berbicara telah diajarkan sejak siswa duduk di kelas I melalui pembelajaran keterampilan berbicara. Ketika siswa duduk di kelas IV seharusnya siswa telah terampil berbicara. Namun siswa di kelas IV SD Negeri Penanggungan Malang keterampilan berbicara masih sangat rendah. Dalam pembelajaran keterampilan berbicara siswa kelas IV A SD Negeri Penanggungan Malang semester 1 yang mencapai SKBM 63 hanya 15 orang dari 36 siswa. Untuk mengatasi masalah trsebut dilakukan penelitian tindakan kelas dengan penggunaan strategi pemodelan untuk mengoptimalkan keterampilan berbicara siswa khususnya pada materi deskripsi seseorang dan deskripsi kegemaran. Masalah penelitian meliputi (1) Apakah Penerapan Strategi Pemodelan Dapat Mengoptimalkan Keterampilan Berbicara Siswa Kelas IV SD Negeri Penanggungan pada Materi Mendeskripsikan Seseorang dan Mendeskripsikan Kegemaran (2) Bagaimana Penerapan Strategi Pemodelan dapat Mengoptimalkan Keterampilan Berbicara Siswa SD Kelas IV Negeri Penanggungan pada Materi Mendeskripsikan Seseorang dan Mendeskripsikan Kegemaran Pembelajaran keterampilan berbicara dengan strategi pemodelan ini terdiri atas tiga tahap yaitu (1) mendengarkan model berbicara (2) menganalisis model berbicara dan (3) latihan berbicara. Alasan pemilihan strategi pemodelan ini antara lain (1) secara teori dan berdasarkan pengalaman para peneliti terdahulu startegi ini terbukti dapat meningkatkan keterampilan berbahasa siswa (2) di lembaga-lembaga pendidikan non formal seperti pesantren yang cenderung menggunakan strategi pemodelan sering melahirkan pembicara yang baik. Rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah rancangan deskriptif. Adapun jenis penelitiannya adalah penelitian tindakan kelas. Dalam pelaksanaannya tindakan diberikan kepada semua siswa tetapi yang dianalisis dikhususkan pada delapan siswa kelas IVA SD Negeri Penanggungan yang dijadikan fokus penelitian. Instrumen utama pengumpul data dalam penelitian ini adalah guru sebagai kolaborator dan peneliti sendiri. Dalam pengumpulan data peneliti dan guru dilengkapi instrument pendukung berupa lembar pengamatan catatan lapangan dan tes berbicara.