Tugas Akhir
Peningkatan aktivitas, motivasi, dan prestasi belajar matematika dengan penerapan model \"Pakem\" pada siswa kelas V SDN Sumbersari III Kota Malang / M. Amirusi
Abstrak
ABSTRAK Amirusi M. 2009. Peningkatan Aktivitas Motivasi dan Prestasi Belajar Matematika dengan Penerapan Model PAKEM Pada Siswa Kelas V SDN Sumbersari III Kota Malang. Laporan Pemantapan Kemampuan Mengajar Program Sertifikasi Guru SD dalam Jabatan melalui Jalur Pendidikan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing Dra. Hj. Sukamti M.Pd. Kata Kunci aktivitas belajar motivasi belajar prestasi belajar pembelajaran aktif kreatif efektif dan menyenangkan. Salah satu langkah yang dapat dilaksanakan di sekolah dasar dalam meningkatkan mutu pendidikan adalah meningkatkan proses pembelajaran pada siswa. Perbaikan proses pembelajaran siswa merupakan salah satu fokus utama dalam peningkatan mutu pendidikan. Meningkatnya mutu pendidikan pada dasarnya adalah meningkatnya hasil belajar siswa. Peningkatan kualitas hasil belajar hanya bisa dicapai bila didukung dengan proses pembelajaran yang efektif. Salah satu model pembelajaran yang efektif dan mampu membuat siswa menjadi aktif adalah PAKEM (Pembelajaran Aktif Kreatif Efektif dan Menyenangkan) Tujuan dari perbaikan atau penelitian ini adalah (1) mengetahui tingkat keaktifan belajar Matematika dengan model PAKEM pada siswa kelas V SDN Sumbersari III Kota Malang (2) mengetahui tingkat motivasi belajar Matematika dengan model PAKEM pada siswa kelas V SDN Sumbersari III Kota Malang dan (3) mengetahui tingkat prestasi belajar Matematika dengan model PAKEM pada siswa Kelas V SDN Sumbersari III Kota Malang. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian tindakan kelas (classroom action research) dengan guru sebagai peneliti yang menggunakan 2 siklus (dua kali putaran). Subjek penelitian ini adalah siswa kelas V SDN Sumbersari III yang berjumlah 41 orang siswa. Data dikumpulkan dengan menggunakan lembar observasi studi dokumentasi dan lembar tes. Analisis menggunakan analisis kualitatif dan kuantitatif deskriptif. Hasil analisis yang diperoleh menunjukkan bahwa dengan penerapan pembelajaran dengan model PAKEM (1) tingkat aktivitas belajar Matematika menjadi meningkat dari sebelum PTK yang sebesar 33 3 % menjadi 66 6% (siklus I) dan 85% (Siklus II) (2) tingkat motivasi belajar Matematika meningkat dari sebelum PTK yang sebesar 33 3% menjadi 64 0% (siklus I) dan 77 3% (Siklus II) dan (3) tingkat prestasi belajar Matematika meningkat dari sebelum PTK yang sebesar 72 85 menjadi 82 88 (siklus I) dan 86 00 (Siklus II). Berdasarkan hasil penelitian ini disarankan para guru di sekolah dasar menggunakan model PAKEM dalam melaksanakan pembelajaran dan tidak terbatas pada pelajaran matematika saja.