Tugas Akhir
Profil tegangan pada transformator distribusi 20 KV berdasarkan pola pembebanan / Lisa Indria Absharina
Abstrak
ABSTRAK Lisa Indria Absharina. 2009. Profil Tegangan Pada Transformator Distribusi 20 kV Berdasarkan Pola Pembebanan. Tugas Akhir. Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Drs. Setiadi Cahyono Putro M.Pd. M.T. (2) Sujito S.T. M.T. Kata kunci tegangan drop tegangan beban Edsa simulasi Salah satu persyaratan keandalan sistem penyaluran tenaga listrik yang harus dipenuhi untuk pelayanan kepada konsumen adalah kualitas tegangan yang stabil. Tetapi pada kenyataannya tegangan tidak selalu stabil dimana suatu saat tegangan naik dan suatu saat tegangan turun. Toleransi tegangan yang diijinkan berdasarkan PUIL 2000 no. 4.2.3.1 adalah tidak boleh melebihi 5%. Faktor yang mendasari bervariasinya tegangan pada sistem distribusi adalah beban dan impedansi saluran. Tujuan utama tugas akhir ini adalah mendapatkan hasil analisis profil tegangan pada trafo distridusi 20 kV berdasarkan beberapa pola pembebanan yang pada akhirnya dapat digunakan dalam menentukan tap trafo yang akan digunakan. Metode yang digunakan dalam pembuatan tugas akhir ini adalah (1) pengambilan data lapangan (2) pengolahan data (3) analisis data (4) melakukan simulasi menggunakan program Edsa Technical 2005 dan (5) menganalisis data hasil simulasi. Data lapangan tersebut diperoleh dari data hasil pengukuran beban malam pada PLN Unit Pelayanan dan Jaringan (UP J) Bululawang. Hasil simulasi menunjukkan bahwa faktor beban dan impedansi antar saluran kenyataannya dapat menyebabkan besar tegangan masukan tidak sama dengan tegangan keluaran. penurunan tegangan pada sisi tegangan menengah masih dalam batas toleransi yang diijinkan yaitu kurang dari 5%. Dengan melakukan beberapa asumsi maka dapat diketahui bahwa perubahan beban yang terjadi berpengaruh terhadap nilai tegangan yang di terima apabila terjadi pengurangan beban maka drop tegangan juga akan berkurang dan tegangan yang di terima lebih besar sebaliknya jika beban meningkat maka drop tegangan akan lebih besar dan tegangan yang di terima lebih kecil. Letak beban yang mengalami perubahan juga berpengaruh terhadap besarnya drop tegangan pada tiap-tiap bus.