UPT Perpustakaan UM

  • Beranda
  • Informasi
  • Repository UM
  • SIPADU UM
  • OPAC SIPADU

Pencarian Spesifik

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
No image available for this title

Tugas Akhir

Pembuatan gaun pesta full cutting / Ninik Wahyuningsih

Wahyuningsih, Ninik - Nama Orang;

Abstrak
Pada kehidupan manusia busana merupakan kebutuhan mendasar dalam bersosialisasi. Selain bertujuan untuk perlindungan diri dari sengatan panas matahari dinginnya hujan angin dan gangguan binatang buas saat ini pakaian juga digunakan untuk menunjukkan identitas strata sosial karya seni dan kreatifitas. Menurut Viani (1999 1) busana adalah segala sesuatu yang kita pakai mulai dari kepala sampai ke ujung kaki. Di dalam hal ini termasuk semua benda yang melekat dibadan semua benda yang melengkapi dan berguna bagi si pemakai. Busana juga dikelompokkan berdasarkan waktu dan kesempatan pemakaiannya yaitu busana sehari-hari busana kerja busana sekolah atau kuliah dan busana pesta. Gaun tidak lepas dari kesan sebuah busana wanita yang mempunyai keanggunan dan kemewahan. Avantie (2004 1) menuliskan Tampilan busana pesta selalu dibuat istimewa baik dari segi model bahan warna aksesori. Sang pemakai selalu berharap busana yang dipakai memiliki daya tarik tersendiri di alam pesta yang dihadirinya. Gaun mempunyai model yang variatif dan berbeda dengan busana seharihari . Berikut ciri-ciri gaun ditinjau dari waktu pemakaian yaitu (1) gaun pesta pagi yaitu model yang digunakan sederhana dan tidak terlalu mewah warna yang dipakai adalah warna yang segar dan pastel (2) gaun pesta siang dan sore yaitu warna yang biasa dipilih adalah warna segar warna-warna segar kesannya soft dan ringan warna yang dipilih adalah merah muda biru dan kuning. Warna ini tetap bisa menonjolkan siluet tubuh pemakainya sehingga kesan glamour masih terlihat (3) gaun pesta malam yaitu memerlukan busana yang akan membuat pemakainya terlihat gla mour bahan yang digunakan harus menimbulkan kesan feminim dan anggun model gaun malam bermacam-macam. Poespo (2000 27) mengatakan Bermacammacam variasi model gaun malam tetapi pada umumnya bagian atas badan berpotongan strapless pundak terbuka(off/one shoulder) leher jerat(halter neck) maupun backless. Jenis gaun malam biasa dipakai wanita yang bercita rasa tinggi . Selain itu menurut Poespo (2000 27) Model gaun pesta malam biasanya sepanjang kaki menyentuh lantai . Menurut kamus Webster s Third New International (1986 A-G) disebutkan bahwa gown is an outer garment a woman dress especially one suitable for afternoon or evening wear yang artinya gaun adalah pakaian luar sebuah busana wanita khusunya sepotong pakaian yang digunakan untuk acara sore dan malam hari sedangkan pesta adalah acara khusus yang diadakan untuk merayakan suatu peristiwa. Berdasarkan beberapa penjelasan diatas maka yang dinamakan dengan gaun pesta adalah sepotong pakaian wanita yang dibuat mewah baik dari segi model bahan warna serta hiasannya yang dikenakan untuk menghadiri acara khusus yaitu pesta. Gaun full cutting adalah sepotong pakaian yang terdiri dari badan atas dan badan bawah yang memiliki banyak potongan sehingga membentuk satu kesatuan desain. Pembuatan bentuk gaun ditetapkan oleh tingkatan lebar pada bahu pinggang panggul serta garis penyelesaian pada kelim. Pembuatan gaun dapat dirancang dengan 3 cara antara lain dirancang pas (fitted) setengah pas (semi fitted) atau kombinasi dari kedua cara diatas. Selain itu pembagian potongan gaun dapat dirancang baik secara horizontal diagonal maupun vertikal. Pembagian secara vertikal dapat dilakukan pada titik manapun tetapi umumnya mengikuti lekuk badan (kontur) pada puncak dada (bust) pinggang dan panggul. (Holly C.H 2007 2). Pada saat mendesain busana ada beberapa hal yang perlu diperhatikan antara lain tekstur. Tekstur adalah sifat permukaan suatu benda. Rosmawati (1999 15)menarik kesimpulan sebagai berikut. Tekstur dapat dibedakan dengan beberapa cara antara lain yaitu (1) cara nyata yaitu tekstur didapat dengan nilai raba perbedaan tekstur atau sifat permukaan benda diketahui dengan cara meraba dan memegang permukaan benda tersebut misalnya untuk mengetahui sifat tekstil apakah kasar halus licin tebal tipis transparan kusam atau kilap (2) cara semu yaitu yaitu tekstur didapat dari nilai lihat perbedaan tekstur diketahui hanya dengan melihat misalnya tekstur yang bermotif kusam dan kilap. Tekstur memegang peranan penting sebuah busana karena tekstur bisa memberi kesan mewah dan glamour. Warna adalah salah satu unsur keindahan dalam seni dan desain selain unsurunsur visual lainnya seperti garis bidang bentuk barik (tekstur) nilai dan ukuran. Selain itu menurut Apsari (2001 6) bahwa warna merupakan faktor utama pada busana sebelum memperhatikan model orang akan tertarik dengan warnanya terlebih dahulu. Pengaruh warna demikian kuatnya baik bagi busana dalam hal ini adalah gaun yang akan dipakai atau pemakainya kesan yang dimunculkan dapat berbedabeda misalnya segar pucat muram dan mewah. Warna yang penulis pilih adalah biru kuning dan merah muda yang tergolong warna triadik yaitu kombinasi warna yang masuk dalam (segitiga) sama sisi dalam lingkaran warna (warna split complementary/triadic contras). Warna-warna tersebut dipilih karena dapat memberi kesan segar dan kesan lebih putih pada kulit pemakai. Sebagai hiasan penulis menggunakan retsluiting. Menurut penjelasan modul program keahlian tata busana (2005 6) rietsluiting pada umumnya terdiri dari dua potong kain masing-masing ditempatkan pada salah satu sisi kain kemudian dipertautkan dengan puluhan atau ratusan gigi dari metal atau plastik. Setiap gigigigi ini untuk melekatkan atau mempertautkan dua bagian kain yang terpisah menjadi satu bagian. Pengoperasiannya terdapat pada kepala retsluiting yang ditarik dengan tangan sehingga bergerak sepanjang deretan giginya. Penulis mencoba menciptakan gaun pesta dengan potongan penuh sehingga membentuk lajur-lajur vertikal yang memiliki tingkat kesulitan tinggi dalam mengatur jarak antara potongan-potongan serta dapat memberi kesan lebih langsing pada pemakai. Gaun pesta yang dirancang kali ini termasuk gaun pesta pagi dengan ciri-ciri model yang sederhana yaitu terdapat beberapa potongan sehingga membentuk beberapa lajur garis vertikal dan dirancang pas pada bagian atas dari dada sampai lutut dan warna yang dipilih adalah warna yang soft. Kombinasi bahan yang digunakan untuk pesta pagi secara keseluruhan adalah sutra organza dan sifon. Bahan lain yang lembut berkilau atau transparan seperti kain bludru renda lame tafetta santung dan lain-lain juga bisa digunakan. Untuk pemilihan bahan penulis menggunakan kain yang memiliki nama pasar kain lobster dan katun bermotif. Kain lobster ini memiliki tekstur yang kasar kilau dan tebal. Jenis ini dipilih karena sesuai dengan desain yang penulis ciptakan yaitu cocok bila diberi dengan aksen zipper serta dapat memperlihatkan kesan glamour karena jenis bahan ini memiliki kilau yang tidak terlalu. Pertimbangan lain dalam pemilihan bahan adalah karena penulis ingin menciptakan terobosan baru yaitu membuat gaun menggunakan bahan yang jarang digunakan oleh orang lain.


Informasi Detail
DDC
Rp 646.47804 WAH p
Prodi
Universitas Negeri Malang. Program Studi D3 Tata Busana, 2009.
Deskripsi Fisik
viii, 56 + [2] lembar : il. : tab. ; 30 cm.
Bahasa
Indonesia
No Reg
02147/KI/09
Edisi
Tugas Akhir (Diploma)--Universitas Negeri Malang, 2009
Subjek
1. BUSANA PESTA - CUTTING
Pembimbing
1. ANIK DWIASTUTI ; 2. ANTI ASTA VIANI
Lampiran Berkas
You must be logged in to get fulltext


UPT Perpustakaan UM
  • Berita

Tentang Kami

TIM IT Perpustakaan 2023

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS

Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik