Tugas Akhir
Pembuatan busana pesta siang dengan hiasan renda dan manik-manik / Ragil Wulandari
Abstrak
Dunia fashion berkembang sangat pesat seiring dengan perkembangan jaman sehingga para desainer dituntut untuk dapat lebih mengembangkan dan mampu menuangkan ide-ide kreatif dalam persaingan trend mode dunia. Busana merupakan salah satu kebutuhan pokok manusia dalam kehidupan sehari-hari yang dapat melindungi tubuh manusia dari pengaruh buruk udara cuaca dan lingkungan selain itu juga membuat penampilan seseorang menjadi lebih menarik. Busana dikenal sejak zaman purbakala sampai sekarang tetapi corak dan bentuknya senantiasa berubah dan makin berkembang mengikuti perkembangan jaman ilmu pengetahuan dan teknologi. Perkembangan busana wanita lebih pesat dibanding busana pria dalam pembuatan busana wanita diperlukan ketelitian dan kecermatan sesuai dengan model yang sedang berkembang. Pengertian busana dalam arti luas adalah segala sesuatu yang melekat pada tubuh mulai dari ujung rambut sampai ujung kaki. Busana digolongkan menjadi beberapa macam antara lain busana pesta yaitu busana yang digunakan untuk berpesta busana kerja yaitu busana yang digunakan untuk bekerja busana rumah yaitu busana yang digunakan di rumah busana sekolah yaitu busana yang digunakan untuk sekolah. Busana pesta merupakan salah satu jenis busana yang umumnya memiliki nilai jual tinggi karena proses pembuatannya menggunakan teknik jahit tingkat tinggi atau biasa disebut dengan istilah teknik jahit adi busana. Busana pesta biasanya terbuat dari bahan yang lunak halus atau tipis. Selain itu biasanya ditambah dengan hiasan-hiasan yang dapat mempercantik busana tersebut misalnya hiasan sulam pita burci/ payet bordir renda atau ornamen lainnya. Busana pesta menurut suasana dan kesempatan antara lain busana pesta pagi hari biasanya terbuat dari bahan berwarna cerah busana pesta siang hari biasanya terbuat dari bahan berwarna cerah yang tidak bercahaya atau berkilau busana pesta malam hari biasanya terbuat dari bahan yang bercahaya atau berkilau (Sofia 2007). Terinspirasi dari keindahan bentuk bunga mawar penulis membuat busana pesta siang dengan hiasan renda berbentuk bunga mawar kecil dan manik-manik. Menurut Miranda (2009) hiasan adalah sesuatu benda yang digunakan untuk mengisi kekosongan suatu permukaan bahan. Pada kesempatan ini penulis menciptakan busana pesta siang one piece dengan model gaun A-line dengan variasi halter neck line yang dihiasi renda dan manik-manik. Halter neck line merupakan busana yang memiliki model tali pada leher dan pada bagian bahu dan punggung yang terbuka. (Poespo 2000). Gaun dengan cutting A-line ini termasuk pada busana longgar sehingga tidak terlihat bentuk atau lekuk tubuh pemakainya. Gaun ini pada bagian dada atas dikombinasi dengan kain tile warna kulit ditambah dengan variasi halter neck dan tali pada bagian leher belakang disimpul membentuk pita. Selain itu terdapat renda dan manik-manik yang berfungsi sebagai pembentuk motif garis sekaligus sebagai aksen yang dapat mempercantik gaun ini. Model busana tersebut cocok digunakan untuk semua bentuk tubuh baik untuk tubuh kurus tubuh ideal maupun tubuh gemuk karena tidak menonjolkan bentuk atau lekuk tubuh pemakainya. Bahan yang dipilih yaitu kain katun sutera bermotif garis dengan warna cerah yaitu warna kuning dan hijau sehingga cocok dipakai untuk pesta pagi atau siang. Penulis memberi hiasan gaun pesta ini dengan menggunakan renda berbentuk bunga mawar kecil dan manik-manik agar terlihat lebih indah feminin dan unik. Definisi renda menurut Kamus Umum Bahasa Indonesia yaitu kerawang/ bikubiku yang biasa dipasang pada busana atau lenan rumah tangga. Menurut Poespo (2007) renda mempunyai berbagai macam jenis dan bentuk antara lain All-over lace Bahan renda ini lebar dan mempunyai dua pinggiran penyelesaian dengan motif sama yang diulang secara keseluruhan. Biasanya dibuat dari serat sintetis misalnya Polyester dan Nylon. Applique Bahan ini adalah motif renda yang bisa dibeli terpisah dari meteran bahan renda. Beading Potongan panjang (Strip) renda ini mempunyai penyelesaian seperti bukaan lubang kancing menyeluruh pada pertengahan rendanya. Clipped Motif renda individual yang terpisah dengan jarak teratur pada latar belakang jala (net) Flounce Memiliki satu pinggiran yang lurus dan pinggiran lain bersiku keluang (scallop). Biasanya lebarnya 45 cm - 90 cm. Gallon Bentuknya bisa apa saja dengan dua pinggiran dekoratif. Renda ini serbaguna dan ekonomis sebab dapat dipotong terpisah untuk menciptakan dua atau lebih potongan desain motif yang digunakan sebagai renda aplikasi. Sets Sama dengan renda berpola renda ini tersedia dalam beberapa ukuran lebar yang berbeda atau kombinasi dari yang satu datar/ rata dan lainnya bermotif bordir ulang. Strip Potongan renda berkualitas bagus dengan panjang keseluruhan antara 3 50 m 5 50 m. Trim Renda sempit yang mempunyai lebar hanya sampai 15 cm dengan variasi sebagai berikut - Edging Renda dengan penyelesaian satu pinggiran lurus dan pinggiran lainnya dekoratif. - Insertion Dua penyelesaian pinggiran renda yang lurus dapat diselipkan ke dalam suatu jahitan atau di atasnya. - Ruffling Renda yang sudah dikerut atau diploi. - Gallon Dua pinggiran renda bersiku keluang (Scallop) - Finishing Lace Renda dengan penyelesaian pada dua pinggirannya. Bahan dasarnya biasanya semi tipis atau terawang dan ditata dengan desain motif bunga atau geometris di atas latar belakang mata jala (Mesh). Renda dikonstruksikan dengan benang-benang simpul dan dijalin sehingga bisa dipakai baik pada serat kain memanjang atau membujur (Poespo 2007 115) Bagian baik bahan renda ditandai oleh garis luar benang pada motifnya. Variasi renda sangat beragam biasanya menggunakan pita mote tali sulaman aplikasi bahkan kristal Swarovski (Infogue 2008). Dalam pembuatan busana pesta ini penulis menggunakan renda jenis trim edging yaitu renda dengan penyelesaian pinggirannya berbeda satu sisi berbentuk lurus sedangkan sisi yang lain berbentuk dekoratif (gelombang) yang terbuat dari bahan lace atau sering disebut dengan renda air satu sisi yang mempunyai lebar 1.5 cm yang dilipit dan diberi variasi berbentuk bunga mawar kecil yang terbuat dari pita organdi dengan lebar 2 cm. Manik-manik yang berfungsi sebagai aksen pada busana dapat memberikan kesan lebih semarak unik mewah dan bernilai jual tinggi. Fungsi lain dari manikmanik yaitu untuk membentuk dan mempertegas motif pada busana. Manik-manik mempunyai jenis dan bentuk yang sangat beragam antara lain payet piring payet datar payet pasir payet bambu payet tebu/ patahan payet lombok payet padi (Maya Coly 2007). Dalam pembuatan busana pesta ini penulis menggunakan jenis payet tebu/ patahan dan manik berbentuk bulat.