Tugas Akhir
Pembuatan busana pesta dengan hiasan aplikasi dan lekapan burci / Widiarti
Abstrak
Saat ini manusia mulai sadar dan mengerti tentang perkembangan busana. Menurut Karomah dan Sawitri (1988 1) busana adalah segala sesuatu yang kita pakai mulai dari ujung rambut sampai ujung kaki termasuk pelengkapnya tata rias wajah dan tata rias rambut yang melekat pada diri si pemakai termasuk semua benda yang berguna dan menambah keindahan bagi pemakainya . Model busana selalu berkembang dan tidak pernah berhenti dari waktu ke waktu. Hal tersebut disebabkan kebutuhan manusia terhadap busana merupakan kebutuhan lahiriah yang keberadaannya harus dipenuhi sebagai kebutuhan primer. Namun sejalan dengan perkembangan di dunia fashion fungsi busana tidak hanya sebagai penutup tubuh dari sengatan panas matahari dan melindungi anggota badan tetapi juga sebagai media menuangkan imajinasi dan kreasi serta menunjukkan gaya hidup seseorang. Busana pesta adalah busana atau kostum yang dipakai pada saat pesta dengan disesuaikan pada waktu dan tempat berpesta. Busana pesta biasanya berbentuk gaun yang dirancang khusus dengan menambahkan berbagai aksesoris sebagai pelengkap busana yang tujuannya untuk menimbulkan kesan anggun dan mewah. Menurut Sukarno (2004 10) busana pesta adalah busana yang dikenakan untuk menghadiri suatu perayaan yang bersifat resmi atau meriah seperti acara resepsi pernikahan dan ulang tahun. Busana pesta merupakan salah satu jenis busana yang digolongkan dalam kelompok busana yang dipakai berdasarkan kesempatan. Busana yang penulis buat adalah mode overall yaitu bagian atas dan celana pendek menjadi satu. Menurut Hornby (2000 940) Overall adalah a loose piece of clothing like a shirt and trouser/pants in one piece made of heavy fabric and usually worn over other clothing by workers doing dirty work . Dengan kata lain overall adalah busana longgar yang bagian atas dan bawah berbentuk celana disambung menjadi satu. Pada umumnya busana overall terbuat dari bahan tebal seperti bahan jeans. Mode overall yang penulis buat yaitu dari bahan katun sutra warna hijau dan bagian atas busana terdapat krah shanghai yang menempel pada ujung aplikasi. Pada bagian depan busana overall tedapat aplikasi yang berbentuk belah ketupat yang menggunakan kombinasi bahan katun sutra warna hijau dan kuning diatas aplikasi tersebut dihiasi payet yang fungsinya untuk mempertegas motif aplikasi dan untuk menambah keindahan. Busana overall menggunakan bahan tambahan yaitu sifon sutra yang fungsinya untuk menambah kesan anggun dan feminine sedangkan bagian belakang terdapat tutup tarik. Busana tersebut juga menggunakan vuring silky jepang karena jenis kainnya memiliki sifat lebih lembut dari bahan utama. Penulis memilih katun sutra karena bahannya ringan dan dingin. Kain ini juga memiliki kilau dan serat benang yang rapat sedangkan alasan penulis memilih mode overall karena busana tersebut sangat simpel dan penulis ingin memberikan inovasi baru dengan cara memodifikasi busana overall menjadi busana pesta yang sesuai dengan trend. Busana overall ini kelihatan lebih anggun dan indah dengan balutan bahan sifon sutra sebagai pelapis hiasannya juga tidak terlalu mencolok sehingga cocok dengan busana pesta remaja yang dipakai pada waktu pesta siang hari yang bersifat tidak formal. Hal ini sesuai dengan pendapat Chodijah (1982 166) menjelaskan bahwa Perbedaan antara busana pesta siang dan busana pesta malam yaitu terdapat pada model busana warna dan bahan yang digunakan. model busana pesta siang sederhana dan tidak terlalu terbuka bahan yang digunakan agak lembut dan tidak terlalu berkilau warna bahan yang dipakai adalah warna yang lembut atau warna pastel. Sedangkan busana pesta malam model busana terlihat mewah menggunakan bahan yang berkilau dan warna yang dipilih cenderung berwarna gelap dan mencolok. Pada busana pesta yang penulis rancang menggunakan perpaduan 2 warna yaitu kuning dan hijau. Warna adalah salah satu faktor penting yang mendukung penampilan sebuah busana pesta. Yuliawati (2006 8) menjelaskan bahwa Pemilihan warna pada pembuatan busana pesta berkaitan dengan kesempatan busana pesta akan dikenakan. Misalnya untuk kesempatan siang hari warna yang bisa dipakai adalah warna-warna lembut seperti merah muda biru muda coklat muda dan merah muda. Sedangkan untuk malam hari warna yang bisa dipakai adalah warna-warna yang lebih berani seperti merah dan hitam . Menurut Prang (1876 2) warna hijau mempunyai sifat keseimbangan dan selaras sedangkan Warna kuning menggambarkan sesuatu yang bersinar atau bersifat cahaya. Perpaduan dua warna yang serasi dan merupakan warna analogus (memadukan warna yang bersebelahan dalam lingkaran warna yaitu lingkaran warna kuning dan hijau) sehingga warna ini memberi kesan serasi dan seimbang selain itu warna kuning menimbulkan efek cahaya yang dapat mempertegas corak atau motif garis yang ditimbulkan. Aplikasi yaitu menempelkan potongan kain pada kain lain kemudian dijahit menggunakan mesin jahit atau dijahit dengan menggunakan tangan. Menurut Tjahjadi (2007 4) aplikasi berasal dari kata Applique atau Appliquery (bahasa Perancis) yang berarti menempel melekatkan atau memasang motif pada sebuah busana baik dilakukan dengan mesin jahit ataupun manual dengan tangan. Penerapan teknik aplikasi dipilih karena untuk menepis anggapan bahwa aplikasi itu indah jika diterapkan pada busana anak dan lenan rumah tangga saja padahal dengan daya kreatifitas yang tinggi teknik ini juga dapat diterapkan pada busana pesta dan mampu memberi nilai keindahan. Selain itu dengan penerapan teknik aplikasi kita bisa lebih bebas menuangkan kreatifitas dalam pembuatan sebuah busana. Sedangkan burci dipakai untuk memberi hiasan pada aplikasi karena permukaannya yang mengkilat dapat mempertegas motif aplikasi dan dapat menambah kesan mewah pada busana pesta.