Skripsi
Pengembangan strategi penggunaan gambar seri untuk meningkatkan kemampuan bercerita siswa kelas VII MTs Negeri Batu tahun pelajaran 2008/2009 / Ita Permatasari
Abstrak
ABSTRAK Permatasari Ita. 2009. Pengembangan Strategi Penggunaan Gambar Seri untuk Meningkatkan Kemampuan Bercerita Siswa MTS Negeri Batu Tahun Pelajaran 2008/2009. Sripsi Jurusan Sastra Indonesia FS Universitas Negeri Malang. Pembimbing Prof. Dr. Abdul Syukur Ghazali M. Pd. Kata kunci bercerita media gambar seri. Pembelajaran Bahasa membedakan empat aspek keterampilan kebahasaan yang terdiri atas (1) keterampilan menyimak (2) berbicara (3) membaca dan (4) menulis. Seluruh aspek keterampilan tersebut terlibat dalam kemampuan bersastra maupun keterampilan berbahasa yang perlu disajikan secara seimbang dan terpadu. Pernyataan tersebut terdapat dalam KTSP 2006 yang merupakan penyempurnaan dari KBK (2004). Keterampilan berbicara adalah kemampuan mengungkapkan pendapat atau pikiran dan perasaan kepada seseorang atau kelompok secara lisan baik secara berhadapan ataupun dengan jarak jauh. Keterampilan berbicara adalah kemampuan menyusun kalimat-kalimat karena komunikasi terjadi melalui kalimat-kalimat untuk menampilkan perbedaan tingkah laku yang bervariasi dari masyarakat. Dengan demikian berbicara adalah menyampaikan pikiran pendapat ide atau pikiran yang disampaikan kepada orang lain secara lisan menggunakan bahasa yang baik sehingga pesan yang disampaikan dapat diterima oleh pendengar. Kegiatan bercerita merupakan bagian dari keterampilan berbicara. Kegiatan bercerita juga terdapat dalam kompetensi dan kompetensi dasar satuan pendidikan Sekolah Menengah Pertama (SMP)/Madrasah Tsanawiyah (MTs). Standar Kompetensi kegiatan bercerita adalah mengekspresikan pikiran dan perasaan melalui kegiatan bercerita. Bercerita merupakan aktivitas menuturkan sesuatu yang mengisahkan tentang perbuatan pengalaman atau suatu kejadian yang sungguh-sungguh terjadi maupun hasil rekaan. Media gambar seri adalah urutan gambar yang mengikuti suatu percakapan dalam hal memperkenalkan atau menyajikan arti yang terdapat pada gambar. Alasan digunakannya media gambar seri adalah agar media gambar tersebut dapat membantu menyajikan suatu kejadian peristiwa yang kronologis dengan menghadirkan orang benda dan latar. Kronologi atau urutan kejadian peristiwa dapat memudahkan siswa untuk menuangkan idenya dalam kegiatan bercerita. Dikatakan gambar seri karena gambar satu dengan gambar lainnya memiliki hubungan keruntutan peristiwa. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan penggunaan gambar seri untuk meningkatkan kemampuan bercerita siswa yang meliputi (1) kelengkapan tokoh peristiwa latar (2) keruntutan alur cerita dan (3) kepaduan antar gambar. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif. Data diambil dari penelitian yang dilakukan di kelas yaitu di MTs. Negeri Batu. Data yang diperoleh berupa data verbal bercerita siswa. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa (1) aspek cerita yang disampaikan siswa yang bercerita dengan membuat cerita terlebih dulu lebih lengkap daripada aspek cerita yang disampaikan siswa yang bercerita secara langsung (2) alur cerita yang disampaikan siswa yang bercerita dengan membuat cerita terlebih dulu lebih runtut daripada alur cerita yang disampaikan siswa yang bercerita secara langsung dan (3) kepaduan antar gambar yang diceritakan siswa yang bercerita dengan membuat cerita terlebih dulu lebih padu daripada kepaduan antar gambar yang disampaikan siswa yang bercerita secara langsung.