UPT Perpustakaan UM

  • Beranda
  • Informasi
  • Repository UM
  • SIPADU UM
  • OPAC SIPADU

Pencarian Spesifik

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
No image available for this title

Tugas Akhir

Aplikasi patchwork pada busana pesta pria / Dwi Haris Setyawan

Setyawan, Dwi Haris - Nama Orang;

Abstrak
Busana merupakan salah satu kebutuhan pokok manusia disamping pangan dan papan atau perumahan. Pada zaman purba dahulu tujuan berbusana adalah untuk melindungi tubuh dari udara dingin panas (sengatan matahari) dan gigitan serangga serta ada juga yang berhubungan dengan tahayul. Akan tetapi yang mereka kenakan tersebut belum dapat dikatakan sebagai pakaian karena banyak yang bersifat sebagai hiasan belaka misalnya tubuh dihiasi dengan goresangoresan yang berwarna (tato) untaian tulang gigi kulit kerang (Irianti dan Aini. Dalam Irawati 1991 1) Berdasarkan pendapat diatas sejak zaman dahulu busana tidak hanya berupa pakaian tetapi juga berupa hiasan yang dapat digunakan sebagai pelindung tubuh. Secara garis besar tujuan berbusana terdiri dari tiga unsur pokok yaitu untuk memenuhi keberadaban dan kesusilaan memenuhi rasa keindahan serta memenuhi syarat kesehatan (Irianti dan Aini dalam Irawati 1991 3). Berdasarkan pendapat tersebut dapat disimpulkan bahwa pada awalnya tujuan orang berbusana adalah untuk melindungi tubuh dari berbagai macam gangguan seperti pengaruh cuaca dan serangan hewan yang kemudian menjadi syarat kesehatan. Pada masa sekarang unsur keindahan tampak lebih menonjol jika dibandingkan dengan fungsi berbusana lainnya. Keindahan pada busana dapat diciptakan melalui adanya hiasan pada busana maupun adanya variasi pada model busana. Keindahan busana juga dapat diciptakan dari kombinasi warna atau perpaduan warna yang digunakan. Kombinasi warna dapat berpengaruh terhadap penampilan seseorang dalam berbusana. Seiring dengan perkembangan zaman yang berpengaruh terhadap aspek kehidupan ternyata berpengaruh pula pada dunia fashion. Perkembangan pada dunia fashion dapat dilihat dari munculnya model-model busana dengan bermacam-macam hiasan teknik pengerjaan sampai pada penggunaan bahan dan warna. Hal tersebut melahirkan karya-karya spektakuler dalam khasanah mode busana. Perkembangan pada dunia fashion dapat ditemui pada semua jenis busana baik busana pria busana wanita sampai busana anak yang dapat digunakan untuk berbagai kesempatan. Busana pesta adalah busana yang dikenakan pada saat pesta serta dapat dikenakan oleh kaum pria dan wanita tanpa mengenal batas usia. Busana pesta memiliki bentuk dan model yang bermacam macam baik pemilihan material sampai detail hiasan busana. Busana pesta untuk pria pada umumnya berupa setelan jas celana panjang dan pakaian resmi lain seperti batik. Trend busana pesta pria remaja tahun 2009 mengarah pada busana pesta untuk siang hari yang terdiri dari celana pendek celana yang memiliki panjang sampai dengan tengah betis kemeja pas badan lengan pendek kemeja tanpa lengan. Pelengkap busana yang dapat digunakan seperti scarf sepatu ikat pinggang kacamata. Bahan yang digunakan adalah jenis kain yang memiliki sifat tidak panas dan bermotif garis-garis. Busana pesta siang adalah busana pesta yang dikenakan pada waktu siang hari. Adapun ciriciri busana pesta siang hari( Waworuntu dalam Irawati 1992 2) adalah model lebih sederhana dari busana pesta malam warna muda dan tidak menyilaukan mata menggunakan pelengkap busana seperti topi ikat pinggang sepatu bahan yang dipakai sejuk dan nyaman bagi pemakainya. Aplikasi berasal dari kata Applique atau Appliquery (bahasa Perancis ) yang berarti menempel melekatkan atau memasang motif pada sebuah busana baik dilakukan dengan mesin jahit ataupun manual dengan tangan (Tjahjadi 2007 4). Patchwork adalah seni menyatukan potongan-potongan kain kecil menjadi satu yang kemudian menjadi sebuah motif baru.(Tjahjadi 2007 4). Aplikasi dengan teknik patchwork berarti menyatukan potongan-potongan kain kecil menjadi motif baru yang kemudian ditempelkan pada busana dengan cara dijahit menggunakan mesin jahit atau dijahit dengan tangan manual. Busana yang penulis buat adalah busana pesta pria remaja untuk siang hari dengan memodifikasi garis/ lajur-lajur menyerupai bentuk geometrik yang merupakan penyesuaian dari tema Geometric evolution dan trend busana pesta pria remaja tahun 2009. Busana tersebut terdiri dari dua bagian yaitu busana atas yang merupakan modifikasi dari rompi/ vest pas badan sebatas pinggang tanpa lengan dan berkrah tegak serta celana yang panjangnya sampai dengan dibawah lutut. Rompi atau yang lebih dikenal dengan nama vest adalah salah satu jenis pakaian yang hadir pertama kali pada masa Baroque dan RococoPada awalnya vest dibuat dengan panjang hingga lutut akan tetapi seiring dengan adanya perkembangan telah dipendekkan hingga batas pinggang. Vest biasanya dibuat tanpa lengan (sleeveless) memiliki bermacam-macam krah seperti rebah rever setali sampai krah tegak. Vest dapat dibuat telangkup tunggal (Single Breasted) telangkup dobel (Double Breasted) menggunakan kancing ataupun menggunakan penutup tarik (zipper) (Poespo 2005 1) Celana (Trousers)adalah pakaian luar yang menutupi badan atau lebih khususnya kaki dari pinggang sampai ke mata kaki . Detail dari busana pesta pria menggunakan aplikasi patchwork yang memodifikasi garis/lajur-lajur menjadi bentuk geometrik yang menyerupai bentuk segitiga dan segi empat. Bentuk-bentuk geometrik tersebut dibuat dengan dua warna yang berbeda pada tiap lajurnya. Ukuran dari tiap lajur juga dibuat berbeda antara satu dengan yang lain. Perbedaan ukuran tersebut digunakan untuk mengurangi kesan monoton menambah kesan dinamis pada pengulangan bentuk geometrik. Alasan lain pemilihan bentuk geometrik yang menyerupai bentuk segitiga dan segi empat adalah karena penulis ingin menuangkan inspirasi yang berasal dari bentuk-bentuk geometrik tersebut ke dalam busana pesta pria remaja yang diwujudkan dalam aplikasi patchwork. Busana pesta dengan hiasan aplikasi patchwork dapat dilengkapi dengan sepatu boot setinggi tengah betis serta topi tanpa tutup pada bagian atas. Bahan yang digunakan untuk busana pesta pria dengan hiasan aplikasi patchwork adalah kain rayon atau katun sutra. Rayon adalah kain dengan benang halus yang panjangnya dapat dibuat seberapa panjangnya dan merupakan serat buatan yang ditemukan pada tahun 1884. Seiring dengan perkembangannya kemudian rayon dikenal masyarakat dengan nama dagang katun sutera. Roesbani (1982 30) menyebutkan rayon atau yang lebih dikenal dengan nama katun sutera memiliki sifat meliputi Sifatnya hampir mirip dengan sutra Dalam keadaan basah kekuatannya dapat hilang sampai dengan 50 % Untuk mencuci dapat menggunakan sabun dengan kadar Ph rendah Tidak boleh disikat pada saat dicuci Boleh diperas tetapi tidak dengan cara dipulir Pada saat dijemur setelah dicuci tidak boleh dibawah terik sinar mata hari langsung Berkilau khas akan tetapi dengan penyempurnaan dapat mengurangi Kilaunya Mudah menghisap air permukaannya licin serta sejuk apabila dipakai Berdasarkan uraian diatas penulis memilih rayon / katun sutera dikarenakan kain tersebut sesuai dengan waktu pesta yakni siang hari yang menuntut kenyamanan bagi pemakai. Warna bahan / kain yang digunakan pada busana pesta pria remaja dengan hiasan aplikasi patchwork adalah hijau dan kuning yang jika dipadukan akan menghasilkan warna analogus. Warna dapat mengungkapkan suasana perasaan sifat dan watak yang berbeda-beda. Warna hijau mempunyai sifat keseimbangan dan keselarasan membangkitkan ketenangan. Warna kuning menggambarkan sesuatu yang bersinar atau bersifat cahaya serta mengesankan sesuatu. Berdasarkan uraian yang telah disebutkan sebelumnya penulis memilih aplikasi yang diterapkan dalam teknik patchwork dikarenakan penulis berharap teknik tersebut dapat dijadikan sebagai referensi baru dalam pembuatan busana pesta pria lebih khususnya dalam menghias busana pesta pria.. Kesan tegas diberikan oleh penulis pada aplikasi patchwork vest dengan cara menambahkan hiasan berupa kancing kait (hook and eye). Kancing kait yang dipergunakan adalah kancing kait yang biasa dipasang sebagai hak pada ban pinggang celana atau rok akan tetapi kancing kait yang yang dipakai tidaklah semuanya dalam artian tidak dengan pasangannya tetapi hanya yang berbentuk lempengan panjang dan yang biasa dikait. Pemakaian kancing kait dimaksudkan untuk lebih memperkuat karakter dari bentuk geometrik aplikasi patchwork pada busana atas selain untuk menyeimbangkan motif aplikasi yang ada pada vest dengan yang ada pada bagian celana. Keluar dari hal tersebut penulis berusaha mencoba mengenalkan teknik menghias busana pesta pria dengan kancing kait tanpa mengurangi nilai kemaskulinan sang pemakai busana.


Informasi Detail
DDC
Rp 646.47802 SET a
Prodi
Universitas Negeri Malang. Program Studi D3 Tata Busana, 2009.
Deskripsi Fisik
xi, 62 lembar : il. : tab. ; 30 cm.
Bahasa
Indonesia
No Reg
02207/KI/09
Edisi
Tugas Akhir (Diploma)--Universitas Negeri Malang, 2009
Subjek
1. BUSANA PESTA (PRIA)
Pembimbing
1. NUR ENDAH PURWANINGSIH ; 2. ESIN SINTAWATI
Lampiran Berkas
You must be logged in to get fulltext


UPT Perpustakaan UM
  • Berita

Tentang Kami

TIM IT Perpustakaan 2023

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS

Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik