Tugas Akhir
Sifat organoleptik meat loaf ikan lele dumbo (Claris garipinus) dengan penggunaan minyak kelapa sawit, santan kelapa murni dan santan kelapa instan / Jannatun Aliyah Tohir
Abstrak
ABSTRAK Tohir Jannatun Aliyah. 2009. Sifat Organoleptik Meat Loaf Ikan Lele Dumbo dengan Penggunaan Minyak Kelapa Sawit Santan Kelapa Murni dan Santan Instan.Tugas Akhir Jurusan D3 Tata Boga Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Ir. Ummi Rohajatien (II) Dra.Rina Rifqie Mariana Kata kunci Meat loaf ikan lele dumbo minyak kelapa sawit santan kelapa murni dan santan instan. Meat loaf termasuk salah satu produk olahan makanan yang disukai oleh masyarakat akan tetapi dalam pembuatan meat loaf yang sering digunakan adalah daging sapi atau ayam pada penelitian ini met loaf yang dibuat dari daging ikan lele. Ikan lele merupakan ikan budidaya kolam yang banyak ditemui di kota Malang selain itu juga harganya murah. Pada umumnya lemak yang sering digunakan dalam pembuatan meat loaf adalah minyak kelapa sawit. Sedangkan penggunaan santan kelapa masih belum banyak dilakukan orang. Kelapa mempunyai asam amino yang tidak terdapat pada jenis lemak lainnya diantaranya adalah asam aspartat dan glutamat sebagai penambah cita rasa gurih. penggunaan dari ketiga lemak ini diduga mempengaruhi terhadap mutu organoleptik. Tujuan penelitian untuk mengetahui perbedaan dan tingkat kesukaan meat loaf ikan lele dengan penggunaan minyak kelapa sawit santan kelapa murni dan santan kelapa instan. Pengamatan dilakukan terhadap sifat organoleptik (tekstur rasa dan warna) melalui uji mutu hedonik dan uji hedonik (kesukaan). Adapun yang digunakan adalah Analisis data menggunakan Analisis Sidik Ragam dan dilanjutkan dengan Duncan s Multiple Range Test (DMRT). Hasil uji mutu hedonik menunjukkan bahwa dengan menggunakan minyak kelapa sawit teksur yang dihasilkan kompak (3 52) sedangkan rasa yang paling gurih (3 18) diperoleh dari yang menggunakan santan instan. Minyak kelapa sawit menghasilkan warna yang putih cerah (3 27). Hasil uji hedonik menunjukkan panelis 40% menyukai tekstur dengan menggunakan minyak kelapa sawit. 50% panelis menyukai rasa meat loaf dengan menggunakan minyak kelapa sawit. Sedangkan 48 33% panelis menyukai warna meat loaf dengan menggunakan santan instan. Berdasarkan hasil uji mutu dari penilitian di atas dapat disimpulkan bahwa penggunaan minyak kelapa sawit santan murni dan santan instan menunjukkan perbedaan yang nyata pada masing- masing perlakuan terhadap tekstur rasa dan warna. Sedangkan uji hedonik menunjukkan bahwa tekstur yang paling disukai oleh panelis adalah meat loaf ikan lele dengan menggunakan minyak kelapa sawit. Rasa yang paling disukai oleh panelis adalah meat loaf ikan lele dengan menggunakan santan instan. Sedangkan warna yang disukai panelis adalah meat loaf ikan lele dengan menggunakan santan instan. Bagi peneliti selanjutnya disarankan dalam pembuatan meat loaf ikan lele dumbo sebaiknya menggunakan minyak kelapa sawit agar mutu tekstur dan warna meat loaf yang dihasilkan bagus