Tugas Akhir
Perancangan pengendali suhu udara pada mesin pengering ikan berbasis mikrokontroler at89852 / Abdul Karim
Abstrak
ABSTRAK Karim Abdul. 2009. Perancangan Pengendali Suhu Udara pada Mesin Pengering Ikan Berbasis Mikrokontroler AT89S52. Tugas Akhir Jurusan Teknik Elektro. Program Studi D3 Teknik Elektronika. Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Ahmad Fahmi S.T. M.T. (II) Didik Dwi Prasetya S.T. M.T. Kata kunci Suhu Pengering ikan ADC Mikrokontroler. Pengeringan ikan merupakan proses mengurangi kadar air dalam ikan agar dapat disimpan dalam waktu yang cukup lama. Pengeringan ini diharapkan mampu menurunkan kadar air ikan sehingga kadar airnya kira-kira 25%-30%. Pengeringan ikan menggunakan mesin pengering dilakukan untuk menjaga kualitas ikan kering terutama bagi para nelayan tradisional. Mereka sering mengabaikan kualitas produk mereka yang berupa ikan kering. Biasanya pengeringan dilakukan dengan cara dijemur di bawah terik matahari di tempat yang luas itu pun tergantung dari kondisi cuaca. Hal ini juga memerlukan waktu yang cukup lama 3 hari untuk mendapatkan hasil pengeringan yang sempurna. Namun kebersihan (higienitas) dari ikan kering tersebut belum terjamin karena banyak ditempeli debu- debu dan dihinggapi lalat. Dengan adanya pengendali suhu udara pada mesin pengering ikan berbasis mikrokontroler AT89S52 diharapkan mempermudah para nelayan untuk proses pengeringan ikan dan tidak memerlukan waktu yang cukup lama. Selain itu hasil ikan keringnya dapat terjamin kebersihannya. Prinsip kerja dari alat ini yaitu pada saat sistem dijalankan suhu udara pada mesin pengering ikan akan dideteksi melalui sensor suhu (LM35) suhu yang diinginkan maksimal 45 C. Output dari sensor suhu dikuatkan oleh rangkaian op-amp menggunakan IC LM324. Kemudian output yang berupa sinyal analog dikirim ke ADC untuk diubah ke sinyal digital agar dapat dibaca dan diproses di dalam mikrokontroler. Mikrokontroler berfungsi mengontrol kerja seluruh sistem. Alat ini menggunakan kipas (fan) untuk mengalirkan udara dalam ruangannya. Jika suhu pada ruang pengering lebih tinggi dari suhu yang diinginkan (set point) maka driver akan mengontrol heater agar tidak aktif (off) untuk menurunkan suhu ruang pengering. Sebaliknya jika suhu ruang pengering lebih rendah dari suhu set point maka driver akan mengontrol heater agar aktif untuk menaikkan suhu pada ruang pengering agar tetap pada kondisi yang stabil. Hasil dari pengujian alat diperoleh output dari sensor LM35 sesuai dengan dasar teori yaitu sebesar 10mV/ C dapat dikatakan sensor dalam keadaan baik dan memiliki output linear. Pengujian rangkaian ADC 0804 sesuai dengan tabel kebenaran pada datasheet. Rangkaian driver dapat bekerja dengan baik dan mampu mengontrol heater dan fan bekerja. Pengujian rangkaian keseluruhan dapat bekerja dengan baik sesuai perancangan yaitu dapat mengontrol suhu udara maksimal 45 C. Kesimpulan dari hasil perancangan dan pengujian yang dilakukan telah berhasil sesuai yang diharapkan.