Skripsi
Peningkatan kemampuan menulis proposal dengan menggunakan strategi tabib (Tahu, Apa, bagainama, ingin, dan belajar) siswa kelas XI IPA 4 SMA Negeri 1 Kepanjen / Duwi Hajarianti
Abstrak
ABSTRAK Hajarianti Duwi. 2009. Peningkatan Kemampuan Menulis Proposal dengan Menggunakan Strategi TABIB (Tahu Apa Bagaimana Ingin dan Belajar) Siswa Kelas XI IPA 4 SMA Negeri 1 Kepanjen. Skripsi Jurusan Sastra Indonesia Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang. Pembimbing Drs. Masnur Muslich M. Si. Kata kunci kemampuan menulis proposal strategi TABIB. Berdasar pada Standar Isi tahun 2006 keterampilan menulis telah diajarkan mulai jenjang SD/MI hingga jenjang SMA/MA. Siswa SD/MI hingga SMA/MA diharapkan memiliki keterampilan menulis dalam berbagai bentuk termasuk dalam bentuk proposal. Dari kegiatan studi pendahuluan pada siswa kelas XI IPA 4 di SMA Negeri 1 Kepanjen diketahui adanya kesulitan menulis proposal. Kesulitan mereka terletak pada aspek kelengkapan unsur kelayakan proposal dan kebahasaan. Selain itu fenomena yang ditemukan selama pembelajaran yaitu (1) pembelajaran menulis proposal masih dilaksanakan secara tradisional (2) guru tidak menggunakan media selama pembelajaran berlangsung (3) guru tidak memberikan rubrik penilaian menulis proposal dan (4) belum tercipta suasana kelas yang nyaman interaktif dan komunikatif. Untuk mengatasi permasalahan yang ditemukan peneliti berkolaborasi dengan guru mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas XI IPA 4 SMA Negeri 1 Kepanjen merencanakan tindakan melalui penelitian dengan rancangan penelitian tindakan kelas (PTK). Tujuan penelitian ini adalah mengetahui peningkatan kemampuan menulis proposal siswa kelas XI IPA 4 SMA Negeri 1 Kepanjen baik pada aspek kelengkapan unsur kelayakan proposal maupun kebahasaan dengan menggunakan strategi TABIB (Tahu Apa Bagaimana Ingin dan Belajar). Diharapkan kemampuan siswa dalam menulis proposal mengalami peningkatan sehingga mampu mencapai standar keberhasilan yang disyaratkan. Strategi TABIB (Tahu Apa Bagaimana Ingin dan Belajar) merupakan strategi yang diadaptasi dari KWLH Technique yang dikemukakan oleh Donna Ogle yang kemudian ditambahkan satu aspek yaitu What atau Apa. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Desember 2009 8213 Juni 2009 di SMA Negeri 1 Kepanjen dengan subjek penelitian siswa kelas XI IPA 4 yang berjumlah 33 siswa. Penelitian ini difokuskan pada kemampuan siswa dalam menulis proposal kegiatan dan proposal penelitian. Data penelitian ini adalah data hasil wawancara aktivitas guru dan siswa selama proses pembelajaran dan hasil karya siswa yang berupa proposal. Sumber data penelitian ini adalah siswa dan guru Bahasa Indonesia kelas XI IPA 4 SMA Negeri 1 Kepanjen. Dari hasil analisis ditemukan bahwa pembelajaran menulis proposal dengan menggunakan strategi TABIB (Tahu Apa Bagaimana Ingin dan Belajar) terbukti dapat meningkatkan proses dan hasil menulis proposal. Proses peningkatan kemampuan menulis proposal dengan menggunakan strategi TABIB (Tahu Apa Bagaimana Ingin dan Belajar) yaitu (1) pengisian kolom Tahu (a) Guru melakukan apersepsi (b) guru dan siswa bertanya jawab mengenai kegiatan dan penelitian (c) guru mengajak siswa melakukan permainan ringan (d) siswa menuliskan apa saja yang mereka ketahui tentang proposal (2) pengisian kolom Apa (a) guru mengarahkan siswa untuk mencari tambahan pengetahuan mengenai proposal (b) guru menyampaikan materi proposal menggunakan media yang menarik (c) siswa menuliskan pengetahuan yang mereka peroleh (3) mengisi kolom Bagaimana (a) guru menyampaikan tugas yang harus mereka penuhi (b) siswa menuliskan langkah-langkah yang mereka tempuh untuk menghasilkan produk (c) siswa melakukan tahapan menghasilkan produk tahap demi tahap dengan bimbingan guru (4) mengisi kolom Ingin (a) guru menyampaikan target yang harus dipenuhi siswa dalam pembelajaran ini (b) siswa menambahkan target yang akan mereka capai dalam pembelajaran (5) mengisi kolom Belajar (a) siswa melakukan penilaian mandiri hal tersebut bisa dilakukan dengan penilaian sejawat (b) siswa menuliskan produk dan pengetahuan yang telah mereka peroleh selama pembelajaran (c) siswa menuliskan nilai yang berhasil dicapai. Berdasarkan hasil penilaian proposal siswa diketahui bahwa sebelum tindakan rata-rata kemampuan menulis proposal siswa hanya mencapai 53 sehingga belum mampu mencapai standar keberhasilan yang disyaratkan. Setelah diberikan tindakan dengan menggunakan strategi TABIB pada siklus I rata-rata kemampuan menulis proposal siswa mengalami peningkatan sebesar 24% sehingga mencapai 77. Pada siklus II rata-rata kemampuan menulis proposal siswa mengalami peningkatan sebesar 7% dari siklus I sehingga mencapai 84. Dari hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa setelah menggunakan strategi TABIB kemampuan siswa kelas XI IPA 4 SMA Negeri 1 Kepanjen dalam menulis proposal mengalami peningkatan sebesar 31% dan mampu mencapai standar keberhasilan yang disyaratkan. Hasil penelitian juga menunjukkan adanya peningkatan kemampuan menulis proposal siswa kelas XI IPA 4 SMA Negeri 1 Kepanjen pada setiap aspeknya. Setelah menggunakan strategi TABIB kemampuan menulis proposal siswa mengalami peningkatan pada (1) aspek kelengkapan unsur dengan peningkatan sebesar 29% (2) aspek kelayakan proposal dengan peningkatan sebesar 19% dan (3) aspek kebahasaan dengan peningkatan sebesar 14%. Berdasarkan simpulan di atas diketahui bahwa peningkatan kemampuan menulis proposal siswa kelas XI IPA 4 SMA Negeri 1 Kepanjen dapat dicapai dengan menggunakan strategi TABIB. Secara umum disarankan kepada pembaca bahwa pembelajaran dengan menggunakan strategi TABIB dapat digunakan sebagai salah satu alternatif perbaikan atau peningkatan kemampuan menulis proposal pada kompetensi dasar menulis proposal untuk berbagai kepentingan. Saran khusus saran ditujukan peneliti kepada (1) guru mata pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia disarankan agar menggunakan strategi TABIB sebagai upaya peningkatan kemampuan siswa dalam menulis proposal atau strategi yang lain secara lebih kreatif dan inovatif untuk meningkatkan kemampuan siswa mencapai suatu standar kompetensi minimal dalam pembelajaran (2) Kepala SMA Negeri 1 Kepanjen disarankan untuk menerapkan penelitian tindak kelas sebagai upaya peningkatan kualitas pembelajaran dan peningkatan kemampuan siswa dalam mencapai standar kompetensi minimal (3) peneliti berikutnya agar menggunakan dan mengembangkan strategi TABIB sebagai dasar untuk meningkatkan kemampuan menulis dalam mencapai kriteria ketuntasan minimal (KKM) dengan lebih kreatif atau mengembangkan strategi TABIB untuk peningkatan kemampuan keterampilan berbahasa yang lain.