Skripsi
Implementasi model pembelajaran learning cycle 5 fase dalam meningkatkan prestasi dan keaktifan belajar kimia siswa kelas X SMAN 6 Malang pada materi hidrokarbon / Ahmad
Abstrak
ABSTRAK Ahmad. 2009. Implementasi Model Pembelajaran Learning Cycle-5 Fase dalam Meningkatkan Prestasi dan Keaktifan Belajar Kimia Siswa Kelas X SMAN 6 Malang pada Materi Hidrokarbon. Skripsi Program Studi Pendidikan Kimia FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Dra. Hayuni Retno Widarti M.Si (2) Drs. Ida Bagus Suryadharma M.S. Kata Kunci learning cycle-5 fase hidrokarbon prestasi belajar SMA. Metode-metode pembelajaran konvensional seperti ceramah dan tanya jawab kurang menunjukkan hasil yang maksimal (Wonorahardjo 2006). Hal ini disebabkan karena penekanan ada pada cara menyampaikan pengetahuan oleh guru kepada siswa bukan dilihat dari sisi siswa sebagai subyek yang belajar. Materi pelajaran yang disampaikan terbatas pada apa yang diberikan di depan kelas dan siswa akan menyerap pada saat itu saja secara pasif dan tidak mengembangkan sendiri pengetahuan tersebut. Pendekatan semacam ini kurang efektif karena konsentrasi siswa pada saat ceramah tidak seratus persen dan secara terus menerus diarahkan pada materi pelajaran. Oleh sebab itu digunakan modelmodel pembelajaran konstruktivistik misalnya Learning Cycle 5 Fase. Tujuan penelitian adalah (1) untuk mengetahui apakah model pembelajaran Learning Cycle-5 Fase dapat meningkatkan prestasi belajar kimia siswa kelas X SMAN 6 Malang pada materi Hidrokarbon dibandingkan metode ceramah. (2) untuk mengetahui apakah model pembelajaran Learning Cycle-5 Fase dapat meningkatkan keaktifan belajar kimia siswa kelas X SMAN 6 Malang pada materi Hidrokarbon dibandingkan metode ceramah. (3) untuk mengetahui persepsi siswa kelas X SMAN 6 Malang setelah diajar dengan menggunakan model pembelajaran Learning Cycle-5 Fase. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian eksperimental semu. Populasi penelitian adalah siswa kelas X SMAN 6 Malang yang terdiri dari 8 kelas. Sampel penelitian terdiri dari kelas kontrol dan kelas eksperimen yaitu kelas X1 dan X2 yang diambil secara acak. Instrumen dalam penelitian adalah tes evaluasi lembar observasi dan angket persepsi dan minat. Teknik analisis data yang digunakan untuk mengolah data hasil penelitian meliputi analisis deskriptif dan analisis kuantitatif berupa angka (uji prasyarat analisis dengan uji t). Analisis deskriptif digunakan untuk mengungkapkan keterlaksanaan pembelajaran (keaktifan persepsi dan minat) terhadap pelajaran kimia dan model pembelajaran Learning Cycle-5 Fase. Sedangkan uji t dikenakan pada data hasil belajar siswa. Hasil penelitian menunjukkan (1) model pembelajaran Learning Cycle 5 Fase dapat meningkatkan prestasi belajar siswa dibandingkan dengan metode ceramah. Hal ini terlihat dari nilai rata-rata siswa di kelas eksperimen (84 57) lebih tinggi dibandingkan nilai rata-rata siswa di kelas kontrol (70 80). (2) model pembelajaran Learning Cycle 5 Fase dapat meningkatkan keaktifan siswa selama proses pembelajaran dibandingkan dengan metode ceramah. Hal ini terlihat dari rata-rata persentase keaktifan siswa pada kelas eksperimen dan kelas kontrol. Rata-rata persentase siswa yang aktif pada kelas eksperimen yaitu ii 76 43% dan siswa yang tidak aktif yaitu 23 57% sedangkan rata-rata persentase siswa yang aktif pada kelas kontrol yaitu 49 29% dan siswa yang tidak aktif 50 71%. (3) persepsi dan minat siswa terhadap pelajaran kimia dan model pembelajaran Learning Cycle 5 Fase menunjukkan hasil positif artinya persepsi siswa baik dan siswa berminat terhadap pelajaran kimia dan model pembelajaran Learning Cycle 5 Fase. Hal tersebut terlihat dari persentase persepsi dan minat siswa. Persentase minat siswa terhadap pelajaran kimia yaitu 8 57% menunjukkan hasil sangat baik dan sangat berminat 91 43% menunjukkan hasil baik dan berminat serta 0% menunjukkan hasil kurang baik dan kurang berminat. Persentase minat siswa terhadap model pembelajaran Learning Cycle 5 Fase yaitu 45 71% menunjukkan hasil sangat baik dan sangat berminat 51 43% menunjukkan hasil baik dan berminat serta 2 86% menunjukkan hasil kurang baik dan kurang berminat.