Skripsi
Studi tentang pembelajaran tari topeng di sanggar tari Setyotomo Desa Pulungdowo Kecamatan Tumpang Kabupaten Malang / Ika Wahyu Widyawati
Abstrak
Seni tari bisa dimanfaatkan sebagai media pembelajaran. Pembelajaran seni tari tidak hanya didapat dari sekolah formal saja namun pembelajaran seni tari bisa diperoleh dari sanggar-sanggar. Salah satunya yang terdapat di SANGGAR SETYOTOMO Desa Pulungdowo Kecamatan Tumpang Kabupaten Malang yang membidangi Tari Tradisisonal khususnya Tari Topeng. Penelitian ini dilatar-belakangi oleh adanya anggota sanggar yang tiap tahun cenderung tidak bertambah. Selain itu para anggota/siswa sanggar suka tidak teratur mengikuti pelatihan sehingga siswa yang dinilai mampu meneruskan bakat pelatihnya selalu tidak bertambah dan bahkan menghilang. Jika mereka sudah merasa bisa menari seringkali malas dan lebih suka mengikuti kegiatan lain atau meninggalkan latihan di sanggar. Sehingga pengetahuan mereka tidak bertambah dan cenderung pasif. Kondisi lainnya yaitu sanggar yang sangat sederhana dan belum tertata dengan baik mengakibatkan masyarakat sekitar kurang merespon dengan baik adanya sanggar tersebut. Terlihat dengan semakin berkurangnya minat masyarakat sekitar ikut berpartisipasi dalam mengembangkan seni tari topeng atau kerajinan topeng itu sendiri. Setiap kali ada kegiatan sanggar hanya orang tertentu saja yang berkreasi dan melanjutkan kesenian ini. Masyarakat menilai keluaran dari sanggar Setyotomo kurang baik dan tidak dapat menghasilakn calon seniman yang berkualitas baik. Kendala finacial juga ikut menjadi salah satu faktor penghambat tidak berkembangnya sanggar tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kondisi fisik sanggar Setyotomo untuk mengetahui pembelajaran seni tari Topeng dan untuk mengetahui apresiasi mayarakat sekitar terhadap sanggar Penelitian ini termasuk dalam penelitian kualitatif. Penggunaan metode kualitatif dalam penulisan ini dikarenakan peneliti disini langsung terjun ke lapangan dengan mengamati sistem pengajaran seni taridi sanggar. Selain itu peneliti juga melakukan observasi pada saat proses pembelajaran tari menganalisis data hasil wawancara observasi serta melaporkan hasil penelitian. Peneliti berperan langsung dengan mengikuti kegiatan kesenian di Sanggar Tari Setyotomo Tumpang. Proses pengumpulan data menggunakan teknik wawancara mendalam baik formal maupun informal. Pelaksanaan wawancara formal diperoleh bertatap muka secara fisik dan bertanya jawab dengan pengajar tari. Sedangkan wawancara informal atau pengkajian pustaka diperoleh dari buku-buku yang berhubungan dengan seni tari terutama sistem pengajaran seni tari. Dalam pengumpulan data ini peneliti menggunakan alat tulis sebagai instrumen penelitian. Pendokumentasian lingkungan serta proses belajar mengajar di sanggar juga dilakukan untuk mendapatkan data yang nyata atau real. Dari hasil penelitian dapat diketahui bahwa (a) kondisi fisik sanggar sangat sederhana dan masih membutuhkan perbaikan yang mendalam (b) di SANGGAR TARI SETYOTOMO menggunakan model pembelajaran Aprentisip dan terdapat tahapan dalam proses pembelajaran metode yang digunakan adalah demonstrasi dan latihan.Mencontoh adalah cara yang digunakan pelatih dalam proses pembelajaran dan (c) respon masyarakat sekitar terhadap adanya sanggar ini kurang begitu tertarik ini dikarenakan kondisi sanggar masih sederhana dan masih memerlukan pembenahan. Banyak sekali alasan kenapa masyarakat sekitar kurang tertarik dengan sanggar diantaranya malas mengikuti pelatihan tari karena lebih suka pada kegiatan lainnya seperti bermain nonton TV dan lain sebagainya keterbatasan waktu sibuk untuk bekerja setiap hari terbentur dengan kegiatan keagamaan yang mereka ikuti mereka merasa tidak berbakat dalam bidang tari Topeng bangunan sanggar dinilai kurang bagus/masih sederhana dan pelatihan tari Topeng kurang menarik untuk diikuti. Menurut pendapat peneliti pelaksanaan pembelajaran di Sanggar Setyotomo masih tradisional dan masih dalam proses perkembangan. Selain hal itu untuk peningkatan kualitas secara keseluruhan perlu adanya pembenahan pembenahan antara lain peningkatan mutu sumber daya manusia baik guru maupun siswa dengan cara menambah pelatih dari luar yang lebih berkualitas serta mendisiplinkan siswa dalam kegiatan pelatihan perbaikan metode pengajaran dalam proses pembelajaran yang akan dilakukan masa mendatang pengoptimalan pengajaran oleh guru terhadap siswa dengan cara pengelolaan kelas yang baik dan penerapan strategi pengajaran yang sesuai perbaikan sarana dan prasarana secara menyeluruh agar dalam proses pembelajaran bisa didukung dan berlangsung dengan maksimal serta peningkatan kerjasama dengan instansi terkait atau lembaga kesenian.