Skripsi
Penerapan model pembelajaran kooperatif STAD untuk meningkatkan motivasi dan prestasi belajar fisika siswa kelas VIII-B SMPN 1 Malang tahun pelajaran 2008/2009 / Hanik Umi Utari
Abstrak
ABSTRAK Utari Hanik Umi. 2009. Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif STAD untuk Meningkatkan Motivasi dan Prestasi Belajar Fisika Siswa Kelas VIII-B SMP Negeri 1 Malang Tahun Pelajaran 2008/2009. Laporan Penelitian Tindakan Kelas Program Sertifikasi Guru dalam Jabatan Melalui Jalur Pendidikan Profesi Guru IPA-SMP. FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Drs. Sumaryono (II) Drs. H. Edi Supriana M.Si. Kata kunci Motivasi Belajar Prestasi Belajar STAD Berdasarkan observasi data lapangan dan wawancara dengan guru mitra di SMPN 1 Malang diperoleh informasi bahwa dalam pembelajaran Fisika sebagian siswa aktif dan sebagian kurang antusias mengikuti kegiatan pembelajaran yang disampaikan oleh guru. Motivasi belajar dan prestasi belajar siswa masih bisa dioptimalkan. Tujuan penelitian ini adalah meningkatkan motivasi dan prestasi belajar Fisika melalui penerapan model pembelajaran kooperatif STAD pada materi Cahaya pada siswa kelas VIII-B SMP Negeri 1 Malang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Penelitian ini dilak- sanakan pada bulan Maret sampai dengan bulan Juli 2009. Data penelitian berupa motivasi belajar siswa diperoleh melalui angket dan observasi sedangkan prestasi belajar siswa diperoleh melalui tes akhir siklus. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa penggunaan model pembelajaran kooperatif STAD dapat meningkatkan motivasi dan prestasi belajar Fisika pada materi Cahaya siswa kelas VIII-B SMP Negeri 1 Malang tahun pela- jaran 2008/2009. Dari hasil observasi motivasi belajar selama berlangsungnya proses pembelajaran pada siklus pertama dan kedua diperoleh data (1) aspek frekuensi pertanyaan yang diajukan siswa meningkat dari 67 44% menjadi 74 93% (2) aspek kualitas pertanyaan yang diajukan siswa meningkat dari 68 21% meningkat menjadi 73 56% (3) aspek kerjasama antar siswa dalam menyelesaikan tugas meningkat dari 74 22% menjadi 78 88% (4) aspek peningkatan sumber belajar yang dimanfaatkan oleh siswa meningkat dari 72 49% menjadi 78 65%. Berdasarkan hasil angket yang diisi siswa di setiap akhir siklus diperoleh data bahwa pada siklus pertama siswa yang bermotivasi belajar rendah sebesar 23 8% siswa yang bermotivasi belajar sedang sebesar 57 2% dan siswa yang bermotivasi belajar tinggi sebesar 19%. Pada siklus kedua terjadi perubahan yang cukup signifikan yakni terjadi pengurangan jumlah siswa yang bermotivasi belajar fisika rendah dari 10 orang menjadi 5 orang (berkurang 50%) jumlah siswa yang bermotivasi belajar Fisika sedang berkurang dari 24 menjadi 20 orang (turun 16%) dan jumlah siswa yang bermotivasi belajar Fisika tinggi meningkat dari 8 menjadi 17 orang (naik 53%) Dari hasil analisis evaluasi belajar akhir siklus prosentase siswa yang me- menuhi KKM 71 43%) pada siklus pertama meningkat menjadi 85 71% pada siklus kedua.