Tugas Akhir
Otomatisasi buka tutup pintu air dengan handphone berbasis mikrokontroler / Mohammad Muzakki
Abstrak
Alat Otomatisasi Buka Tutup Pintu Air dengan Handphone Berbasis Mikrokontroler dilengkapi dengan sensor ultrasonik sebagai pengukur ketinggian air pada pintu air sensor posisi sebagai penanda letak daun pintu. Sensor ultrasonik akan mendeteksi ketinggian air setiap selang waktu 5 menit data ketinggian air akan diolah pada mikrokontroler ATMega8 dengan bahasa pemrograman basic selanjutnya ditampilkan pada LCD. Kemudian data dikirim melalui handphone logging ke handphone server melalui media SMS. Pada aplikasi database di PC akan ditampilkan kondisi ketinggian air dalam bentuk grafik dan tabel selanjutnya akan terlihat kondisi ketinggian air dalam kondisi kurang normal waspada atau banjir. Operator akan melakukan tindakan membuka atau menutup pintu air dengan mengirim SMS dari handphone server ke handphone logging. Mikrokontroler akan mengolah data perintah membuka atau menutup selanjutnya perintah akan dikirim ke motor DC untuk menggerakkan daun pintu air untuk membuka atau menutup. Posisi buka-tutup pintu air akan dibatasi dengan sensor posisi berupa limit switch. Ketinggian air pada pintu air ditampilkan pada LCD dengan tampilan Time hh/mm/ss Tgg Air _cm. Mekanik pintu air menggunakan 4 batas ketinggian air meliputi kondisi kurang 0- 5cm kondisi normal 5-10 cm kondisi waspada 10-12 5 cm dan kondisi banjir 12 5 cm . Sensor posisi yang digunakan berjumlah 6 (LS1 LS2 LS3 LS4 LS5 dan LS6) sebagai pembatas posisi daun pintu air. Pada aplikasi batabase di PC mengunakan batas ketinggian 20 kali dari batas ketinggian yang terukur pada mekanik pintu air. Dari hasil pengujian keseluruhan sistem yang telah dilakukan didapat bahwa ketika ketinggian air 2 cm pada pintu air yang ditampilkan pada LCD data ketinggian air tersebut dikirim melalui handphone logging ke handphone server di pos pusat pemantauan pada alpikasi database di PC pada pukul 14.00. di aplikasi delphi dapat terlihat data ketinggian air dalam kondisi kurang jadi operator melakukan perintah LS1 yaitu perintah untuk menurunkan daun pintu air sampai posisi LS1 (limit switch 1). Data perintah dikirim melalui media SMS dari handphone server ke handphone logging yang ada pada rangkaian alat di pintu air untuk menggerakkan pintu air sampai posisi LS1. Kemudian motor DC menggerakkan tangkai daun pintu air dari posisi LS2 ke posisi LS1. Selanjutnya selang waktu 5 menit ketinggian air terdeteksi 4 cm pada pintu air ditampilkan pada LCD yang kemudian dikirim melalui media SMS dari handphone logging ke handphone server di pos pusat pemantauan pada aplikasi database delphi di PC pada pukul 14.05. Pada aplikasi database terlihat ketinggian air dalam kondisi kurang kemudian operator melakukan perintah LS2. Perintah LS2 dikirim melalui handphone server ke handphone logging pada rangkaian alat di pintu air untuk menggerakkan pintu air menuju posisi LS2. Selanjutnya motor menggerakan tangkai pintu air dari LS1 ke LS2. Sehingga dari 2 contoh pengujian keseluruhan sistem yang telah dilakukan didapat bahwa ketinggian air dapat dikontrol dari kondisi kurang menjadi normal dan pada kondisi lainnya seperti kondisi waspada dan banjir menjadi kondisi normal.