Tugas Akhir
Studi metode pelaksanaan, perhitungan konstruksi dan perhitungan rab pada kolom dan balok pada proyek pembangunan swalayan Alfamart di Jalan Raya Singosari KM 73 Malang / Arief Wibowo
Abstrak
ABSTRAK Wibowo Arief. 2009. Studi Pelaksanaan Pekerjaan Kolom dan Balok pada Proyek Pembangunan Swalayan Alfamart di Jalan Raya Singosari km 73 Malang. Proyek Akhir Jurusan Teknik Sipil dan Bangunan Program Studi Diploma Tiga Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing Drs. Ir. I Wayan Jirna MT Kata kunci Pelaksanaan Pekerjaan Kolom Balok Beton Bangunan memegang peranan penting dalam kehidupan kita seperti pada bangunan swalayan Alfamart di Jalan Raya Singosari km 73 Malang. Kolom dan balok adalah elemen struktur bangunan yang berfungsi meneruskan beban dari struktur di atasnya ke struktur bawahnya. Kegagalan pelaksanaannya akan berakibat langsung pada runtuhnya struktur lain yang berhubungan dengannya. Maka daam hal ini diperlukan metode yang ketat dalam pengawasannya. Studi lapangan ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan pekerjaan kolom dan balok tahapan dalam pekerjaan kolom dan balok dan cara pengelolaan tenaga kerjannya. Pada studi ini diharapkan dapat menambah ilmu dan wawasan tentang pelaksanaan pekerjaan beton khususnya pekerjaan kolom dan balok. Metode pengumpulan data dengan wawancara observasi dan dokumentasi. Analisis data dilakukan memeriksa kelengkapan data. Data tersebut kemudian akan dibandingkan dengan kajian pustaka sehingga dapat diambil kesimpulan dan saran. Hasil studi pelaksanaan kolom dan balok adalah sebagai berikut. Tahapan pekerjaan kolom dan balok dimulai dari pekerjaan pekerjaan penulangan bekisting pengadukan adonan beton pengecoran perawatan beton dan pembongkaran bekisting umumnya telah sesuai dengan teori. Namun pada pengecoran terjadi beberapa kesalahan yaitu dalam urutan pemasukan bahan ke dalam mesin aduk dimulai dari air semen pasir dan kerikil. Dan kesalahan lainnya yaitu pengangkutan yang dilakukan oleh pekerja kurang terorganisir dan menyebabkan terjadinya segregasi pada beton. Sedangkan untuk pengelolaan tenaga kerja sudah terorganisir dengan baik. Berdasarkan hasil studi lapangan dapat disarankan untuk melakukan pengawasan yang lebih teliti terutama pada pelaksanaan pekerjaan pengecoran yaitu ketika pencampuran adonan. Sehingga didapatkan kualitas beton yang maksimal.