Skripsi
Kemampuan membaca pemahaman dan kemampuan mengarang siswa kelas XI SMA Negeri 1 Malang / Erlis Mareta Puspasari
Abstrak
ABSTRAK Puspasari Erlis Mareta. 2009. Kemampuan Membaca Pemahaman dan Kemampuan Mengarang Siswa Kelas XI SMA Negeri I Malang. Skripsi Jurusan Sastra Indonesia Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang. Pembimbing Dr. H. Sumadi M.Pd. Kata kunci membaca pemahaman mengarang. Membaca pemahaman merupakan salah satu aspek keterampilan berbahasa yang harus dikuasai oleh siswa kelas XI SMA/MA. Melalui kegiatan membaca pemahaman inilah siswa memperoleh berbagai informasi secara aktif reseptif. Dengan memiliki kemampuan membaca pemahaman yang tinggi siswa dapat memperoleh berbagai informasi dalam waktu yang relatif singkat. Setelah siswa melakukan kegiatan membaca pemahaman diharapkan siswa dapat menyampaikan kembali isi bacaan yang telah mereka peroleh dari kegiatan membaca pemahaman. Melalui kegiatan penyampaian kembali isi bacaan inilah dapat diketahui tingkat pemahaman siswa dengan menggunakan bahasa mereka sendiri. Salah satu bentuk kegiatan penyampaian kembali isi bacaan ini berupa kegiatan mengarang. Mengarang juga merupakan salah satu aspek keterampilan berbahasa yang harus dikuasai oleh siswa SMA khususnya kelas XI. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memperoleh deskripsi objektif kemampuan membaca pemahaman dan kemampuan mengarang siswa kelas XI SMA Negeri I Malang. Selain itu juga untuk mengetahui hubungan antara kemampuan membaca pemahaman dengan kemampuan mengarang siswa kelas XI SMA Negeri I Malang. Hipotesis dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI SMA Negeri 1 Malang mampu membaca pemahaman siswa kelas XI SMA Negeri 1 Malang mampu mengarang dan terdapat hubungan positif yang signifikan antara kemampuan membaca pemahaman dengan kemampuan mengarang siswa kelas XI SMA Negeri 1 Malang Penelitian ini dilaksakan pada bulan April 2009 di SMA Negeri I Malang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan rancangan penelitian deskriptif. Data dalam penelitian ini meliputi skor kemampuan membaca pemahaman dan skor kemampuan mengarang. Setelah diketahui skor dari masing-masing kemampuan kegiatan selanjutnya adalah mengukur tingkat korelasi antara keduanya dengan menggunakan Pearson Product Moment. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan dapat diketahui bahwa siswa kelas XI SMA Negeri I Malang mampu membaca pemahaman dan mengarang. Hal ini terbukti dari hasil penelitian yang menunjukkan bahwa 86 1% siswa mendapatkan nilai 8805 7 dalam tes kemampuan membaca pemahaman dan 88 89% siswa mendapatkan nilai 8805 7 untuk tes kemampuan mengarang. Selain itu melalui analisis Pearson Product Moment diketahui pula bahwa terdapat hubungan positif yang signifikan antara kemampuan membaca pemahaman dengan kemampuan mengarang siswa kelas XI SMA Negeri I Malang. Besarnya nilai r hitung adalah sebesar 0 674 dengan taraf signifikansi 1%. Adapun beberapa saran yang bisa disampaikan sehubungan dengan pembelajaran membaca pemahaman dan kemampuan mengarang adalah sebagai berikut. Pertama guru disarankan agar memberi latihan kepada siswa mengenai teknik membaca pemahaman yang efektif dan efisien untuk lebih meningkatkan lagi kemampuan siswa dalam membaca pemahaman. Kedua guru hendaknya juga memberikan latihan yang lebih banyak lagi kepada siswa mengenai keterampilan mengarang. Ketiga untuk mendapatkan hasil yang lebih komprehensif dalam penelitian-penelitian sejenis berikutnya hendaknya lebih diperluas lingkup mengenai strategi membaca pemahaman aspek-aspek yang mempengaruhi membaca pemahaman serta tingkat pemahaman membaca. Demikian pula dengan keterampilan mengarang.