UPT Perpustakaan UM

  • Beranda
  • Informasi
  • Repository UM
  • SIPADU UM
  • OPAC SIPADU

Pencarian Spesifik

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
No image available for this title

Tugas Akhir

Perancangan saluran bawah tanah pada sisi out going trafo 20 KV / Dedi Trias Styawan

Styawan, Dedi Trias - Nama Orang;

Abstrak
ABSTRAK Styawan Dedi. Trias. 2009. Perancangan Saluran Bawah Tanah Pada Sisi Out Going Trafo 20 kV. Proyek Akhir. Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Uni versitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Drs. Puger Honggowiyono P. M.T. ( II) Arif Nur Afandi S.T. M.T. Kata Kunci Distribisi Listrik Perancangan Penghantar Bawah Tanah Untuk mengantisipasi ketidakstabilan dan kontinyuitas tenaga listrik dituntut adanya peningkatan pelayanan sistem kelistrikan yang andal dan keamanan yang memadai tanpa mengesampingkan segi keindahan serta peningkatan kapasitas yang sudah ada maka sistem jaringan transmisi bawah tanah merupakan solusi terbaik untuk mengatasi perm asalahan diatas. Dibandingkan dengan transmisi udara saluran bawah tanah sebenarnya mempunyai keunggulannya yang lebih menonjol yaitu saluran bawah tanah tidak terpengaruh oleh cuaca buruk seperti taufan hujan angin dan bahaya petir sehingga kemungkina n terjadi gangguan akibat bencana alam tersebut sangat kecil. Perancangan saluran bawah tanah pada gedung G1 G2 dan G3 Fakultas T eknik Universitas Negeri Malang ini dimulai dari studi literature digunakan untuk memahami bagaimana perancangan saluran baw ah tanah dapat dirancang dengan baik dan benar serta mematuhi peraturan-peraturan yang telah ditetapkan. Seperti penentuan kuat hantar arus pada penghantar penentuan pembebanan kapasiatas busbar dan fuse perancangan grounding perancangan PHB serta pene ntuan lokasi untuk perancangan saluran bawah tanah. Hasil perancangan di peroleh 5 tahap (1) luas penampang yang dipakai pada saluran utama sebesar 25 mm2sedangkan untuk saluran cabang menggunakan penghantar dengan luas penampang 16 mm2 (2) Busbar yang dipakai dalam kotak PHB menggunakan konduktor tembaga persegi empat dengan luas penampang sebesar 99 1 mm2 (3) Untuk mendapatkan tahanan pentanahan 5 937 digunakan batang elektroda sebanyak 4 batang dengan kedalaman 5 m. Sedangkan pentanahan peralatan men gunakan sistem PNP (4) fuse utama dan fuse cabang di sesuaikan dengan arus masing-masing beban atau KHA terus-menerus dari fuse sama dengan nilai arus pengenalnya (5) perancangan PHB TR disesuaikan dengan standar PLN.


Informasi Detail
DDC
Rp 621.31934 STY p
Prodi
Universitas Negeri Malang. Program Studi D3 Teknik Elektro, 2009.
Deskripsi Fisik
viii, 78 + [3] lembar : il. : tab. ; 30 cm.
Bahasa
Indonesia
No Reg
02377/KI/09
Edisi
Tugas Akhir (Diploma)--Universitas Negeri Malang, 2009
Subjek
1. LISTRIK, JARINGAN
2. KABEL BAWAH TANAH

Pembimbing
1. PUGER HONGGOWIYONO ; 2. ARIF NUR AFANDI
Lampiran Berkas
You must be logged in to get fulltext


UPT Perpustakaan UM
  • Berita

Tentang Kami

TIM IT Perpustakaan 2023

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS

Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik