Tugas Akhir
Optimalisasi penjadwalan pada proyek pembangunan gudang dan DC Indomaret Jl. Mayjen Sungkono Buring Malang / Amelia Putri Purnamasari
Abstrak
ABSTRAK P. Putri Amelia.2009. Optimalisasi Penjadwalan Pada Proyek Pembangunan Gudang dan DC Indomaret Jl. Mayjen Sungkono Kecamatan Buring Malang. Proyek Akhir Program Studi Teknik Sipil dan Bangunan Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing Imam Alfianto S.T. M.T. Kata kunci penjadwalan optimalisasi Penjadwalan merupakan alat mutlak yang diperlukan guna menyelesaikan suatu proyek. Untuk proyek berskala kecil yang hanya memiliki beberapa kegiatan umumnya penjadwalan hanyalah dibayangkan saja ( di dalam kepala atau pikiran) sehingga penjadwalan tidak begitu mutlak dilakukan. Akan tetapi berbeda masalahnya pada proyek berskala besar di mana jumlah kegiatannya yang sangat besar serta rumitnya ketergantungan (keterkaitan) antar kegiatan sehingga tidak mungkin lagi bila hanya diolah di dalam pikiran. Penjadwalan dan kontrol menjadi rumit dan sangat penting supaya kegiatan dapat dilaksanakan dengan efisien. Data diperoleh dengan cara observasi dan wawancara Pengumpulan data dilakukan dua tahap tahap pertama data dikumpulkan dengan metode wawancara untuk memperoleh data tentang durasi pelaksanaan beserta efisiensi biaya yaitu data tentang kegiatan yang terjadi di lapangan setiap harinya serta tentang besarnya biaya pelaksanaan pekerjaan gudang dan kantor Indomaret yang sebenarnya di lapangan yang meliputi volume pekerjaan harga bahan upah kerja dan harga satuan pekerjaan yang dilaksanakan di lapangan. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan dapat diambil kesimpulan bahwa proyek dapat diselesaikan tepat waktu dengan optimalisasi penjadwalan yaitu dengan mereduksi waktu pelaksanaan yang ada dengan jumlah sumberdaya tetap antara kontraktor dan penulis. Dari perhitungan di dapat bahwa total biaya kontraktor Rp.377 130 000.00 dan penulis Rp. 355 658 333.33 dengan keuntungan 5 82% lebih besar dari kontraktor. Berdasarkan kesimpulan di atas penulis dapat memberikan saran kepada perencana bangunan adalah dalam merencanakan bangunan harus memperhatikan aspek-aspek seperti mobilisasi sumber daya (bahan alat tenaga kerja) yang sering terlambat keahlian dan ketrampilan serta motivasi kerja para pekerja - pekerja jumlah pekerja yang kurang memadai atau sesuai dengan aktivitas pekerjaan yang ada tersedianya bahan secara cukup pasti atau layak sesuai kebutuhan tersedianya alat atau peralatan kerja yang cukup memadai atau sesuai kebutuhan kelalaian atau keterlambatan oleh sub kontraktor pekerjaanharus dikendalikan pendanaan kegiatan proyek yang tidak terencana dengan baik (kesulitan pendanaan di kontraktor) harus di antisipasi sebelumnya dan melakukan perhitungan dengan berdasarkan analisa Soedrajat sehingga menghasilkan perhitungan yang paling optimal.