UPT Perpustakaan UM

  • Beranda
  • Informasi
  • Repository UM
  • SIPADU UM
  • OPAC SIPADU

Pencarian Spesifik

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
No image available for this title

Skripsi

Identifikasi kerak evaporator di beberapa pabrik gula / Septika Sandra Kusuma Dewi

Dewi, Septika Sandra Kusuma - Nama Orang;

Abstrak
Evaporator merupakan salah satu dari satuan operasi teknik kimia yang diaplikasikan di industri gula yang berfungsi untuk memisahkan air dari nira encer melalui peristiwa perpindahan panas. Dalam industri gula larutan tersebut berupa nira encer yang diperoleh dari nira mentah yang telah mengalami proses klarifikasi dari salah satu badan yang dikenal dengan badan pemurnian. Peristiwa perpindahan panas dapat terjadi karena mekanisme konduksi konveksi dan radiasi. Perhitungan panas dalam ilmu perpindahan panas (U) dapat dihitung dari jumlah tahanan panas secara keseluruhan. Selama operasional koefisien perpindahan panas pada evaporator biasanya mengalami perubahan. Perubahan tersebut mengakibatkan terbentuknya kerak pada evaporator. Kerak yang terbentuk walaupun tipis akan merupakan tambahan tahanan terhadap perpindahan panas. Lapisan kerak ini timbul terutama pada permukaan yang selaluberhubungan dengan larutan atau cairan. Oleh karena kerak dapat mengakibatkan suatu kerugian terhadap laju perpindahan panas para pelaku industri gula khususnya bidang proses produksi selalu berupaya untuk menekan atau mengurangi terbentuknya kerak dalam evaporator baik sisi nira maupin sisi uap. Penelitian ini bersifat eksperimen menggunakan sarana di Laboratorium Analitik Pusat Penelitian Perkebunan Gula Indonesia (P3GI) Pasuruan. Objek penelitian adalah kerak evaporator dari badan penguapan (BP) I s.d BP IV serta kerak evaporator dari daerah Pantura dan Pedalaman badan penguapan (BP) IV. Penentuan identifikasi kerak evaporator pada pabrik gula ini ditentukan dengan menggunakan analisis kadar air kadar yang hilang karena pemijaran (kadar abu) kadar yang tidak larut dalam HCL asam silikat besi oksida dan aluminium analisis CaO analisis MgO analisis sulfat analisis fosfat dan karbon dioksida. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kerak pada badan penguapan I lebih banyak mengandung bahan organik dan garam-garam fosfat dari Ca Fe dan MgO kerak pada badan penguapan II sebagian besar mengandung bahan organik yaitu silikat (terlarut dan tak terlarut) dan garam fosfat dari Ca kerak badan penguapan III banyak dijumpai bahan organik dan silikat (terlarut dan tak terlarut) kemudian garam fosfat dari Ca Pada badan penguapan IV (BP akhir) banyak dijumpai silikat (terlarut dan tak terlarut) bahan organik dan garam silikat dari Ca.


Informasi Detail
DDC
Rs 660.28426 DEW i
Prodi
Universitas Negeri Malang. Program Studi Kimia, 2009.
Deskripsi Fisik
xv, 114 + [3] lembar : il. : tab. ; 30 cm.
Bahasa
Indonesia
No Reg
02413/KI/09
Edisi
Skripsi (Sarjana)--Universitas Negeri Malang. 2009
Subjek
1. EVAPORATOR, KERAK - IDENTIFIKASI
Pembimbing
1. MUNZIL ; 2. BAMBANG EDI SANTOSO
Lampiran Berkas
You must be logged in to get fulltext


UPT Perpustakaan UM
  • Berita

Tentang Kami

TIM IT Perpustakaan 2023

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS

Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik