Skripsi
Korelasi kecerdasan intelektual dan perilaku asertif dengan prestasi belajar siswa kelas X SMA Negeri 9 Malang / Wiwin Widyawati
Abstrak
Prestasi belajar seorang anak tidak hanya ditentukan oleh kecerdasan intelektual saja tetapi juga ditentukan oleh kecerdasan emosional yang salah satu keterampilan praktisnya adalah perilaku asertif. Menurut Winkel (1996 53) proses belajar tidak akan terjadi apabila tidak ada suatu yang mendorong pribadi yang bersangkutan. Dalam proses belajar tersebut semua kecerdasan yang ada pada diri seseorang baik kecerdasan intelektual maupun kecerdasan emosional (termasuk perilaku asertif) dimanfaatkan atau terefleksi secara maksimal. Dengan kecerdasannya manusia dapat terus menerus mempertahankan dan meningkatkan kualitas hidupnya yang semakin kompleks melalui proses berpikir dan belajar secara terus menerus. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh (1) deskripsi objektif tentang tingkat inteligensi siswa SMAN 9 Malang (2) deskripsi objektif tentang perilaku asertif siswa SMAN 9 Malang (3) deskripsi objektif tentang prestasi belajar siswa SMAN 9 Malang (4) untuk mengetahui ada tidaknya korelasi antara kecerdasan intelektual dengan prestasi belajar siswa SMAN 9 Malang (5) untuk mengetahui ada tidaknya korelasi antara perilaku asertif dengan prestasi belajar siswa SMAN 9 Malang (6) untuk mengetahui ada tidaknya korelasi antara kecerdasan intelektual dan perilaku asertif dengan prestasi belajar siswa SMAN 9 Malang. Penelitian ini menggunakan metode Expost Facto Correlation dengan mengambil sampel secara menyeluruh (sampel total). Berdasarkan sampel penelitian tersebut diperoleh sebaran data untuk masing-masing variabel yaitu kecerdasan intelektual perilaku asertif dan prestasi belajar siswa kelas X SMA Negeri 9 Malang. Data dijaring melalui angket dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan (1) Kecerdasan intelektual siswa kelas X SMA Negeri 9 Malang tahun 2008/2009 secara umum termasuk kategori di atas rata-rata. Hal ini dapat dilihat dari hasil analisis data yang menunjukkan sebagian besar (111 siswa atau 39 50%) memiliki IQ 110-119. (2) Tingkat perilaku asertif siswa kelas X SMA Negeri 9 Malang tahun 2008/2009 secara umum termasuk kategori tinggi. Hal ini dapat dilihat dari hasil analisis data yang menunjukkan sebagian besar (238 siswa atau 84 70%) memiliki rentangan skor 225-272. (3) Prestasi belajar siswa kelas X SMA Negeri 9 Malang tahun 2008/2009 secara umum termasuk kategori cukup. Hal ini dapat dilihat dari hasil analisis data yang menunjukkan sebagian besar (230 siswa atau 81 85%) memiliki rata-rata nilai rapor 65-79. Hasil pengujian hipotesis menunjukkan (1) Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara kecerdasan intelektual dengan prestasi belajar siswa kelas X SMA Negeri 9 Malang tahun ajaran 2008/2009 yang dibuktikan dari hasil uji statistik korelasi tata jenjang bahwa diperoleh r (0 062 dan 0 083) dengan probabilitas (0 158 dan 0 164) 0.05. (2) Terdapat hubungan yang signifikan antara perilaku asertif dengan prestasi belajar siswa kelas X SMA Negeri 9 Malang tahun ajaran 2008/2009 yang dibuktikan dari hasil uji statistik korelasi tata jenjang bahwa diperoleh r (0 114 dan 0 153 ) dengan probabilitas (0 009 dan 0 010) 0.05. (3) Terdapat hubungan yang signifikan antara kecerdasan intelektual dan perilaku asertif dengan prestasi belajar siswa kelas X SMA Negeri 9 Malang tahun ajaran 2008/2009 yang dibuktikan dari hasil analisis korelasi ganda bahwa probabilitas (0 016 0 05 dan F hitung (4 211) F tabel (3 00). Berdasarkan hasil analisis maka peneliti menyampaikan saran Konselor hendaknya dapat mengadakan pengembangan terhadap diri siswa dengan mengarahkan layanan BK untuk membantu siswa lebih dapat berperilaku asertif dengan efektif karena terbukti bahwa perilaku asertif berkorelasi secara signifikan dengan prestasi belajar.