UPT Perpustakaan UM

  • Beranda
  • Informasi
  • Repository UM
  • SIPADU UM
  • OPAC SIPADU

Pencarian Spesifik

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
No image available for this title

Skripsi

Kemampuan membaca denah dan merefleksikannya ke dalam karangan deskripsi ekspositoris siswa kelas VIII SMP Negeri 22 Malang / Wasis

Wasis - Nama Orang;

Abstrak
ABSTRAK Wasis. 2009. Kemampuan Membaca Denah dan Merefleksikannya ke dalam Karangan Deskripsi Ekspositoris Siswa Kelas VIII SMP Negeri 22 Malang. Skripsi Jurusan Sastra Indonesia Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang. Pembimbing Dr. Widodo Hs. M. Pd. Kata kunci kemampuan merefleksikan membaca menulis denah dan deskripsi ekspositoris. Pembelajaran Bahasa Indonesia bertujuan untuk meningkatkan kemampuan peserta didik terampil dalam berkomunikasi. Pembelajaran tersebut dapat diwujudkan dengan mengajarkan beberapa kemampuan berbahasa di antaranya membaca dan menulis. Membaca dan menulis merupakan kemampuan yang sangat penting baik di sekolah maupun di luar sekolah. Di sekolah dua kemampuan tersebut merupakan kemampuan yang harus dikuasai oleh siswa. Salah satu kemampuan membaca yang harus dikuasai oleh siswa SMP adalah membaca denah sedangkan menulis adalah menulis deskripsi ekspositoris. Perpaduan keduanya dapat diwujudkan dengan kegiatan membaca denah dan merefleksikannya ke dalam karangan deskripsi ekspositoris. Untuk mengetahui tingkat kemampuan membaca denah dan karangan deskripsi ekspositoris informasi relevan yang dapat digunakan adalah hasil penelitian tentang kemampuan membaca denah dan merefleksikannya ke dalam karangan deskripsi ekspositoris siswa kelas VIII SMP Negeri 22 Malang. Secara umum penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan siswa kelas VIII SMP Negeri 22 Malang dalam membaca denah dan merefleksikannya ke dalam karangan deskripsi ekspositoris. Secara khusus bertujuan untuk (1) mendeskripsikan kemampuan siswa kelas VIII SMP Negeri 22 Malang dalam menjelaskan komposisi denah berdasarkan denah yang dibaca (2) mendeskripsikan kemampuan siswa kelas VIII SMP Negeri 22 Malang dalam menjelaskan arah menuju lokasi berdasarkan denah yang dibaca dan (3) mendeskripsikan kemampuan siswa kelas VIII SMP Negeri 22 Malang dalam menulis karangan deskripsi ekspositoris berdasarkan hasil merefleksikan membaca denah. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif. Sumber data dalam penelitian ini berupa kemampuan membaca denah dan karangan deskripsi ekspositoris dari hasil refleksi membaca denah siswa. Data yang diperoleh dalam penelitian ini berupa data skor hasil kemampuan membaca denah dan merefleksikan membaca denah ke dalam karangan deskripsi ekspositoris siswa yang diubah menjadi nilai siswa. Instrumen penelitian berupa tes pemahaman tentang denah yang dibaca dan merefleksikan membaca denah ke dalam karangan deskripsi ekspositoris. Analisis data dilakukan dalam tiga langkah (1) persiapan (2) tabulasi dan (3) penerapan data. Berdasarkan analisis data secara umum diperoleh hasil bahwa siswa kelas VIII SMP Negeri 22 Malang mampu membaca denah dan mampu merefleksikannya ke dalam karangan deskripsi ekspositoris. Hal ini dapat diketahui dari perbandingan nilai siswa dalam membaca denah lokasi dengan nilai dalam siswa menulis karangan deskripsi ekspositoris hasil dari merefleksikan membaca denah. Siswa kelas VIII SMP Negeri 22 Malang mampu dalam membaca denah lokasi karena lebih dari 60% siswa yang nilainya mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) 65. Adapun rinciannya sebagai berikut (a) siswa yang memperoleh nilai 85 61485 100 dengan kualifikasi sangat baik sebesar 97% (b) siswa yang memperoleh nilai 65 61485 84 dengan kualifikasi baik sebesar 3% (c) siswa yang memperoleh nilai 50 61485 64 dengan kualifikasi cukup sebesar 0% dan (d) siswa yang memperoleh nilai 0 61485 49 dengan kualifikasi kurang sebesar 0%. Adapun kemampuan siswa kelas VIII SMP Negeri 22 Malang dalam menulis karangan deskripsi ekspositoris hasil dari merefleksikan membaca denah juga mampu karena lebih dari 60% siswa yang nilainya mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) 65. Adapun rinciannya sebagai berikut (a) siswa yang memperoleh nilai 85 61485 100 dengan kualifikasi sangat baik sebesar 43% (b) siswa yang memperoleh nilai 65 61485 84 dengan kualifikasi baik sebesar 39% (c) siswa yang memperoleh nilai 50 61485 64 dengan kualifikasi cukup sebesar 3% dan (d) siswa yang memperoleh nilai 0 61485 49 dengan kualifikasi kurang sebesar 15%. Berdasarkan penelitian ini saran yang diajukan peneliti adalah (1) untuk guru mata pelajaran bahasa Indonesia hendaknya lebih memberi motivasi kepada siswa agar lebih mampu dalam menulis. Hal ini didasarkan pada hasil penelitian yang menggambarkan bahwa siswa dapat menulis karena terlebih dahulu mampu membaca (2) untuk peneliti yang melakukan penelitian serupa hendaknya melakukan penelitian lanjutan mengenai kemampuan berbahasa yang sama dengan kompetensi dasar yang berbeda dengan media yang lebih menarik dengan memanfaatkan kemajuan teknologi.


Informasi Detail
DDC
Rs 808.0499221 WAS k
Prodi
Universitas Negeri Malang. Program Studi Pendidikan Bahasa, Sastra Indonesia dan Daerah, 2009.
Deskripsi Fisik
ix, 113 + [11] lembar : il. : tab. ; 30 cm.
Bahasa
Indonesia
No Reg
02719/KI/09
Edisi
Skripsi (Sarjana)--Universitas Negeri Malang. 2009
Subjek
1. BAHASA INDONESIA - MENULIS DESKRIPSI - KEMAMPUAN
Pembimbing
1. WIDODO H.S.
Lampiran Berkas
You must be logged in to get fulltext


UPT Perpustakaan UM
  • Berita

Tentang Kami

TIM IT Perpustakaan 2023

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS

Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik