UPT Perpustakaan UM

  • Beranda
  • Informasi
  • Repository UM
  • SIPADU UM
  • OPAC SIPADU

Pencarian Spesifik

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
No image available for this title

Skripsi

Hewan makrobentos sebagai indikator biologi sungai Metro Malang Jawa Timur / Grienny Nuradi Atmidha

Atmidha, Grienny Nuradi - Nama Orang;

Abstrak
ABSTRAK Atmidha Grienny Nuradi. 2009. Hewan Makrobentos Sebagai indikator Biologi di Sungai Metro Malang Jawa Timur. Skripsi Jurusan Biologi FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Drs. H. Fathurrachman M.Si (2) Dra. Murni Saptasari M.Si. Kata kunci Sungai Metro Makrobentos Keanekaragaman Indikator Biologi Sungai merupakan suatu kesatuan antara aliran air yang mengalir di dalamnya dengan daerah aliran sungai yang dilalui dan merupakan suatu kesatuan ekosistem bersifat terbuka artinya mudah mendapat pengaruh dari luar seperti tumbuh- tumbuhan di tepi sungai dan buangan dari aktivitas manusia yang ada di sekitar daerah pengaliran sungai (DPS). Pencemaran yang terjadi di Sungai Metro akan mempengaruhi substrat dasar sungai faktor fisika dan kimia air serta dapat mempengaruhi struktur komunitas hewan makrobentos yang hidup di dalamnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) komposisi dan kepadatan populasi hewan makrobentos di sepanjang sungai Metro (2) keanekaragaman spesies hewan makrobentos (3) spesies hewan makrobentos yang dapat digunakan sebagai spesies indikator untuk menentukan kualitas air sungai metro dan (4) faktor-faktor abiotik yang menentukan struktur komunitas hewan makrobentos pada sungai Metro Malang Jawa Timur. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Pengambilan data dilakukan pada tanggal 4 Juli - 8 September 2007 di Sungai Metro Malang. Pengambilan sampel hewan makrobentos dilakukan lima kali setiap 2 minggu sekali dan di setiap stasiun pengamatan diambil 5 sampel dengan menggunakan Jala Surber dengan ukuran mata jarring 1 mm2 dan luas permukaan 1200 cm2. Keanekaragaman spesies makrozoobentos pada tiap stasiun pengamatan ditentukan dengan menggunakan indeks keanekaragaman Shanon-Wiener. Spesies indikator ditetapkan berdasarkan kriteria Kendeigh (1980) dan faktor abiotik yang menentukan struktur komunitas hewan makrozoobentos diuji dengan analisis statistik regresi ganda bertahap. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa hewan makrobentos yang ditemukan selama periode penelitian terdiri dari 16 taksa dengan jumlah yang paling banyak ditemukan adalah taksa Diptera yaitu sebesar 66 46 %. Disusul kemudian taksa Gastropoda 26 16% Trichoptera 5 5% Hirudinea 0 85% Insecta 0 5% Crustacea 0 5% dan Ephemeroptera 0 08%. Keanekaragaman spesies (H ) hewan makrobentos berbeda pada stasiun-stasiun pengamatan di sungai Metro. Spesies hewan makrobentos yang dapat digunakan sebagai spesies indikator adalah Chironomus sp Melanoides requetii Melanoides punctata Viviparus javanicus dan Hydrophyche sp. Berdasarkan analisis statistik regresi ganda faktor abiotik yang mempengaruhi struktur komunitas hewan makrobentos adalah CO2 bebas konduktivitas dan nitrit.


Informasi Detail
DDC
Rs 595.734 ATM h
Prodi
Univeritas Negeri Malang. Program Studi Biologi, 2009.
Deskripsi Fisik
vii, 100 lembar : il. : tab. ; 30 cm.
Bahasa
Indonesia
No Reg
02819/KI/09
Edisi
Skripsi (Sarjana)--Universitas Negeri Malang. 2009
Subjek
1. HEWAN MAKROBENTOS
2. BIOLOGI, INDIKATOR

Pembimbing
1. FATHURRACHMAN ; 2. MURNI SAPTASARI
Lampiran Berkas
You must be logged in to get fulltext


UPT Perpustakaan UM
  • Berita

Tentang Kami

TIM IT Perpustakaan 2023

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS

Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik