Skripsi
Pengaruh pemberian effleurage dan petrissage sebagai tambahan pemanasan terhadap kekuatan otot tungkai / Iwan Nur Mustofa Hidayat
Abstrak
ABSTRAK Hidayat Iwan Nur Mustofa. 2009. Pengaruh Pemberian Effleurage dan Petrissage Sebagai Tambahan Pemanasan terhadap Kekuatan Otot Tungkai. Skripsi Jurusan Ilmu Keolahragaan Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Drs. Mulyani Surendra M.S (II) Dra. Sulistyorini M.Pd. Kata kunci kekuatan otot tungkai pemanasan effleurage petrissage. Kekuatan otot mempunyai peranan yang sangat penting dalam melakukan suatu aktivitas olahraga. Kekuatan otot merupakan salah satu pendukung bagi atlet atau olahragawan untuk melakukan aktivitas olahraga dengan baik sehingga atlet atau olahragawan akan mendapatkan hasil yang maksimal. Seorang atlet atau olahragawan untuk mendapatkan kekuatan otot yang bagus dan untuk menghindari suatu cedera pada saat melakukan aktivitas maka atlet atau olahragawan tersebut salah satunya perlu melakukan suatu pemanasan terlebih dahulu sebelum melakukan aktivitas fisik. Di samping pemanasan masase olahraga juga berperan penting untuk meningkatkan kekuatan otot. Dalam penelitian ini manipulasi masase yang dipakai adalah effleurage dan petrissage. Effleurage dan petrissage dilakukan dengan singkat cepat dan bertekanan cukup akan memberikan rangsang pada otot untuk dapat bekerja lebih baik dan untuk membantu pemanasan badan sebelum berlatih atau bertanding. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian efflurage dan petrissage sebagai tambahan pemanasan terhadap kekuatan otot tungkai. Jenis penelitian yang digunakan adalah praeksperimental dengan menggunakan rancangan pra tes dan pasca tes satu kelomok the one group pre test-post test design . Pengumpulan data dilaksanakan selama 5 hari dan dimulai dari tahap pre tes. Pada tahap pre tes atau hari pertama subyek penelitian diberi pemanasan berupa stretching dan calesthenic selama 10 menit kemudian dilakukan pengukuran kekuatan otot tungkai menggunakan leg dynammeter sebanyak 3 kali dan diambil nilai tertinggi. Setelah pre tes subyek penelitian istirahat selama 3 hari. Kemudian pada hari ke 5 atau tahap pos tes subyek penelitian terlebih dahulu diberikan masase berupa effleurage dan petrissage pada tungkai selama 12 menit kemudian diberi pemanasan seperti pada pre tes dan dilanjutkan dengan tes kekuatan otot tungkai menggunakan leg dynamometer. Instrumen yang digunakan yaitu berupa alat leg dynamometer. Kegiatan analisis data dilakukan dengan menggunakan teknik analisis data statistik deskriptif uji normalitas dan uji t. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh pemberian effleurage dan petrissage sebagai tambahan pemanasan terhadap kekuatan otot tungkai. Pemberian effleurage dan petrissage baik diberikan kepada subyek sebagai tambahan pemanasan sebelum melakukan aktivitas olahraga.