Skripsi
Kajian tentang penyakit amoebiasis di kalangan masyarakat Kecamatan Genteng Kabupaten Banyuwangi / Sukma Devi Asrikawati
Abstrak
ABSTRAK Asrikawati Sukma Devi. 2009. Kajian tentang Penyakit Amoebiasis di Kalangan Masyarakat Kecamatan Genteng Kabupaten Banyuwangi. Skripsi Jurusan Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Dr. Endang Suarsini M.Ked (2) Sofia Ery Rahayu S.Pd M.Si Kata kunci penyakit Amoebiasis vektor penyakit indeks lalat fly grill Amoebiasis adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi Entamoeba histolytica. Salah satu sumber infeksi adalah kotoran penderita Amoebiasis. Vektor penyakit Amoebiasis adalah lalat seperti Musca domestica. Lalat tersebut memiliki kecenderungan untuk hinggap di tempat-tempat kotor seperti tempat sampah tinja dan bangkai sekaligus juga hinggap pada makanan manusia. Usaha pencegahan penyakit Amoebiasis dapat dilakukan dengan memantau populasi vektornya yaitu melalui penghitungan indeks lalat di lingkungan dengan menggunakan metode fly grill. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk (1) mengetahui jumlah kasus penyakit Amoebiasis di kalangan masyarakat Kecamatan Genteng Kabupaten Banyuwangi (2) mengetahui indeks lalat di lingkungan Kecamatan Genteng Kabupaten Banyuwangi (3) mengetahui hubungan antara kasus penyakit Amoebiasis dengan indeks lalat di Kecamatan Genteng Kabupaten Banyuwangi. Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif eksploratif dengan teknik observasi dan penghitungan jumlah lalat di lingkungan dilakukan dengan menggunakan metode fly grill. Objek penelitian ini adalah data penderita penyakit Amoebiasis yang tercatat di RSUD Genteng Kabupaten Banyuwangi pada tahun 1999-2008 dan lalat di sekitar Kecamatan Genteng yang hinggap di fly grill. Penelitian ini dilakukan di RSUD Genteng dan di Kecamatan Genteng Kabupaten Banyuwangi. Waktu pengambilan data dilaksanakan pada bulan Maret-Mei 2009. Data kasus penyakit Amoebiasis dianalisis secara deskriptif dengan menggunakan grafik perbandingan dan data jumlah lalat dianalisis dengan menggunakan rumus indeks lalat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) kejadian kasus penyakit Amoebiasis tertinggi terjadi pada tahun 2002 yaitu mencapai 58 kasus. Sedangkan kejadian kasus penyakit Amoebiasis terendah terjadi pada tahun 2004 yaitu 15 kasus (2) indeks lalat di lingkungan Kecamatan Genteng adalah 5 ekor lalat/fly grill/30 detik (3) ada hubungan antara kasus penyakit Amoebiasis dengan indeks lalat yaitu masih terdapatnya kasus penyakit Amoebiasis di Kecamatan Genteng ternyata diikuti dengan indeks lalat yang sedang.