Skripsi
Sintesis dan karakterisasi senyawa kompleks tembaga dengan ligan karboksilat melalui reaksi trans-saponifikasi sabun natrium serta uji potensinya sebagai pewarna nyala lilin / Fidyah Nanda Kusuma
Abstrak
ABSTRAK Kusuma Fidyah Nanda. 2009. Sintesis dan Karakterisasi Senyawa Kompleks Tembaga dengan Ligan Karboksilat melalui Reaksi Trans-saponifikasi Sabun Natrium serta Uji Potensinya sebagai Pewarna Nyala Lilin. Skripsi Jurusan Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Drs. I Wayan Dasna M. Si. Ph. D. (II) Drs. H. Parlan M. Si. Kata-kata kunci sabun natrium trans-saponifikasi senyawa kompleks tembaga ligan karboksilat pewarna nyala lilin. Lilin merupakan bahan yang tidak asing bagi masyarakat. Sebelum ditemukan listrik lilin sudah digunakan sebagai alat penerangan bahkan saat ini juga digunakan sebagai perlengkapan dekorasi dan perlengakapan peribadatan. Dilihat dari kegunaannya lilin dipasaran dapat disajikan dalam berbagai variasi bentuk dan warna. Salah satu upaya untuk meningkatkan nilai estetika dan ekonomi lilin adalah dengan cara mengubah warna nyala lilin yang pada umumnya berwarna merah menjadi warna lain seperti hijau biru kuning dan ungu. Warna nyala lilin yang berwarna-warni dapat dibuat dengan cara melarutkan senyawa-senyawa logam dalam parafin (lilin). Kepolaran ion logam dan lilin berbeda sehingga kepolaran ion logam harus diturunkan dengan mengubah ion logam menjadi senyawa kompleks yang kurang polar. Tujuan penelitian ini adalah mensintesis senyawa kompleks dengan ligan karboksilat melalui reaksi trans-saponifikasi sabun natrium yang dilanjutkan dengan karakterisasi serta uji potensinya sebagai pewarna nyala lilin. Penelitian ini mencakup 4 tahap yaitu (1) sintesis sabun natrium melalui reaksi saponifikasi antara minyak sawit dengan natrium hidroksida (2) sintesis senyawa kompleks tembaga dengan ligan karboksilat melalui reaksi trans-saponifikasi sabun natrium dengan tembaga(II) nitrat (3) karakterisasai senyawa hasil sintesis meliputi penentuan titik lebur analisis kualitatif dan kuantitatif logam natrium dan logam tembaga pada senyawa kompleks tembaga hasil sintesis dengan X-Ray Fluorescence (XRF) analisis kualitatif ion nitrat identifikasi gugus fungsi dengan spektroskopi inframerah pada senyawa kompleks tembaga karboksilat hasil sintesis uji kerentanan magnet pada senyawa tembaga dengan Magnetic Susceptibility Balance (MSB) uji warna nyala dengan kawat nikrom serta uji kelarutan (4) tahap uji potensi sebagai pewarna nyala lilin senyawa hasil sintesis ditambahkan pada minyak sawit dan parafin padat. Hasil penelitian ini adalah (1) Sabun natrium yang diperoleh berwarna putih kekuningan titik lebur 91-92 0C (2) Senyawa kompleks tembaga karboksilat berupa serbuk berwarna biru muda titik lebur 98-100 50C (3) Sabun natrium larut baik dalam campuran gliserol oktanol 1 1 (0 01 gram/ 1 mL) senyawa kompleks tembaga karboksilat dan garam tembaga(II) asetat sebagai pembanding larut baik dalam oktanol (0 01 gram/ 1 mL) (4) Senyawa kompleks tembaga karboksilat bersifat paramagnetik dengan 956 eff 1 98 BM (5) Warna nyala sumbu dalam minyak sawit efektif ditambah sabun natrium efektif adalah kuning terang dan hijau kebiruan senyawa kompleks tembaga karboksilat pada konsentrasi 30% (6) Warna nyala lilin yang ditambah dengan sabun natrium yang efektif adalah kuning dan warna nyala hijau kebiruan senyawa kompleks tembaga pada konsentrasi 45%.